Terpaksa Menikahi Gunung Es

Terpaksa Menikahi Gunung Es
Kapan kalian Honeymoon?


__ADS_3

Untuk yang sedang menjalankan ibadah puasa sebaiknya baca pada saat sahur maupun buka puasa ya, wkk😁


Azka kini mulai ******* lembut bibir milik istrinya itu tak lupa lengannya kini mulai menjamah ke setiap jengkal tubuh istrinya itu. Saat mereka sedang melakukannya, tiba-tiba terdengar sayup-sayup dering ponsel yang berada pada nakas.


" Tu-Tuan, angkat dulu ponselmu siapa tahu itu penting." Ujar Amel, Azka menolak. Ia kini hanya ingin menikmati tubuh istrinya itu, entah mengapa dia sangat menyukainya. Namun ponsel itu kini seakan tak kenal lelah, terus berdering membuat mereka menghentikan kegiatannya dan Azka segera mengambil ponselnya itu dan menerima panggilannya.


" Dasar kau anak tak berbakti, mengapa menjawab teleponku saja sangat lama!" Ujar seorang wanita paruh baya yang berada di balik telepon itu.


" Maaf Mam, aku sedang sibuk." Balas Azka, Ya wanita paruh baya itu adalah Nyonya Sarah yang tak lain adalah ibu dari CEO Azka Putra.


" Sudahlah lupakan, aku hanya bertanya kapan kau akan berbulan madu?" Tanya Nyonya Sarah, Azka terdiam sesaat ia tak tahu harus menjawab apa.


" Hey!.Kau ini mendengarkan ibumu tidak!" Ujar Nyonya Sarah berteriak lewat ponsel tersebut.


" Ha-halo, Mam suara mu tak jelas sepertinya tidak ada signal." Elak Azka, sebenarnya signal di ponsel itu baik-baik saja, namun karena Azka bingung menjawab apa jadi ia mengelak. Ia segera memutuskan panggilannya.


Kini Azka menaruh ponselnya kembali di atas Nakas, Sementara itu kini Amel hanya duduk mematung dan bertanya siapa yang telah menghubungi Suaminya itu.


" Siapa?" Tanya Amel sembari menaikan satu alisnya.


" Mami, biasa dia menanyakan kapan kita akan Honeymoon." Balas Azka dengan santai, seketika itu juga pipi Amel memerah bak sebuah tomat segar. Azka kini mulai mendekati istrinya itu. Sedangkan Amel kini jantungnya berdebar sangat kencang seakan kini ia sedang mengikuti lomba marathon saja. Azka kini mulai mendekatkan wajahnya hingga saat ini wajahnya dan wajah Amel hanya berjarak 5 cm saja. Seketika itu juga Azka mulai membungkam bibir berwarna merah merona dan manis milik istrinya dengan bibir manisnya, seolah itu sudah menjadi hobi barunya saat ini.

__ADS_1


Azka kini menghentikan aksinya karena mereka berdua telah kehabisan oksigen, saat itu juga ia membuka kemeja yang kini ia pakai dan melemparnya ke sembarang arah. Kini terlihat dengan jelas dada bidang nan indah yang di miliki pria itu, Amel hanya terdiam dan kini jantungnya semakin berdetak tidak karuan. Azka memulai kembali aksinya dengan membungkam bibir wanita itu dengan bibirnya. Ia terus menciumi wanita yang kini berada di bawahnya, ciuman itu kini mulai menjalar ke arah tengkuk leher Amel yang sangat putih dan mulus hingga meninggalkan bekas pemiliknya.


Sementara itu lengan Azka yang lainnya denga cepat mulai membuka pakaian yang melekat pada tubuh istrinya itu, dengan cepat ia menariknya dan melempar pakaian itu ke sembarang tempat kini terlihatlah dua buah gundukan sintal yang sangat indah, Azka kini mulai memainkannya, sedangkan kini tubuh Amel hanya menggeliat karena mendapatkan perlakuan seperti itu. Mereka pun kini melakukan pergulatan panas tersebut.


***


Sore harinya


Kini mereka berdua tengah tertidur dengan lelap-nya karena lelah akan pergulatan panas tadi. Azka tidur dengan memeluk tubuh mungil istrinya itu, sedangkan Amel menenggelamkan kepalanya di dada bidang suaminya itu.


Sang Surya mulai menghilang di bawah garis cakrawala di bagian barat, kini cahaya orange itu mulai masuk melalui celah-celah jendela yang berada di bangun mewah tersebut.


Amel mulai mengerjapkan kedua bola matanya dengan pelan, sekilas terlihat cahaya yang kini berwarna orange, Ya itulah cahaya senja. Ia mencoba mengangkat lengan kekar itu agar ia bisa beranjak dari tidur lalu membersihkan tubuh-nya.


" Tu-Tuan bisakah kau lepaskan pelukkannya?. Tanya Amel, Azka hanya terdiam sesaat dan berkata, " Diamlah!Atau nanti ku dorong kau sampai ke bawah." Perintah Azka, perkataan itu sontak membuat Amel terdiam.


Amel kini menghadapkan wajahnya dengan wajah pria yang sedang tidur memeluk tubuhnya, ia sesekali menyentuh wajah suaminya itu dan tersenyum manis. pasalnya kini Azka terlihat tampan dan maskulin saat ia tertidur. Tiba-tiba pria itu membuka kedua bola matanya karena merasakan sentuhan yang di berikan wanita itu. Dengan secepat kilat Amel menarik. kembali lengannya, sedangkan Azka malah tersenyum dengan seribu arti.


" Mengapa kau memandangku dan terus mengelus wajahku, apa kau mulai mencintaiku?" Goda Azka, seketika itu juga jantung Amel mulai berdetak dengan kencang.


" Ti-Tidak, Tuan bisakah kau lepaskan pelukkanya aku ingin ke toilet dan membersihkan tubuhku." Pinta Amel dengan nada manja.

__ADS_1


" Baiklah, asalkan kau cium dulu aku!" Perintah Azka , Amel membulatkan kedua bola matanya dan kini terlihat pipinya merah merona bak sebuah tomat yang segar.


" Baiklah, bangunlah dulu dan tutup matamu." Perintah Amel, Azka pun menurutinya namun saat ia menutup matanya Amel tak kunjung menciumnya sampai ia membuka kembali kedua bola matanya. Ternyata kini Amel tengah berlari menuju toilet.


" Sial!. Aku di tipu!. Gerutu Azka


.


.


.


.


.


.


**Author Up lagi nih, masih ada yang nunggu cerita ini nggk?🤔. Udah hari mau hari senin nih yuk Vote NakAnak😊


Mohon maaf ya Up nya segini dulu karena sekarang author lagi bener-bener buntu.

__ADS_1


Author juga berterimakasih kepada yang ug nge-Vote, like and komen. Yang belum skuy sekarang juga vote, like and komen.


#AuthorNgarep😂**


__ADS_2