Terpaksa Menikahi Gunung Es

Terpaksa Menikahi Gunung Es
Sandiwara


__ADS_3

"Tenang saja, kau kemarilah ke mini market di jalan kamboja secepatnya!" perintah wanita itu. Dengan cepat para pria itu pun mengiyakannya.


Heh kita lihat apa yang akan terjadi pada dirimu Amel wanita murahan! umpat wanita itu.


Amel wanita itu kini terlihat tengah memilih beberapa jenis buah hingga dan beberapa camilan, hingga tiba-tiba seorang anak laki-laki kini berjalan menuju ke arahnya lalu memberi secarik kertas putih lalu kembali berlari saat ia ingin menanyakan siapa pengirimnya itu.


Karena penasaran Amel pun membukannya dan membacanya. Isinya adalah


Amel istriku pergilah ke ujung jalan mini market ini aku menunggumu segera! ~Azka.


Ini darinya?dia kan ke kantor? batin Amel seraya memutar bola matanya ke kiri dan kanan.


Sudahlah mungkin ini benar darinya tapi untuk apa? batin Amel lagi, namun wanita itu tak mau ambil pusing


Saat membaca isi surat itu Amel pun spontan tersenyum lalu bergegas menyudahi kegiatan belanjanya tersebut. Ia berjalan menuju ujung jalan tanpa di ketahui oleh supir yang mengantarnya itu.


Amel terus melangkahkan kedua kakinya menuju tempat yang di beritahukan, sesampainya disana jalan itu sangatlah ramai banyak sekali orang berlalu lalang, hingga membuat. wanita itu sedikit kesusahan dalam mencari suaminya. Namun ia mencoba menyapu pandangannya untuk menemukan Azka tapi yang ia dapat nihil, ia terus berjalan seraya mencoba menemukan orang yang ia cari.


Tanpa sadar ada sepasang bola mata indah yang tengah memandang Amel dengan tatapan penuh kebencian seraya tersenyum menyeringai.


Amel terus berjalan hingga dirinya kini yerlihat tengah menyeberangi jalan itu, tanpa sadar sebuah mobil jeep tengah melaju dengan kencangnya hingga mobil itu menyerempet tubuh mungilnya.


Brukk!


Tubuh Amel tersungkur ke aspal dan terkapar tak sadarkan diri semua buah-buahan yang telah ia beli sekarang terpental ke sembarang arah. Semua yang berada disana terkejut dan sangatlah riuh, sedangkan mobil yang menyerempet Amel kini melaju dengan kencangnya.


"Ini saatnya!" ujar wanita cantik yang sedari tadi memandangi Amel.


Wanita cantik itu bergegas mendekati kerumunan dan berpura-pura kasihan dan mengenal sang korban.


"Permisi semuanya." ujar wanita canti nan sexy itu, spontan semua orang pun menghindar dan memberi jalan.

__ADS_1


"Apa Camelia! kau kenapa bangunlah ... Hiks ..." ujar wanita cantik itu, namun dalam hatinya berkata lain wanita itu seakan sangatlah senang dengan keadaan Amel sekarang. Namun wanita itu tak menunjukkannya agar semua tak mencurigainya.


"Semuanya tolong bantu saya mengangkat teman saya kedalam mobil," ujar wanita itu seraya menunjuk ke arah mobil ferrari yang terparkir tak jauh dari tempat kejadian, memang semuanya telah ia siapkan sebelum Amel sampai di tempat itu. Wanita itu masih tetap bersandiwara.


"Mari kita angkat!" Riuh semua orang, kini tubuh Amel dibaringkan di kursi belakang mobil itu, sesekali wanita itu tersenyum menyeringai kala rencananya kini berjalan dengan lancar. Dengan cepat Wanita cantik itu melajukan kendaraannya dan membawa Amel pergi entah kemana yang pasti bukanlah ke rumah sakit


Sementara itu seorang supir yang mengantar Amel mulai cemas saat dirinya tak menemukan majikannya di mini market itu, pak supir terus mencarinya hingga berjalan menuju ke arah ujung jalan dari mini market itu. Sesampainya disana pak supir itu di buat heran karena banyak sekali kerumunan yang berada tepat di tengah jalan, hingga membuat pria paruh baya itu menanyakan apa yang telah terjadi.


"Maaf Pak ini ada apa ya? kok berkerumun." tanya pak supir itu kepada salah seorang yang berjalan melewatinya.


"Ah itu, tadi ada seorang wanita yang terserempet oleh mobil." jelas orang itu, seketika pak supir merasa sangat cemas. pikirannya hinggap kemana-mana. Bagaimana ini?jika nona kenapa-kenapa pasti Tuan akan marah besar, itulah yang terus berada di pikiran pria paruh baya itu.


Spontan pak supir berlari menuju kerumunan tersebut, pria paruh baya itu mulai menanyakan ciri-ciri sang korban, seketika pak supir pun terhenyak mendengar ciri-ciri sang korban. Pasalnya ciri-ciri itu sangatlah sama dengan nona mudanya itu.


Pak supir segera merogoh saku celananya, pria setengah paruh baya itu mulai membuka ponsel lalu menunjukan sebuah foto, ya foto itu adalah foto majikannya sendiri. Dan para orang disana memberitahu bahwa wanita itulah yang kini jadi korban. Spontan perkataan itu membuat pak supir semakin terhenyak. Ia bingung apa yang harus ia lakukan?ia telah gagal menjaga majikannya itu dan dapat di pastikan bahwa Tuan Azka akan marah, pikiran itu selalu melayang-layang di kepalanya.


Tio! aku harus memberitahunya! batin pak supir seraya menekan tombol ponselnya untuk menghubungi paman Tio.


Yap Pak supir itu bernama Fiko, seorang pria paruh baya berusia 40 tahun memiliki postur tubuh yang masih tegap, ia telah bekerja kurang lebih 8 tahun bersama keluarga putra. Pria paruh baya itu memiliki 3 orang anak perempuan dan tentunya hanya mempunyai 1 istri, Hampir setengah dari surainya mulai memutih, namun itu bukanlah akibat dari mengecat rambut melainkan karena usianya yang terbilang sudah tak muda lagi.


pak Fiko hanya terdiam tak menyahuti pertanyaan dari paman Tio, ia bingung apa yang harus ia katakan.


"Fiko bicaralah!" ujar paman Tio lagi.


"I-itu Tio, No-na muda sepertinya mengalami kecelakaan." jelas Pak Fiko dengan terbata-bata.


"Apa! bagaimana bisa? apa kau membawa mobil dengan tidak hati-hati?" tanya paman Tio bertubi-tubi. Dengan pelan Pak Fiko pun menjelaskan semua yang telah terjadi.


Paman Tio hanya terdiam mendengar cerita itu, ia bingung apa ia harus memberitahu majikannya sekarang?sudah di pastikan Tuan mudanya itu akan marah besar. Meski Tuannya mengatakan bahwa ia tak mencintai istrinya, namun paman Tio dapat melihat dari pandangannya.


"Bagaimana ini Tio apa yang harus ku lakukan?" tanya Pak Fiko dengan penuh kekhawatiran.

__ADS_1


"Sebaiknya kau hubungi Tuan saja jelaskan apa yang sebenarnya terjadi." ujar Paman Tio, pak Fiko pun mengiyakannya lalu menutup panggilan itu dengan segera.


Sementara itu di salah satu ruangan dari gedung pencakar langit terlihat beberapa pria yang tengah mendiskusikan presentasi dari seorang pria tampan yang di kenal dengan kecerdasannya dan juga kegigihannya, ya pria itu Azka. Diskusi itu terhenti tatkala sebuah ponsel tiba-tiba berdering. Sesaat Azka menghiraukannya, namun berkali-kali ponselnya berdering.


"Maaf sebentar semuanya." Ujar Azka pada semua rekannya. Pria itu kini berjalan menuju sisi ruangan meeting itu.


"Katakan ada apa!" ujar Azka datar, spontan itu membuat pak Fiko semakin takut untuk menjelaskannya.


"A-anu Tuan ..." ujar Pak fiko terbata-bata, belum sempat pria itu melanjutkan kata-katanya, Azka malah menyela perkataan itu.


"Cepatlah katakan!" cela Azka masih dengan ekspresi datarnya.


.


.


.


.


.


.


.


**Aku Up lagi nih, padahal ini udah 1000 kata lebih lho, oh Ya udah hari senin nih! jangan lupa bagi Vote sebanyak-banyaknya Ya.. wkk jangan lupa Like sama Komentnya juga


jangan jadi pembaca gelap ya😊


luvluv buat klean semua😚

__ADS_1


#AuthorBanyakMaunya**


__ADS_2