Terpaksa Menikahi Gunung Es

Terpaksa Menikahi Gunung Es
Berkeliling


__ADS_3

Dengan cepat Amel mendorong tubuh kekar milik suaminya itu ke kamar mandi, setelah itu ia kembali melangkah menuju kamar tidurnya untuk memilih pakaian yang akan ia pakai nantinya. Tak lupa ia pun menyiapkan pakaian yang akan di kenakan suaminya tersebut.


Tak lama kemudian Azka telah selesai melakukan beberapa ritual mandinya, pria itu kini melangkahkan kaki lengganya menuju kamar tidur. Sesampainya disana ia menemukan seorang wanita cantik yang tengah bercermin seraya menyisir surai hitam nan indah itu. Pria itu hanya tersenyum simpul dan melenggang masuk ke kamarnya tersebut.


"Tuan cepatlah aku tidak sabar untuk berkeliling!" ujar Amel seraya menyisir surainya tanpa menengok sedikitpun pada suaminya tersebut.


"Diamlah, siapkan aku dulu kopi!" perintah Azka, seketika Amel berdecak kesal namun wanita itu pun dengan segera melangkah lenggang menuju dapur untuk membuatlan secangkir kopi untuk suami menyebalkannya itu.


Sementara itu Azka kini mulai memakai pakaian yang telah di siapkan oleh istrinya itu, pria itu kini terlihat memakai sebuah koas polos berwarna abu-abu yang berbalut dengan hoodie berwarna navy, dan sebuah jeans pendek berwarna hitam, tak lupa pria itu pun memakai sneakers berwarna abu. Pria itu kini terlihat sangat tampan nan gagah. Ia juga tak lupa memakai pomade dan sebuah jam arloji yang ia lingkarkan di pergelangan lengannya tersebut.


Tak lama kemudian seorang wanita cantik tengah berjalan masuk seraya membawa nampan yang berisikan secangkir kopi untuk suaminya itu. Ya wanita cantik itu Amel, sesaat ia memandang lekat penampilan suaminya yang di anggapnya simple namun tak mengurangi ketampanan suaminya itu. Namun lamunan itu buyar saat pria yang tepat berada di depannya itu berkata, "Jangan pandangi ketampananku terus, nanti kau tergila-gila padaku!" ujar Azka dengan santainya.


"Cih sombong sekali!" gerutu Amel pelan, namun masih bisa terdengar jelas di telinga Azka.


"Apa kau bilang?! ujar Azka setengah berteriak. Amel terperanjat karena pria itu masih bisa mendengar gerutunya padahal ia bicara sangat pelan.


"Ti-tidak!lupakan saja, ini kopimu." balas Amel terbata-bata seraya menyerahkan secangkir kopi itu pada suaminya.


"Apa kau menyukaiku?" tanya Azka seraya menaaut kopi yang sedari tadi istrinya itu berikan.


Deg!


pertanyaa itu berhasil membuat jantung Amel berdetak dengan kencang sampai si empunya pun sulit mengendalikannya.


Astaga mengapa jantungku tak bisa terkontrol seperti ini? batin Amel


Apa aku harus ke dokter untuk memeriksa jantungku?batinnya lagi


"Hey memikirkanku lagi ya?" ujar Azka dengan santai seraya mendudukan tubuhnya di tepian tempat tidur itu, seketika lamunan Amel pun menbuyar


"Ah.. I-iya ada apa?" tanya Amel dengan terbata-bata.

__ADS_1


"Lupakan!" balas Azka dengan cepat seraya sesekali meneguk kopi yang sedari tadi ia pegang.


.....


Amel dan Azka kini terlihat sudah siap setelah pembicaraan kecil tadi, Wanita itu terlihat sangat tak sabar pergi meski hanya untuk berkeliling desa saja.


Kini planningnya adalah menuju ke perkebunan teh yang sangat luas, pemandangan disana pun terlihat sangat fresh dengan hijau yang nampak menyala. Wanita itu kerap berfoto selfi dengan rianya, sesekali ia mengajak suaminya untuk selfi bersama. Namun ekspresi yang di tunjukan Azka hanya ekspresi wajah datar, ekspresi itulah yang membuat Amel berdecak kesal sampai-sampai kedua lengan mungilnya itu menarik sisi bibir suaminya agar bisa tersenyum.


Azka hanya bisa tersenyum simpul melihat tingkah istrinya yang agak sedikit norak. Entah mengapa tiba-tiba pria itu merebut ponsel milik istrinya lalu mencium pucuk kepala gadisnya itu seraya mengangkat lengannya ke atas lalu memfotonya.


Deg!


Lagi-lagi jantung Amel kembali berdetak kencang, hanya pria itu saja yang dapat membuat Amel seperti ini.


"Ini cukup bagus!" ujar Azka seraya menurunkan kembali lengannya itu.


"Ah... I-iya!" balas Amel dengan cepat, sebenarnya wanita itu tak melihat sama sekali gambar tersebut


Setelah puas menjelajahi kebun teh kini mereka berjalan menuju persawahan, sejenak mereka duduk di tepi persawahan itu hingga beberapa menit kini matahari semakin terik mereka pun berjalan menuju air terjun yang katanya tidak jauh dari persawahan tersebut.


Sian atau lebih dikenal dalam Bahasa Inggris cyan (dari bahasa Yunani: κυανοs yang berarti "biru") adalah warna biru kehijau-hijauan.


Saat melihat pemandangan itu Amel kini kembali berswafoto ia kerap meminta Azka untuk sebagai fotografernya. Pria itu hanya menurut seraya tersenyum simpul.


Setelah selesai berswafoto wanita itu kini meloncat lalu berenang dengan rianya. Rasanya air disana itu sangatlah sejuk dan menyegarkan. Amel terus merengek agar suaminya pun ikut berenang dengannya di air terjun itu. Sampai telinga Azka rasanya ingin diputus karena mendengar rengekkan istrinya tersebut. Lama mereka berenang hingga jari jemarinya mulai berkerut, dengan cepat mereka pun menyudahi kegiatan berenangnya itu.


Kini sinar matahari tak lagi terasa terik pertanda hari mulai sore. Mereka berdua pulang dengan pakaian yang basah kuyup, Amel kerap kedinginan namun Azka dengan sigap menarik lengan mungil itu dan menghembuskan nafasnya agar terasa sedikit hangat.


Sesampainya dirumah keduanya kini berniat membersihkan tubuhnya, namun kamar mandi di rumah ini hanya ada satu jadi Amel lah yang terlebih dahulu membersihkan tubuhnya. Selam beberapa menit pun wanita itu terlihat telah selesai membersihkan tubuhnya seperti biasa ia memakai kimono handuk dan sebuah handuk yang ia ikat di pucuk kepalanya tersebut. Saat ia berjalan menuju kamar langkahnya terhenti tatkala seorang pria tengah terduduk diam dengan pakaiannya yang basah namun terlihat sedikit mengering itu hanya melamun.


"Tuan kau ingin membersihkan tubuhmukan?aku sudah selesai silakan!" Ujar Amel, perkataan itu berhasil membuat lamunan pria itu membuyar seketika.

__ADS_1


"Baiklah!" balasnya seraya beranjak dari duduknya dan berjalan melewati istrinya tersebut.


"Kau sedang memikirkan apa?" tanya Amel, spontan Azka pun menghentikan langkahnya lalu berbalik seraya berkata, "Memikirkan tubuhmu!" Goda Azka, padahal sumpah demi apapun pria itu tengah berpikir apa dia mulai jatuh cinta pada istrinya itu.


Seketika pipi Amel menjadi merah semerah sebuah tomat segar.


"Mesum!" balas Amel ketika bayangan suaminya itu mulai menjauh darinya. Wanita itu pun memilih melangkah lebar menuju kamarnya tersebut dan segera memakai sebuah setelan santai.


Sementara Azka membersihkan tubuhnya, Amel kini terlihat tengah membaringkan tubuh mungilnya di atas tempat tidur, dengan hitungan detik ia terlihat telah terlelap karena lelah.


.


.


.


.


.


.


.


.


Holla aku Up lagi mumpung ada waktu senggang jadi aku Up ya😊


Gimana part ini menurut kalian?


jangan lupa bagi Like, Coment And Votenya ya guys😊!

__ADS_1


Happy Reading🌺


See yo next time😁


__ADS_2