Terpaksa Menikahi Gunung Es

Terpaksa Menikahi Gunung Es
Acara Resepsi part 1


__ADS_3

" Sini duduklah di samping suamimu ini!" Goda Azka sambil menepuk-nepuk tepian kasur.


" Tidak Mau!" Balas Amel dengan cepat.


Azka senang melihat ekspresi ketakutan istrinya itu.


" Mau ku gendong?" Goda Azka lagi.


Mendengar kalimat itu, Amel langsung berjalan dan duduk di samping Azka.


Azka semakin senang menggoda istrinya itu. Dan kini lengannya pun menempel pada bahu Amel.


Amel semakin takut, ia belum siap melakukannya.


Lalu Azka mendekatkan wajahnya pada telinga Amel untuk membisikkan sesuatu.


" Aku ingin, Apa kau siap?" Goda Azka sambil tersenyum menyeringai.


Amel yang mendengarnya langsung membelalakan kedua bola matanya, dan spontan ia berdiri.


" Ma.. Maaf Tuan, aku harus ke toilet, untuk mandi!" Balas Amel dengan terbata-bata dan bergegas ke toilet.


Azka yang melihatnya spontan tertawa dengan lepasnya, Sedangkan Amel heran mengapa Azka tertawa.


Selang beberapa saat, akhirnya Amel menyadari bahwa ia telah dipermainkan oleh Azka si gunung es itu. Amel pun berniat membalasnya.


Setelah beberapa menit, Amel pun keluar dari kamar mandi, ia mengenakan kimono handuk, dan rambutnya yang di ikat.


Amel melihat Azka yang tengah berbaring di kasur, Ia pun mencoba menggodanya.


" Suamiku, mandilah dulu katanya kau ingin itu." Ujar Amel dengan manja.


' Heh kita lihat!permainanmu akan berbalik pada dirimu sendiri! ' Batin Amel.


Azka yang mendengarnya spontan bangun.


" Kau bilang tadi apa?" Tanya Azka heran.

__ADS_1


"Kau bilang ingin melakukan itu, tapi kau harus mandi dulu!" Balas Amel manja.


Azka yang mendengarnya langsung, memasuki kamar mandi.


Sementara itu Amel terus cekikikan, melihat Azka yang terjebak di permainannya sendiri.


' Hahah... rasain tuh, Gunung es.' Batin Amel sambil cekikikan.


Sementara Azka di toilet, Amel bergegas mengenakan pakaiannya, ia memakai kaos santai di sertai dengan celana jeans, setelah itu ia pergi keluar kamar untuk bersembunyi dari Azka.


Selang beberapa menit, Akhirnya Azka selesai dari mandinya, ia segera keluar namun saat ia keluar, ia tak menemukan Amel dimana-mana.


Azka merasa kesal, Kini ia sadar bahwa ia sedang di permainkan oleh istrinya itu.


Sementara itu, Amel terus berjalan dengan hati-hati karena takut tertangkap oleh Azka. Saat sedang berjalan tak sengaja Amel menabrak ibu mertuanya yang tak lain adalah Bu Sarah.


" Eh.. Tan, Maaf Amel nggak sengaja." Ujar Amel.


" Kamu ini, Mami dong kan udah SAH jadi istri Azka." Balas Bu Sarah dengan cepat.


" Kamu kok disini, bukannya siap-siap buat acara resepsi." Ujar Bu Sarah.


" Ah, Iya Mam, Penata riasnya belum datang." Balas Amel.


" Apa?Sebentar Mami telepon dulu penata riasnya." Balas Bu Sarah sambil mengeluarkan ponselnya dan berjalan pergi.


Amel memilih duduk di meja makan, dan memakan beberapa buah.


Tak lama Bu Sarah pun datang kembali.


" Mel, penata riasnya akan datang 5 menit lagi, mereka sedang di jalan sekarang, sebaiknya kamu ke kamar saja takutnya ada tamu yang datang melihat penampilanmu yang seperti ini." Ujar Bu Sarah.


" Baik Mam." Balasnya dengan cepat.


Sebenarnya Amel tak mau masuk ke kamar itu, karena ia takut Azka marah dan berbuat sesuatu yang aneh-aneh.


Sementara itu, Azka mendengar suara kaki yang berat mulai mendekat, ia menebak itu pasti Amel. Jadi ia ingin berpura-pura tidur untuk kembali membalas Amel.

__ADS_1


Benar saja suara langkah kaki berat itu adalah Amel, Perlahan ia membuka pintu kamar itu, Saat ia melihat Azka tertidur spontan ia merasa lega.


' Untuk saja Gunung Es ini tertidur!' Batin Amel.


Saat Amel mendekati Azka, tiba-tiba tangannya di tarik oleh Azka sehingga membuatnya terjatuh ke atas ranjang, kini posisinya berbalik 180 derajat, Amel di bawah sedangkan Azka di atas.


Jantung Amel berdebar, Ia takut Azka akan melakukan itu. Tapi tak lama kemudian Azka hanya tertawa melihat ekspresi ketakutan dari istrinya itu.


" Bhwaaaa, wajahmu lucu sekali ketika ketakuatan." Ejek Azka.


" Kau mempermainkan aku lagi!" Balas Amel dengan cepat.


" Ya.. ya kini skor menjadi 2-1." Balas Azka sanati sambil merubah posisinya menjadi duduk di sofa.


" Kau ini!" Ujar Amel penuh Amarah.


Tak lama suara pintu pun terdengar tanda seseorang mengetuknya, kemudian Amel membukakannya, ternyata dia adalah penata riasnya.


"Nona, kita akan meriasmu dimana?" Tanya perias.


" Di kamar ini saja." Balas Amel.


" Baiklah."balas penata rias itu sambil berjalan masuk.


" Hey Tuan, Sebaiknya anda keluar, kamar ini akan ku pakai." Ujar Amel ketus karena masih sedikit kesal.


Azka hanya menurut, karena ia tau jika ia meladeni Amel urusannya tak akan selesai.


Setelah Azka pergi, Kini Amel memakai gaun bewarna putih, lengan panjang namun bagian bahunya agak sedikit jatuh, itu yang membuat gaunya elegant. Mereka juga menata rambut Amel dan memakainya sebuah mahkota, lalu mereka memakaikan make up tipis karena acaranya berlangsung malam agar Amel terlihat fresh.


30 menit kemudian..


Tamu-tamu mulai berdatangan, mulai dari para karyawan Azka sampai teman-temanya.


Sementara itu, Terlihat Azka yang masih memakai sebuah dasi. Ia mengenakan kemeja putih di balut dengan jas bewarna abu di sertai corak hitam dan celana abu agar senada dengan jas, dan tak lupa sebuah dasi kupu-kupu yang melingkar dia antara kerahnya. kini Azka begitu sangat tampan.


Hay guys yuk like sebanyak-banyaknya dan beri komentar😊

__ADS_1


__ADS_2