Terpaksa Menikahi Gunung Es

Terpaksa Menikahi Gunung Es
Acara Resepsi part 2


__ADS_3

Sementara itu, terlihat Azka yang masih memakai sebuah dasi. Ia mengenakan kemeja putih di balut dengan jas bewarna abu di sertai corak hitam dan celana abu agar senada dengan jas, dan tak lupa sebuah dasi kupu-kupu yang melingkar dia antara kerahnya. Kini Azka begitu sangat tampan.


*******


Setelah selesai Azka langsung menghampiri Amel yang sedang di rias di kamarnya. Azka mengetuk pintu itu.


Tok.. Tokk..


Mereka yang berada di balik, pintu berinisiatif untuk membukanya.


" Dimana istriku?" Tanya Azka


" Sedang di rias Tuan, sebentar lagi selesai." Ujar seorang kolega penata rias.


" Cepatlah, acaranya akan di mulai sebentar lagi." Perintah Azka.


" Baik Tuan, Anda ingin menunggu di dalam?" Tanya seorang kolega penata rias.


Tanpa menjawab Azka langsung masuk dan duduk di sebuah sofa, Ia memperhatikan Amel yang sedang di rias.


Setelah beberapa menit, akhirnya Amel selesai di hias, ia terus memandangi cermin yang ada di depannya lalu berdiri dan berbalik pada Azka. Azka yang telah menunggu sedari tadi langsung melihat Amel dan membulatkan matanya karena kini Amel sangat-sangat cantik seperti putri kerajaan.


Amel mendekati Azka, dan beberapa kali Amel melambai-lambaikan tangannya di wajah Azka.


" Hey Tuan, mengapa sampai memandangiku begitu?aku tau aku ini memang cantik, tapi tak perlu seperti itu." Ujar Amel penuh percaya diri.


Sontak Azka pun tersadar dan mengedipkan matanya.


" Apa kau bilang?aku memandangmu?" tanya Azka.


" Ya." Balas Amel sembari melipat kedua tangannya di dada.


" Cih percaya diri sekali, aku hanya melihat ada kotoran di matamu!" balas Azka.


Sebenarnya memang Azka sedang memandangi wajah cantik Amel, namun ia enggan untuk mengakuinya.

__ADS_1


Amel yang mendengarnya langsung mencari cermin dan berkaca untuk memastikan itu benar atau tidak.


" Tuan apa matamu bermasalah?tak ada apa pun di mataku ini." Balas Amel sembari terus bercermin.


" Sudahlah, mari keluar semua tamu telah berdatangan." Ajak Azka.


Sementara itu MC telah membuka dan menjelaskan semua acaranya dan kini saatnya untuk mempelai keluar.


Azka dan Amel berjalan beriringan, Azka yang menggandeng Amel dan Amel berjalan dengan anggunya sambil membawa satu buket bunga di tangan yang lainnya.


Semua tamu bertepuk tangan dengan riuhnya karena melihat mempelai yang begitu sangat serasi, Rama pun mengabadikan moment itu untuk bosnya.


Mereka berdua menyapa semua tamu dengan menggunakan mikropon.


setelah menyapa kini saatnya acara berdansa, semua yang memiliki pasangan boleh ikut serta.


Azka meletakan tangannya di pinggul Amel, sedangkan Amel meletakan tangannya di bahu Azka, mereka pun berdansa dengan indahnya.


Kini semua media memotret moment indah Azka dan Amel.


Setelah beberapa lagu, acara dansa pun selesai, kini saatnya di penghujung acara yaitu memberi selamat pada mempelai.


Amel tersenyum bahagia saat melihat sahabatnya Diana telah datang untuk memberi selamat.


" Ahhhhh Amel, selamat untukmu!semoga awet ya!" ucap Diana sembari memeluk Amel.


" Terimakasih, maaf tak memberitahumu." balas Amel.


" Tak apa, sudah ya di belakang masih ngantri buat memberi selamat padamu." balas Diana sembari berjalan meninggalkan kedua mempelai. Tanpa di sadari seorang pria terus memandangi wajah cantik Diana. Amel yang menyadari itu dari kejauhan pun segera melangkahkan kakinya ke belakang lalu mengirim pesan kepada seseorang. Pria itu tersadar saat ponselnya berdering tanda pesan masuk. Ia pun langsung membacanya dan menemukan sebuah nomor telepon yang di kirim oleh istri bosnya. Ya Pria itu adalah Assisten Rama


Tak lama seorang wanita berparas cantik, bertubuh ideal, dan mengenakan gaun yang terbuka sehingga meninggalkan kesan sexy pun datang, ia berjalan menuju mempelai dengan lenggak-lenggok.


Semua mata melihatnya, Ia terus berjalan mendekat pada Amel dan memberikan ucapan selamat.


" Selamat, jaga pernikahan kalian!" ujar wanita itu dengan senyum menyeringai.

__ADS_1


" terimakasih." Jawab Amel. Ia tak memperhatikan maksud dari perkataan wanita itu.


Sementara itu Azka hanya terdiam melihat wanita yang sedang berbicara dengan Amel.


Setelah berbicara kepada Amel, wanita itu kini menghampiri Azka dan mengucapkan selamat, namun Azka tak menjawabnya. Rama yang melihat wanita itu langsung menghampirinya dan menarik wanita itu ke sisi rumah yang lainnya.


" Hey Rama, lepaskan!" teriak ringan wanita tersebut.


" Kenapa kau datang kesini?untuk menghancurkan pesta?" bentak Assisten Rama.


" Mengapa tak boleh kah?" balas wanita itu sembari senyum menyeringai.


" Jika kau kesini hanya untuk membuat Tuan Azka dan istrinya bertengkar maka pergilah dari sini!" bentak Assisten Rama lagi.


" Huh, enak sekali nuduh!" balas wanita itu.


Tiba-tiba terdengar suara ponsel berdering, ponsel itu tak lain adalah milik Assisten Rama. Assisten Rama melihat si pemanggil, setelah itu ia langsung mengangkatnya.


" Halo Bos, ada apa?" tanya Assisten Rama.


" Biarkan wanita itu disini, kita lihat apa yang dia ingin lakukan." Balas Azka.


" Tapi Bos dia..


Belum sempat Assisten Rama menyelesaikan bicaranya Azka langsung memotongnya.


" Sudahlah dengarkan perintahku!jika ia berbuat onar maka bawa dia ke tempat terpencil!" perintah Azka sembari menekan intonasinya.


" Baik Bos!" balas Assisten Rama dengan cepat.


Azka pun mematikan ponselnya.


" Hey Lisa kau boleh berada disini, asalkan jangan membuat onar!" Perintah Assisten Rama.


" Huh!" balas Lisa sembari meninggalkan Assisten Rama.

__ADS_1


Yap namanya adalah Lisa Laurenza, wanita berusia 25 tahun, seorang model yang terkenal di kota Y, ia terobsesi pada Azka sampai-sampai ia pernah menyingkirkan semua wanita yang mendekat pada Azka. Azka sama sekali tak menyukainya maupun memperhatikan Lisa karena sikapnya yang berlebihan.


Kedatangan Lisa kali ini bulan tanpa alasan, melainkan untuk merebut Azka dari Amel.


__ADS_2