Terpaksa Menikahi Gunung Es

Terpaksa Menikahi Gunung Es
Apa aku mulai mencintainya?


__ADS_3

Sementara Azka membersihkan tubuhnya, Amel kini terlihat tengah membaringkan tubuh mungilnya di atas tempat tidur, dengan hitungan detik ia terlihat telah terlelap karena lelah.


Selam beberapa menit terlihat seorang pria gagah yang tengah melangkah masuk menuju kamar tidur itu dengan bertelanjang dada. Sesaat ia tersenyum simpul melihat istrinya yang tengah tertidur dengan lelapnya. Pria itu semakin mendekat pada wanita cantik yang kini tertidur lalu membungkukkan tubuhnya agar sejajar dengan istrinya tersebut.


Apa aku mulai mencintainya? batin Azka seraya mengelus lembut puncuk kepala istrinya itu.


Amel yang di perlakukan selembut itu pun semakin tertidur lelap.


Hari semakin gelap, terlihat seorang pria tampan yang tengah memasak makan malam hingga aromanya menyeruak di seisi rumah sederhana tersebut.


Sementara itu di sebuah kamar sederhana, terlihat seorang wanita cantik yang terbangun karena mencium aroma masakan yang sangat lezat, belum lagi sedari siang tadi ia belum memakan apapun. Wanita itu terus mengikuti sumber aroma yang membuatnya terbangun itu, langkahnya terhenti tepat di depan pintu sebuah dapur sederhana. Sesaat ia tersenyum kagum karena melihat suaminya sangat handal dalam hal memasak.


"Mengapa tak membangunkannku?biar aku saja yang memasaknya!" Ujar Amel seraya berjalan mendekat ke arah suaminya itu.


"Kau sudah ku bangunkan tetapi kau tak kunjung bangun!" Ujar Azka berbohong, ia sengaja berkata seperti itu agar ia bisa kembali menggoda istrinya tersebut.


"Benarkah?" tanya Amel seraya mengeryitkan keningnya karena heran


"Seingatku aku tak pernah seperti itu!" Ujarnya lagi seraya meletakkan lengan di pelipisnya.


"Memang benar!" ujar Azka bohong lagi, ia semakin senang melihat wajah istrinya yang tengah keheranan, namun menurutnya itu sangatlah menggemaskan.


"Sudahlah, sini biar ku teruskan!" Ujar Amel seraya mengambil alih spatula dan meneruskan masakan tersebut.


"Sudahlah kau duduk saja!" balas Azka seraya menaut kembali spatula yang sedari tadi di rebut istrinya itu lalu membuatnya duduk di meja makan sederhana itu.


Amel kini hanya memandang lembut ke arah suaminya itu, pasalnya ia baru mengetahui bahwa seorang pria Es sepertinya juga piawai dalam hal memasak.


5 menit lamanya Amel menunggu, ia sudah tak sabar melihat makanan yang kini tersaji tepat di depan kedua bola matanya tersebut. Sementara Azka pria itu kini tengah mencuci tangannya lalu mendudukan tubuhnya tepat di depan istrinya tersebut. Wanita itu terus mencium aroma lezat dari steak yang di buat oleh suaminya tersebut, dengan cepat wanita itu mengambil sebuah piring dan menaruh dua potong steak beserta sayuran di piringnya tersebut lalu memakannya dengan lahap hingga tak ada jeda.

__ADS_1


"Pelan sedikit, kau bisa tersedak nanti!" ujar Azka, namun Amel sama sekali tak menggubris perkataan suaminya tersebut. Belum lama Azka memperingatinya, wanita itu kini tersedak hingga terbatuk-batuk. Dengan sigap Azka mengambil sebuah gelas dan menuangkan air itu lalu ia berikan pada istrinya.


"Minumlah!" perintah Azka seraya menyodorkan sebuah gelas berisikan air putih tersebut, dengan cepat Amel menautnya dan meminumnya hingga tandas.


"Terimakasih," balas Amel saat dirasa ia sudah membaik seraya menaruh gelas itu di meja makan tersebut.


"Sudahlah lanjutkan makanmu, tapi harus hati-hati!" ujar Azka, seketika Amel merasa jantungnya kembali berdetak dengan kencang hingga ia pun tak bisa mengontrolnya.


"Mengapa melamun?cepat habiskan besok harus terbangun pagi karena harus pulang!" perintah Azka lagi, perkataan itu berhasil membuat lamunan Amel membuyar.


Beberapa menit kemudian keduanya terlihat selesai menghabiskan makan malamnya masing-masing, seperti biasa Azka pria itu memilih bersantai di dalam kamar tidurnya tersebut. Sedangkan Amel wanita itu kini tengah sibuk membersihkan semua alat makan yang sudah kotor tersebut.


Setelah selesai membersihkan semua alat makan, Amel wanita itu kini terlihat melangkah lenggang menuju kamar tidurnya itu, saat ia masuk ia di sambut oleh sepasang bola mata indah.


"Sudah selesai?" tanya Azka yang kala itu tengah duduk berselonjor di tepian tempat tidur miliknya, Amel pun mengiyakan lalu membaringkan tubuhnya tempat di samping suaminya tersebut.


"Apa besok kita benar-benar pulang?" tanya Amel, Azka pun mengiyakan.


"Memangnya kenapa Hemm?" tanya Azka balik seraya mengalihkan pandangannya yang sedari tadi membaca sebuah majalah ke arah istrinya tersebut.


"Tidak, hanya saja aku masih ingin berlibur." balas Amel seraya mengerucutkan bibir mungil tersebut.


"Nanti saja, kita akan berlibur lagi nanti!" ujar Azka, kini raut wajah Amel berubah menjadi sangat berbinar saat mendengar kata berlibur. Wanita itu sangat suka berlibur terlebih lagi jika dengan Azka, entak mengapa wanita itu kini sangatlah merasa nyaman berada di dekat pria es itu. Tak butuh waktu lama wanita itu kini tertidur dengan lelapnya. Sedangkan Azka pria itu masih terjaga, hingga beberapa menit matanya kini mulai memberat lalu ia pun menyusul istrinya itu ke alam mimpi.


....


Sang surya mulai menyinari ibu pertiwi, semburat jingga nampak di ufuk timur, cahayanya kini mulai merasuk ke celah-celah jendela yang berada di bangunan sederhana tersebut. Tiba-tiba terdengar suara ponsel berdering dan membuat sepasang bola mata cantik mengerjap lalu mengecek ponselnya ternyata bukan miliknya melainkan ponsel milik suaminya itu. Dengan cepat wanita itu membangunkan suaminya yang masih tertidur dengan lelapnya. Pria itu tak kunjung bangun, hingga terpaksa Amel lah yang harus menjawab telepon tersebut.


"Hallo dengan siapa saya bicara?" tanya Amel, wanita itu menjawabnya si pemanggil tanpa melihat namanya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Maaf Nona, ini saya Assisten Rama apa Bos ada?" tanya Assisten Rama dari seberang ponsel tersebut.


"Ah .. lama tak melihatmu, dia ada tapi masih tertidur!" balas Amel.


"Baiklah Nona, saya meminta tolong sampaikan pada Bos bahwa 3 jam lagi kita ada meeting dengan klien," pinta Assisten Rama dengan cepat Amel pun mengiyakan lalu menutup panggilan tersebut dan kembali menaruh ponsel milik suaminya itu.


Setelah itu Amel mulai mengemas barang-barang miliknya dan milik suaminya itu, ia dengan cepat memasukan semuanya kedalam koper berukuran besar, setelah itu ia kini berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya tersebut dan melakukan beberapa ritual mandi.


Selam beberapa menit wanita itu terlihat telah selesai membersihkan tubuhnya, seperti biasa wanita itu kini mengenakan kimono handuk yang melekat pada tubuh mungilnya tak lupa ia mengikatkan sehelai handuk di pucuk kepalanya itu. Kini ia melangkah lenggang menuju kamar tidurnya, lalu ia menemukan seorang pria yang asih saja mengatupkan kedua bola matanya.


Kini Amel melangkah mendekat pada suaminya itu dan langsung membangunkannya. alhasil sebuah mata indah menawan mulai terbuka dan langsung memandang ke arah wanita itu yang kala tadi hanya memakai kimono handuk. Sesaat pria itu tersenyum simpul dan ia bisa menghirup aroma wangi tubuh istrinya tersebut.


.


.


.


.


.


.


.


Holla aku kembali, ada yang masih nunggu story ini nngak ya?πŸ€”


Maaf banget baru bisa Up karena kemarin-kemarin aku ada urusan. kebetulan sekarang senggang jadi aku bisa nulis trus Up. Oh ya aku juga beberapa hari kedepan masih ada urusan, yang masih sekolah pasti udah tau ya😊 Tapi aku juga bakal berusaha nulis kokπŸ˜ŠπŸ˜‰

__ADS_1


Oke jangan lupa beri Like, Coment and Vote kalian ya!😍


Happy Reading, Seeyou next timeπŸ€—πŸŒΊ


__ADS_2