Terpaksa Menikahi Gunung Es

Terpaksa Menikahi Gunung Es
Cemburu


__ADS_3

Assisten Rama hanya mengerutkan dahinya, Pria itu sama sekali tak mengetahui bahwa Diana memiliki seorang kakak.


"Tidak, aku tak mengetahui itu," balas Assisten Rama, Azka hanya terdiam setelah mendengar jawaban dari sahabatnya itu.


....


Malam Harinya,


Setelah kedatangan para sahabatnya itu kini Amel dan Azka memilih membaringkan tubuhnya di tempat tidur saat setelah keduanya menyelesaikan makan malam bersama para sahabatnya dan mengantar mereka berdua hingga pelataran mansion itu. Ya makan malam itu tentu menyenangkan bagi Amel karena bisa membuatnya berbincang banyak dengan sahabat kesayangannya itu, namun tidak untuk Azka saat dirinya mendengar kembali percakapan istrinya yang terus membahas tentang kakak laki-laki dari Diana. Ingin rasanya Azka menanyakan mengapa istrinya sebegitu mengkhawatirkan pria itu, namun sepertinya ego pria itu lebih besar dari pada keinginannya untuk bertanya sekarang. Cemburu? Entahlah, mungkin itu yang Azka rasakan saat ini.


...


Sang Surya kembali menyinari Ibu Pertiwi, terbukti dengan cahaya kemilaunya yang mencoba menerobos masuk melalui celah jendela kamar hingga membuat seorang wanita cantik kini mengerjapkan kedua manik indah itu. Dilihatnya sang suami tengah tertidur dengan lelapnya, seulas senyuman manis terpancar di wajah wanita itu tatkala dirinya terus memandang wajah sang suami yang sangat tampan. iya tentu saja wanita itu adalah Camelia Anindita.


Amel masih terus memandang prianya, lengan wanita itu kini terulur dengan spontan jemari mungil itu mengelus wajah tampan sang suami. Sungguh menggemaskan melihat Azka yang tengah tertidur seperti itu, wajahnya nampak seperti bayi pikir Amel. Namun tanpa wanita itu sadari si empu yang terus ia pandang sudah terbangun sedari tadi, hanya saja pria itu ingin mengetahui apa yang akan dilakukan istrinya itu. Tanpa disadari sudut bibir pria itu terangkat membentuk sebuah senyuman simpul yang nyaris tak terlihat sedikit pun.


Amel mulai menyingkap selimut yang sedari tadi masih melekat di tubuh mungilnya lalu beranjak dari tempat tidur tersebut untuk membersihkan tubuhnya. Saat Amel telah memasuki kamar mandi, Azka mulai membuka matanya secara perlahan dan mencoba mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan tersebut. Pria itu mengerutkan dahinya tatkala tak menemukan sang istri, padahal di menit yang lalu istrinya itu masih terbaring. Tiba-tiba terdengar suara gemericik air dari arah kamar mandi yang Azka yakini saat ini istrinya itu tengah membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


Azka memilih mendudukan tubuhnya di atas tempat tidur itu seraya meraih sebuah majalah yang yang terletak di atas nakas. Pria itu mulai membaca berbagai berita terkini. Hingga dimenit berikutnya pria itu menyadari bahwa handle pintu kamar mandi itu terdorong dari dalam, tentu saja jika Azka mengetahui bahwa Amel telah menyelesaikan ritual mandinya. Pria itu segera menaruh kembali majalah yang kini di genggamnya lalu mulai membaringkan kembali tubuh proposial itu dan kembali memejamkan kedua matanya.


Amel terus melangkahkan kakinya menuju sebuah furniture yang menjulang tinggi itu, ya tentu saja itu adalah Almari pakaian. Wanita itu kini kembali membawa pakaiannya untuk ia pakai di kamar mandi, Amel malu jika harus memakai pakaiannya di kamar karena takut Azka terbangun tiba-tiba. Kamar yang kini di tempati Amel dan Azka saat ini tak memiliki walk in closet, namun berbeda dengan kamar yang dulu di tempati Azka seorang kamar itu sungguh lebih luas dan memiliki walk in closet.


Sebuah dress polos selutut berwarna navy telah melekat di tubuh Amel. Wanita itu mulai melangkahkan kakinya menuju meja rias dan mulai mengeringkan surai indahnya. Lagi-lagi wanita itu mengerutkan dahinya saat manik indah itu tak sengaja melihat pantulan sang suami yang masih memejamkan kedua matanya dari cermin.


Mengapa dia masih tertidur? batin Amel masih dengan aktivitas mengeringkan surainya.


Dimenit selanjutnya Amel telah selesai mengeringkan rambutnya, wanita itu kini berjalan ke arah sang suami untuk membangunkannya.


"Tuan bangunlah!" Pekik Amel, terlihat wajah cantik itu mulai memerah karena kesal. Namun hal yang sama yang ia dapatkan bahwa Azka terus tak bergeming


Amel terdiam, wanita itu memikirkan cara apa yang dapat membangunkan gunung es itu. Seketika sebuah ide konyol muncul di otak wanita itu, ia mulai melangkahkan kedua kakinya menuju kamar mandi lalu mengambil sebuah wadah dab mengisinya dengan air. Di detik selanjutnya wanita itu mulai menghampiri sang suami yang ia ketahui masih terlelap.


Byurrr


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


Hay aku kembaliii! lama tak berjumpa. Mohon maaf sekali aku baru bisa up karena beberapa waktu lalu sempat galau dengan kebijakan. wkkkk di tambah sekarang tugas daring itu udah mulai rutin dan banyak banget tugas yang aku harus kerjain. sekali lagi otor remahan ini mohon maaf ya. Dan satu lagi Aku pasti namatin ini kok tapi soal Up aku bakal Up SEBISAKU Aja ya😁. mohon maklum semuaa🤗

__ADS_1


__ADS_2