Terpaksa Menikahi Gunung Es

Terpaksa Menikahi Gunung Es
Sadar


__ADS_3

Aku tertidur disini rupanya! batin Azka seraya membenarkan posisi duduknya lalu meregangkan otot-otot tubuhnya yang dirasa kaku akibat posisi tidurnya semalam. Dilihatnya sang istri yang tak kunjung membuka matanya.


Camelia, sadarlah, kumohon!


Tak lama setelah itu seorang dokter wanita beserta dua perawat pun datang untuk memeriksa keadaan Amel. Azka pun bergegas melenggang ke luar karena sebelumnya dokter menyarankan untuk menunggu di ruang tunggu.


Selang beberapa menit dokter dan para perawatnya pun telah selesai memeriksa Amel, dengan secepat kilat Azka pun menghampiri dokter itu untuk menanyakan keadaan istrinya tersebut.


"Bagaimana kondisi istri saya?Mengapa dia belum juga sadarkan diri?" tanya Azka seraya mengarahkan kedua bola matanya untuk terus melihat tubuh mungil istrinya yang tengah terbaring di brankar.


"Keadaannya sudah stabil, tak lama pun Nyonya pasti sadarkan diri," jelas Dokter seraya menyunggingkan senyuman lalu bergegas melenggang dari ruangan tersebut.


Setelah mendengar penjelasan dari dokter, Azka kembali memasuki ruangan itu lalu mendaratkan tubuhnya di kursi yang berada tepat di samping brankar. Tak lama kemudian seorang pria terlihat memasuki ruangan tersebut seraya menenteng beberapa kantung plastik di kedua lengannya itu.


"Bos mari sarapan dulu!" ujar Assisten Rama seraya menepuk pelan bahu bosnya itu. Spontan Azka pun membalikkan tubuhnya seraya berkata, "Tidak lapar!"


Yap Pria itu yang tak lain dan tak bukan adalah Assisten Rama


"Bos jika kau terus seperti ini kau bisa sakit," ujar Assisten Rama kembali. Namun Azka lagi-lagi menolaknya.


Assisten Rama pun mengalah dan menaruh beberapa kantung plastik tersebut di atas meja yang berada tepat di sisi kanan brankar. Pria itu menatap sekilas penampilan bos sekaligus sahabatnya. Baru kali ini ia melihat bosnya yang kacau seperti ini hanya karena seorang wanita. Surai yang tak lagi tertata rapih, pakaian yang agak sedikit lusuh dan jangan lupakan lingkaran berwarna hitam yang letaknya di sekitar matanya tersebut.


"Bos apa kau sudah menghubungi keluarga kalian?" tanya Assisten Rama. Azka hanya menggelengkan kepalanya seraya terus menatap wajah istrinya tersebut.


Setelah melihat jawaban bosnya itu, Assisten Rama pun meninggalkan ruangan itu bermaksud untuk menghubungi


para keluarga Azka.

__ADS_1


Kau cantik sayang, jika kau bangun kau akan lebih terlihat cantik! ujar Azka dalam hati seraya mengelus lembut pucuk kepala istrinya itu.


Beberapa menit kemudian sepasang bola mata indah pun mengerjap pelan. perlahan pandangan itu pun menyapu ruangan tersebut mencoba mencari tahu dimana dirinya kini.


Azka yang menyaksikan itu pun spontan tersenyum sumringah. Pria itu langsung menghujani istrinya dengan beberapa ciuman di pucuk kepalanya. Sedangkan Amel wanita itu hanya mengeryitkan dahinya karena heran, mengapa Azka kini seromantis ini?pikirnya.


"Aku kenapa?" tanya Amel saat Azka menghentikan kegiatannya.


"Kau tidak sadarkan diri semalam," balas Azka.


"Aww.." ringis Amel saat tiba-tiba merasakan nyeri di area pelipisnya.


Dengan cepat Azka pun memijat lembut pelipis istrinya seraya berkata, "Apa rasa sakit?"


Amel hanya menggeleng, entah mengapa dirinya begitu menyukai saat Azka memperlakukannya seperti itu.


Tak lama kemudian seorang dokter cantik di sertai satu orang perawat pun datang untuk mengecek keadaan Amel. Azka pun melenggang ke luar dari ruangan itu bermaksud untuk tidak mengganggu pemeriksaan.


Azka pria itu kini mendaratkan tubuhnya di kursi ruang tunggu. Dirinya menangkap beberapa orang yang berjalan menghampirinya dan tak asing lagi baginya.


"Anak siallan!Mengapa kau tak memberitahu kami?" tanya Nyonya Sarah seraya menarik telinga sang putra dengan keras sehingga si empunya pun meringis kesakitan.


"Maaf Mam, aku lupa. Tapi Amel sudah sadar," balas Azka saat Nyonya Sarah menghentikan aktivitasnya.


Dokter pun ke luar dari ruangan itu lalu dan memberitahu bahwa keadaan Amel kini sudah membaik, setelah itu dokter dan perawat pun melenggang dari ruangan tersebut.


Dengan cepat Nyonya Sarah dan Tuan Reyhan pun memasuki ruangan yang bertuliskan bourgenvile 1, Yap ruangan itu merupakan ruangan yang di tempati oleh menantunya.

__ADS_1


Nyonya Amel kini mendaratkan tubuhnya di kursi yang letaknya di sisi brankar. Yap kursi itu sebelumnya telah di duduki oleh Azka. Amel pun tersenyum saat melihat kedatangan mertuanya itu.


"Mami ... Apa kabar?" tanya Amel. Nyonya Sarah hanya mengeryitkan dahinya seraya berkata, "Mengapa kamu yang menanyakan kabar Mami?harusnya itu Mami yang menanyakan kabarmu Nak!"


Amel hanya tersenyum seraya berkata, "Aku baik-baik saja Mam!"


Sementara itu di ruang tunggu,


Azka masih terduduk diam. Dirinya menangkap sesosok pria yang tak asing lagi baginya. Ya pria itu adalah Assisten Rama yang tengah berjalan mendekat ke arah dirinya.


"Apa kau yang menghubungi keluargaku?" tanya Azka saat Assisten Rama baru saja mendaratkan tubuhnya di kursi ruang tunggu itu. Assisten Rama pun mengiyakannya.


.


.


.


.


.


Aku Up nih, Thor kok lama?kok dikit?


Maaf ya Authornya sedang sibuk dengan tugas sekolah karena sekarang tahun ajaran baru. Ini juga author nyempetin nulis maaf kalau ambradul nanti ku revisi.


Sekedar info karena sekarang author akan di sibukan dengan kegiatan lain, jadi author gak bisa pasti up seperti biasanya. Ya mohon kalian Maklum

__ADS_1


__ADS_2