
Amel terdiam, wanita itu memikirkan cara apa yang dapat membangunkan gunung es itu. Seketika sebuah ide konyol muncul di otak wanita itu, ia mulai melangkahkan kedua kakinya menuju kamar mandi lalu mengambil sebuah wadah dab mengisinya dengan air. Di detik selanjutnya wanita itu mulai menghampiri sang suami yang ia ketahui masih terlelap.
Byurrr
Seketika percikan demi percikan air tumpah. Tentu saja air itu tak mengenai kulit mulus Azka sedikit pun. Pria itu dengan cepat mengasurkan tubuhnya ke sisi lain dari ranjang berukuran besar tersebut. Jangan lupakan Amel yang ternganga begitu lama karena melihat kesigapan sang suami.
Kenapa dia begitu cepat sekali? bukankah dia tidur? atau dia memiliki indra ke tujuh? aishhh ... menakutkan! batin Amel seraya tersenyum canggung
"Aku tidak memiliki indra ketujuh!" ujar Azka secara tiba-tiba membuat Amel kembali ternganga mendengarnya. Bagaimana dia bisa tahu aku memikirkan itu? pikirnya.
Azka beranjak dari tidurnya, pria itu mulai mendekat pada sang istri dan menepuk pelan bahu wanitanya seraya berkata, "Kenapa kau berani sekali melakukan hal itu?!"
"I-itu ... Hal apa yang kau maksud?" tanya Amel, wanita itu berpura-pura tak tahu.
"Kau ingin mengguyurku tadi!" cetusnya.
"Kau tadi tidak bangun, maka dari itu aku melakukan hal itu," jelas Amel. Seketika Azka tersenyum simpul, pria itu hanya berniat menggoda istrinya saja sebagai pembalasan untuk mengkhawatirkan pria lain.
"Sudahlah, aku ingin membersihkan tubuhku," ujar Azka seraya membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju toilet.
Apa dia marah? batin Amel.
....
Beberapa menit kemudian ....
Azka telah menyelesaikan berbagai ritual mandinya. Pria itu mulai mendorong handle pintu toilet tersebut lalu dahinya seketika mengerut kala dirinya tek menemukan siapapun disana.
__ADS_1
Dimana Amel? batinnya seraya terus mengeringkan surainya yang masih basah itu dengan sehelai handuk yang menjuntai di lehernya. Pria itu tak ambil pusing, mungkin saat ini istrinya tengah berada di ruang makan, pikirnya.
Azka telah mengenakan pakaian santainya. iya pria itu memutuskan untuk libur hari ini dan memberikan semua tugas kantornya pada Assisten Rama. Pria itu mulai menuruni satu demi satu anak tangga tersebut dan dilihatnya Amel yang sedang bergelut dengan semua peralatan dapurnya. Paman Tio yang kala itu tengah memantau pelayan untuk membantu nona mudanya kini menghampiri Azka yang tengah berdiri di anak tangga terakhir itu.
"stttt ... kalian bubarlah kerjakan yang lain!" perintahnya dengan nada bicara sekecil mungkin agar Amel tak mengetahui keberadaan dirinya. Paman Tio pun menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti. Pria setengah paruh baya itu memberikan signal pada yang lainnya untuk meninggalkan nona dan tuannya hanya berdua.
Setelah dirasa para pelayan telah menjauh, Azka mulai melangkahkan kakinya untuk lebih mendekat pada istrinya itu. Hingga aroma dari makanan yang Amel buat kini menyeruak di ruangan tersebut. Iya ruang makan dan dapur di mansion itu satu ruangan. Hingga Amel di buat terkejut tatkala sepasang lengan kekar telah melingkar di tubuhnya. Tentu saja itu adalah Azka.
"A-apa yang Tuan lakukan," ujar Amel terbata. Wanita itu kini merasa jantungnya kian berdegup kencang.
"Jangan panggil aku Tuan! Aku ini SUAMIMU! panggil saja namaku," cetusnya seraya menekankan kata 'Suami'.
"Baiklah Azka, tolong lepaskan aku." Amel perlahan melepas lengan kekar itu dari tubuhnya dan kembali melakukan kegiatannya yang sempat terhenti.
"Tidak!" Azka kembali melingkarkan lengannya di tubuh Amel dengan erat seakan tak mau melepasnya sampai kapan pun. Amel yang menerima perlakuan itu pun sedikit kesal, bagaimana tidak?dirinya ini tengah memasak makanan tapi pria es ini malah memeluknya dengan erat.
"Lepaslah dulu ya, aku ingin memasak untukmu, sebaiknya kau tunggu di meja makan saja sayang!" ujar Amel seraya menyunggingkan senyuman termanisnya. Tentu saja perkataan itu terlontar begitu saja dari bibir mungilnya. Dan perkataan itu pun sukses membuat Azka melepaskan pelukkannya dan berjalan menuju meja makan.
Kenapa aku malah memanggilnya sayang? ah sudahlah yang penting dia melepaskan pelukannya. jika tidak dia bisa tahu bahwa jatungku terus berdegup kencang. batin Amel seraya terus mengelus dadanya yang kini teraasa lebih legah
Sementara itu Azka terus tersenyum simpul mendengar panggilan sayang dari istrinya itu. Tentu saja pria itu tak dapat berkata apapun saat momen indah yang terjadi di menit lalu.
Dimenit selanjutnya Amel terlihat telah menyelesaikan hidangangannya dan para pelayan yang sedari tadi kembali pun ikut membantu Nona Mudanya untuk di tata di meja makan nantinya. Hidangan telah tertata rapih, ternyata Amel memasak sangat banyak hari ini. Di meja makan itu telah tersedia beef dan juga sayur mayur lainnya. Hingga saat Amel menyiapkan makanan di piring sang suami tiba-tiba seorang penjaga mansion datang dan memberitahu bahwa ada tamu yang ingin menemui wanita itu
"Siapa?" tanya Amel pada penjaga mansion itu. Wanita itu tampak heran, pasalnya dia tak mengundang mengundang Diana untuk berkunjung pagi ini.
"Tidak tahu Nona, dia hanya bilang ingin bertemu Nona," balas penjaga mansion yang diketahui namanya adalah Tono.
__ADS_1
"Baiklah Pak Tono, suruh saja dia masuk dan tunggu di ruang tamu saja. Kami akan menghabiskan sarapan terlebih dahulu!" cela Azka dengan ekspresi datarnya. Seketika Pak Tono pun mengiyakannya dan berlalu meninggalkan majikannya itu.
Menit selanjutnya Amel terlebih dahulu menghabiskan sarapannya dan bergegas menemui tamu yang sedari tadi menunggu di ruang tamu.
"Mau kemana? Aku belum menyelesaikan sarapanku!" cetus Azka secara tiba-tiba dan membuat langkah Amel kini terhenti. Wanita itu membalikkan tubuhnya seraya berkata, "Aku ingin menemui tamu, ini sudah cukup lama."
"Baiklah! sana pergi!" imbuhnya dengan ekspresi datar.
Amel berdecak kesal, sungguh menyebalkan suami es nya itu, pikirnya. Dengan langkah lenggang wanita itu kini meninggalkan meja makan dengan rasa kesalnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Oke aku up, mon maaf lama wkkk cuman mau ngasih tau musim satu akan segera selesai. jadi untuk kalian jangan khawatir, cerita ini gk bakal aku gantung kok. insyaa allah aku tamatin.
__ADS_1