Terpaksa Menikahi Gunung Es

Terpaksa Menikahi Gunung Es
Aku Mencintaimu!


__ADS_3

“Lepaskan tangan kotorku dari istriku!”seru Azka penuh penekanan. Lisa terkejut, wanita itu tak menyadari bahwa Azka ada di sana. Seketika nyali wanita itu menciut tatkala mendengar suara Azka yang sangat amat penuh penekanan.


“Ku bilang lepaskan dan jatuhkan belatih itu!”seru Azka lagi, hingga bunga yang dirinya bawa terjatuh tanpa ia sadari. Lisa semakin gemetar hingga belatih yang ia pegang sedari tadi pun terjatuh dengan sendirinya. Papa Reyhan yang melihat kejadian itu pun murka. Pria paruh baya itu segera memanggil para bodyguard yang dirinya perintahkan untuk berjaga di sekitar taman. Ibu Ayu terkejut melihat putrinya dalam bahaya pun dengan Vira yang terus menangis melihat kejadian tersebut. Para bodyguard pun datang dari setiap sisi taman. Yah siapa yang tahu bahwa papa Reyhan telah mengetahui apa yang menimpa menantu satu-satunya itu, pria paruh baya itu mulai mencari tahu sejak Amel dilarikan ke rumah sakit beberapa hari yang lalu. Pria itu terkejut dengan apa informasi yang ia dapat, terlebih lagi dalangnya adalah wanita yang sangat ia kenal yaitu Lisa.


Dengan sangat profesional para bodyguard itu mampu membekuk Lisa, kini Amel berlarian ke arah sang suami dengan gemetaran. Lisa kini di bawa oleh para bodyguard itu untuk menanggung semua perbuatannya, sepertinya hanya kantor polisi yang bisa menangani wanita itu sekarang.


Tanpa sadar Amel memeluk Azka dengan sangat erat, rupanya wanita itu sedikit shock dengan kejadian tadi. Semua keluarga kini menghampiri Amel dan Azka.


“Nak ini ibu sayang, kau tidak apa-apa kan? Apa ada yang sakit?” Tanya Ibu Ayu dengan ekspresi khawatirnya.


“Tidak Bu, Amel baik-baik saja sekarang,” Amel pun melepaskan pelukannya untuk Azka dan berbalik memeluk tubuh sang ibu tercintanya dengan erat pun dengan ibu yang membalas pelukan itu tak kalah erat.


“Kakak apa kakak baik-baik saja?”Tanya Vira yang sama khawatirnya dengan sang ibu.


“Kakak baik-baik saja sayang,” balas Amel seraya tersenyum dan mengelus-ngelus kepala adik tersayangnya itu.


“Maaf kejutannya menjadi kacau,”ujar Azka dengan secara tiba-tiba. Amel mengerti sekarang, perkataan Assisten Rama tadi hanyalah kebohongan belaka untuk memancingnya datang ke taman tersebut. Amel terharu semua keluarga ada disini untuk merayakan ulang tahunnya.


Amel mulai kembali membalikan tubuhnya untuk berhadapan langsung dengan sang suami, wanita itu tersenyum dengan sangat manis hingga Azka lupa dengan apa yang akan pria itu katakan.


“Hey kenapa diam saja?”tanya Amel seraya melambaikan tangannya.


Seketika Azka tersadar, pria itu terlihat sedikit gelagapan. Di menit selanjutnya Azka mulai menarik nafas dalam-dalam seraya menyusun kembali kata-kata yang akan di sampaikan pada Amel.


“A ... aku ....” Tenggorokan Azkan tercekat, rasanya ia begitu sulit untuk mengungkapkan isi hatinya pada wanita dihadapannya.


“Aku apa?” Amel masih setia mendengar kelanjutan dari ucapan Azka.


Tiba-Tiba Mama Sarah menghampiri keduanya dan menarik Amel untuk segera meniup lilin. Amel kembali terharu, wanita itu baru menyadari betapa indahnya dekorasi tersebut. Semua keluarga pun berkumpul menghampiri Amel yang akan segera meniup lilin ulang tahunya.


“Make a wish dulu kak!”Imbuh Vira saat Amel akan meniup lilin itu. Amel pun mulai mengucapkan permohonannya dalam hati. Entahlah permohonan apa yang wanita itu buat hanya dirinya dan Tuhan yang tahu. Semua pun bersorak saat lilin-lilin itu padam tertiup hembusan nafas Amel. Wanita itu kini genap berusia 22 tahun.

__ADS_1


Selanjutnya merupakan kegiatan memotong kue, semua keluarga menyanyikan lagu potong kue. Amel terus tersenyum saat ini, dirinya merasa sangat di cintai oleh semua keluarganya. Amel mulai memotong kue tersebut. Wanita itu bingung harus memberikan kepada siapa potongan kue pertamanya.


“Yey! Ayo kak berikan kue pertamanya pada kak Azka!” imbuh Vira membuat semua orang tertawa bahagia. Amel pun memberikan potongan kue pertamanya pada suami, keduanya terlihat canggung saat ini.


“Suapin dong Azkanya Mel!”ucap Mama Sarah seraya tersenyum bahagia. Amel mulai menyuapi sang suami dengan rasa canggungnya, seketika wajah wanita itu memerah bak kepiting rebus, sedangkan Azka pria itu hanya tersenyum simpul. Setelah memberikan kue pertamanya pada Azka, Amel kini kembali memotong kue keduanya yang ia akan berikan kepada sang ibu dan adiknya pun selanjutnya kepada sang papa dan mama mertua.


Semuanya mengucapkan selamat pada Amel. Namun, berbeda dengan Azka pria itu masih belum mengatakan apa pun bahkan untuk sekedar mengucapkan selamat ulang tahun. Kini semua keluarga tengah sibuk berswafoto bersama. Namun, Amel dan Azka hanya diam dan sesekali tertawa melihat tingkah keluarganya yang sangat heboh saat berswafoto.


Hingga di menit selanjutnya Azka membalikkan tubuhnya ke arah Sang istri guna memudahkannya untuk berbicara. Pun dengan Amel yang sama membalikkan tubuhnya. Hingga saat ini posisi mereka saling berhadapan.


“Aku ingin membicarakan sesuatu.” ujar Azka, pria itu masih menyusun kata-kata apa yang akan di ucapkan kepada Amel.


“Iya, apa itu?”balas Amel dengan cepat. Azka mulai mengatur nafasnya dan berusaha menenangkan jantungnya yang terus berdegup kencang sedari tadi.


“Selamat ulang tahun untukmu.”kata-kata yang keluar dengan spontan dari mulut Azka. Pria itu merutuki dirinya sendiri karena gagal mengutarakan perasaanya.


“Terimakasih, baiklah aku akan menemui adikku dulu”balas Amel, wanita mulai melangkahkan kakinya menuju sang adik yang tengah asyik berswafoto. Namun, langkah wanita itu terhenti tatkala Azka kembali memanggilnya.


“Dengarkan apa yang akan aku katakan nanti karena aku tak akan mengulangnya lagi.” imbuh Azka dan di balas anggukan oleh Amel—istrinya.


“Aku mungkin bukan pria yang selalu bersikap manis dan aku bukan pria yang menyukai basa-basi. Tapi yang aku tahu saat ini aku sudah mencintaimu.”ujar Azka dengan satu kali tarikan nafasnya. Jangan lupakan dengan jantung yang terus berdegup kencang. Perkataan itu sontak membuat Amel sangat terkejut, benarkah Azka sedang mengutarakan perasaannya atau ini hanyalah prank saja. Pikirnya.


“Kenapa hanya diam?”Azka sedikit kesal. Pasalnya pria itu telah bersusah payah mengutarakan isi hatinya. Namun, Amel hanya dia dan tak menjawab.


“Apa kau tak mendengar kata-kataku? Baiklah akan ku ulang. Camelia Anindita aku telah jatuh cinta padamu sekarang maupun selamanya.” imbuh Azka, pernyataan itu sukses membuat Amel terharu hingga cairan bening jatuh dengan bebas dari kelopak matanya itu.


“Aku juga mencintaimu.”balas Amel di detik selanjutnya wanita itu segera mendekap tubuh kekar sang suami, pun dengan Azka yang membalas pelukan tersebut. Amel merasa sangat bahagia, wanita itu tak menyangka bahwa Azka pun memiliki perasaan yang sama dengannya. Hingga beberapa saat kemudian keduanya melepas pelukan itu, Azka terus memangkas jarak di antara dirinya dan Amel seraya terus memandangi wajah cantik istrinya, hingga tanpa sadar bibirnya dan bibir Amel saling bertemu. Amel terkejut, wanita itu belum siap, namun, dirinya pun menginginkannya. Azka mulai menarik tengkuk Amel dan mulai mengecap bagian yang ia suka, Azka sangat menyukai bibir Amel yang terasa manis. Keduanya hanyut dalam aktifitas tersebut seolah ciuman itu membuktikan bahwa mereka saling mencintai. Tanpa kedua nya Sadari anggota keluarga pun menyaksikan adegan itu. Tak lupa Ibu Ayu segera menutup mata Vira agar tak melihat adegan tak senonoh tersebut.


“Ehemmm... Lakukanlah nanti jika sudah pulang.”ujar Papa Reyhan. perkataan tersebut mampu menyadarkan kedua insan yang tengah larut dengan ciuman yang memabukkan. Dengan cepat keduanya melepas ciuman itu dengan nafas terengah-engah. Kini Amel dan Azka berdiri saling berjauhan karena malu.


“Baiklah kami pamit pulang dulu, Bu ayu ikut saja bersama mobil kami.” imbuh Mama Sarah.

__ADS_1


“Baiklah Bu Sarah, oh iya Mel ibu pulang dulu ya.”ujar Bu ayu seraya terus tersenyum.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


I'm back, yukk like dan komen sebanyak-banyaknya:)


__ADS_2