Terpaksa Menikahi Gunung Es

Terpaksa Menikahi Gunung Es
Operasi berhasil


__ADS_3

" Baik, Hati-hati Tuan CEO!" Balasnya sambil tertawa.


Mereka pun meninggalkan butik, dan memasuki mobil.


" Tuan kita mau kemana lagi?" Tanyanya.


" Kita ke rumah sakit." Balasnya cepat.


Amel terdiam tiba-tiba ia teringat bagaimana sekarang kondisi ibunya. Azka yang melihatnya mencoba menenangkannya dengan kata-kata.


" Sudahlah, ibumu pasti kuat!" Ujarnya agar Amel tak khawatir lagi.


" Iya, terimakasih Tuan." Balasnya Manis.


Mereka tak sadar bahwa mereka mulai menyimpan perasaan sedikit.


**********


Akhirnya Amel dan Azka sampai di rumah sakit, terlihat adiknya dan asisten Rama yang sedang terduduk diam karena sedang menunggu bu Rahma yang sedang di operasi.


Amel pun langsung menghampiri mereka.


" Asisten Rama bagaimana keadaan ibu saya?" Tanyanya khawatir.


" Belum ada kejelasan, masih di operasi." Jelas asisten Rama.


"Terimakasih karena telah menunggu." Balas Amel.

__ADS_1


" Tak perlu sungkan ini tugas saya Nona." Balas asisten Rama dengan cepat.


Azka yang mengingat bahwa Amel belum makan, langsung memerintah Asistennya untuk membeli makanan.


Tak lama kemudian lampu operasi pun padam dan dokter pun keluar, Amel yang melihatnya langsung bertanya keadaan ibunya pada dokter.


" Dok, bagaimana keadaan ibu saya?" Tanyanya dengan cepat.


" Ibu anda sudah baik-baik saja, operasinya berhasil!" Balas dokter itu dengan ramah.


" Apa kita boleh masuk dok?" Tanya amel.


" Silakan boleh." Balas dokter sembari beranjak dari tempatnya berdiri.


Amel dan Vira terburu-buru masuk ke ruangan ibunya namun, ibunya belum sadar.


" Ah iya bu lusa aku akan menikah." Bisik Amel.


Tak lama satu persatu jari tangan ibunya bergerak dan perlahan Bu Rahma membuka matanya, Amel yang melihat itu merasa sangat bahagia dan langsung memanggil dokter dengan cara menekan tombol Call Button yan berada di samping brankar.


" Mel..." lirih bu Rahma.


" Bu, jangan banyak bicara dulu." Ujar Amel.


Tak lama dokter dan seorang perawat pun datang untuk memeriksa keadaan Bu Rahma.


" Permisi mohon mundur sebentar." Ujar perawat.

__ADS_1


Mereka mundur beberapa langkah, sedangkan dokter memeriksa denyut jantung dan yang lainnya.


Setelah beberapa menit, akhirnya dokter selesai memeriksa dan menyatakan bahwa bu Rahma baik-baik saja dan sekarang dalam masa pemulihan.


Hari mulai sore. Azka pamit pulang pada Amel. Ia belum sempat berbicara pada Bu Rahma karena Bu Rahma membutuhkan istirahat yang lebih. Tak lupa Azka Membeli makanan Via online untuk Amel dan adiknya nanti malam.


**********


Kediaman keluarga Putra


Hari menjadi semakin gelap kini waktunya untuk makan malam bersama, Pak Reyhan yang telah duduk di meja makan dan Bu Sarah yang melayaninya, tak lama Azka pun turun dari bilik kamarnya, ia menuruni tangga dengan santainya dan duduk di sebelah ibunya itu.


" Nak besok berarti adalah pesta pertungan kalian?" Tanya Pak Reyhan.


" Ah.. Aku sampai terlupa Pa!" Balas Azka sambil menyentuh pelipisnya.


" Nak, besok bawalah Amel kemari, ibu ingin bicara." Perintah bu Sarah.


" Ibu ingin membicarakan apa?" Tanya Azka heran.


" Tenang saja ibu tak akan membuatnya kabur dari pernikahan." Balas ibunya.


Nb Author:Yuk like sama vote buat dukung novel ini☺dan jangan lupa komen sebanyak-banyaknya.jangan lupa mampir juga di novel saya yang lainnya:Kau Cinta Pertamaku!


salam sayang author:


Jsl Uciha

__ADS_1


__ADS_2