
"Ha-halo, Tuan apa anda masih disana?" Tanyanya dengan bingung karena tak ada jawaban.
"Sudahlah kau berhenti bekerja, biar saya yang membiayai hidup kalian!" Ujarnya dengan dingin karena tak mau Amel mengetahui bahwa dia perhatian terhadapnya jadi ia bertingkah kembali dingin.
' Cih Dia ini perhatian tapi tetap masih dingin!' Batinnya.
"Maaf.. saya tak mau merepotkan Anda." Tolaknya.
"Ku bilang berhentilah bekerja!" Perintahnya dengan tegas.
Amel yang mendengar perkataan itu langsung merasa takut dan mengiyakan perintah dari Azka.
"Ba-baiklah." Balasnya terbata.
"Bagus!ingat kau harus menemuiku di Caffe Lion jam 3 nanti!" Ujarnya sembari langsung mematikan teleponnya.
Bip...bip (telepon terputus)
'Cih Dia ini!selalu memerintah, sekarang aku harus ke Warteg untuk memberitahu Bu Darmi kalau aku nggak bisa kerja disana lagi!'batinnya.
Amel pun langsung menuju ke wartegnya Bu Darmi, dan meminta maaf pada Bu Darmi karena tak bisa bekerja disana lagi, untungnya Bu Darmi baik sehingga mengerti Amel dan tak memarahinya.
__ADS_1
Disisi lain...
Kediaman Keluarga Putra...
Setelah selesai menghubungi Amel, Azka langsung bergegas memakai jas nya untuk pergi ke kantor, ia mengenakan kemeja berwarna putih di sertai dengan jas warna Navy dan Dasi berwarna Biru yang melingkar di lehernya, membuat ia semakin Tampan Nan Gagah. Setelah itu ia langsung turun ke meja makan untuk sarapan bersama keluarganya itu, Terlihat ayah dan ibunya yang sudah duduk di meja makan tersebut.
"Nak, apakah kau mau mengajakku menemui calon istrimu?" Tanya ayahnya.
"Ya, Aku sudah berjanji, Di Caffe Lion jam 3." Balasnya sembari hendak duduk.
"Baiklah.." Balas ayahnya.
'Baiklah kita lihat gadis seperti apa yang anakku pilih!' batin ibunya
Setelah selesai sarapan Azka langsung bergegas menuju kantornya. Sesampainya Di Kantor Ia langsung masuk lobby dan semua karyawan terlihat tertunduk saat Azka masuk, terlebih lagi para gadis yang bekerja disana langsung memandangi ketampanan Azka, Mereka bilang bagaikan mendapat asupan bergizi di pagi hari.
Azka langsung menaiki lift khusus Presiden Direktur dan sampai di ruangannya yang indah dan tersusun rapih. Ia langsung menghubungi Rama Asistennya untuk mencari tahu apa yang sedang dilakukan Amel sekarang.
"Pergi cari tahu apa yang sedang Amel lakukan!" Perintahnya sambil menekan intonasinya.
"Baik Bos." Balasnya dengan cepat.
__ADS_1
Rama pun langsung mengirim beberapa orang untuk mengawasi apa saja yang dilakukan Amel. Tak butuh waktu lama para pengintai pun mendapatkan informasinya dan dengan segera menghubungi bosnya untuk memberitahukan kegiatan wanita itu.
"Bos dia sedang berada di rumah sakit bersama adiknya di ruang anggrek 1." Lapor pengawas itu.
" Baik tugas mu selesai." Balas Assisten Rama.
Setelah mengetahui kabar Amel, Assisten Rama langsung mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Bos nya itu tentang keadaan Amel.
"Bos di baik-baik saja, dia sedang menunggu ibunya di rumah sakit." Jelas Assisten Rama
"Baiklah, kau cepat ke kantor!" Perintah Azka seraya memutus panggilan itu tanpa mendengar jawaban dari Assisten Rama.
"Aih... ada apa lagi ini." Gumamnya sembari menepuk dahi.
....
30 menit kemudian ...
Assisten Rama yang baru sampai di kantor dengan segera bergegas masuk, di dalam semua karyawan pun tertunduk hormat karena memang Assisten Rama adalah tangan kanannya CEO Azka sekaligus Temannya mereka pun sama takut pada Rama. Para gadis kembali mengagumi ketampanan Rama jika tadi dapat asupan bergizi maka sekarang dapat Protein😆.
Nb Author:Yuk like sama vote buat dukung novel ini☺dan jangan lupa komen sebanyak-banyaknya.jangan lupa mampir juga di novel saya yang lainnya:Kau Cinta Pertamaku!
__ADS_1
salam sayang author:
Jsl Uciha