Terpaksa Menikahi Gunung Es

Terpaksa Menikahi Gunung Es
Kesal


__ADS_3

Untuk yang berpuasa sebaiknya baca saat sahur atau pun saat berbuka puasa ya, wkkk😁


Azka terus melangkahkan kakinya, dan sampailah ia di suatu ruangan yang amat beda dari ruangan lain. ia kini membuka handle pintu dan menemukan sosok wanita yang tengah duduk memunggunginya, dari perawakan-nya ia sudah bisa menebak siapa wanita itu. Ya siapa lagi jika bukan Lisa, wanita yang teramat obsesi padanya.


" Kau!.Mengapa kau kesini!" Ujar Azka berteriak, Lisa yang mendengarnya spontan membalikkan tubuhnya dan menoleh tepat ke arah pintu dan bergegas berdiri untuk mendekati pria idamannya.


" Aku kesini untuk menemuimu." Balas Lisa sembari terus mendekati pria yang berada di depannya.


" Menjauh dariku!" Ujar Azka berteriak sembari mendorong tubuh wanita itu sampai tersungkur ke lantai.


" Kau keterlaluan Azka!" Ujar Lisa setengah berteriak, karena ia tak terima dengan perlakuan Azka yang sangat kasar.


" Kau pantas mendapatkannya, pergi kau dari sini jangan ganggu kehidupanku!" balas Azka, lagi-lagi ia berteriak.


" Mengapa kau seperti ini, aku mencintaimu!" Tukas Lisa, Azka hanya tersenyum namun senyuman ini terlihat akan senyuman jijik pada seseorang. ia lagi-lagi meneriaki wanita yang kini berada di hadapannya itu.


" Aku telah memiliki istri, jadi menjauhlah! Perintah Azka sembari menekan intonasi-nya. Lisa hanya tersenyum menyeringai dan berkata," Heh, bila di bandingkan denganku dia bukanlah apa-apa!" Ujar Lisa sembari meletakkan kedua lengan di atas perutnya.


" Jangan kau bandingkan istriku denganmu yang tak punya hati!" Ujar Azka setengah berteriak.


" Azka aku ini model yang kaya raya, tidak seperti istrimu." Ujar Lisa sembari meletakkan kedua lengan di perutnya.


" Dia memang sederhana namun di lebih baik darimu, Jika kau masih punya muka pergilah dari sini!" Perintah Azka dengan menekan intonasinya.


Seketika Lisa merasa sangat kesal, ia kini mengepal erat kedua lengannya dan mengutuk setiap langkah pria yang kini mulai menjauh darinya.


****


Setelah meninggalkan ruangan itu, kini Azka melangkahkan kaki lengannya untuk pergi dari gedung pencakar langit itu. Entah mengapa setelah pertengkaran tadi ia jadi merindukan istrinya. Ia berjalan menuju kendaraan yang terparkir di depan gedung tersebut.


Azka memasuki mobilnya dengan raut wajah yang masih kesal, bagaimana tidak wanita itu telah membuat cinta pertamanya hilang dan kini menghina istrinya.

__ADS_1


Flashback On


7 tahun yang lalu


Saat masih duduk di Sekolah Menengah Atas Azka memiliki seorang kekasih, ia sangat mencintainya. Namun Lisa tidak menyukai akan hubungan mereka sampai pada akhirnya ia membuat kekasihnya hilang dari muka bumi ini, itulah yang membuat Azka sangat membenci wanita itu. terlebih lagi wanita itu mengatas namakan cinta pada ke obsesian-nya.


Flashback Of


Azka kini mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali ia mengelus kasar wajahnya.


45 menit kemudian


Akhirnya Azka sampai di sebuah mansion yang sangat mewah, ia memarkirkan mobilnya di halaman mansion tersebut dan bergegas masuk kedalam mansion. Saat ia memasuki mansion semua pelayan telah berbaris dan memberikan hormat pada Tuan-nya itu.


Azka terus melangkahkan kaki lenggangnya menuju ke kamar pribadi milik Amel, saat ia membuka handle pintunya ia menemukan wanita cantik yang kini sedang berselonjor di atas tempat tidur sembari membaca buku, wanita itu tak lain adalah Amel istrinya.


" Kau telah kembali?cepat sekali." Tanya Amel seketika menoleh pada Azka.


" Aku inikan hanya bertanya." Tukas Amel sembari meletakkan kedua lengannya di atas perut.


" Sudahlah, buatkan aku teh." Perintah Azka sembari membuka dasi yang melingkar di lehernya.


" Dasar Gunung Es!" Umpat Amel sembari berdecak kesal.


" Apa kau bilang!" Seru Azka, Amel dengan secepat kilat meninggalkan ruangan tersebut dan bergegas membuatkan secangkir teh untuk suaminya itu.


Amel kini menuruni setiap anak tangga dengan hati-hati, tak sengaja ia bertemu dengan paman Tio pengurus mansion tersebut.


" Nona ada yag bisa saya bantu?" Tanya Paman Tio.


" Tidak Paman, aku hanya ingin membuat Teh untuk Tuan mu." Balas Amel dengan cepat.

__ADS_1


" Biar para pelayan saja Nona." Ujar Paman Tio, namun Amel menolak.


" Sudah tak apa Paman ini sudah menjadi kewajibanku." Balas Amel sembari berjalan melewati Paman Tio.


Kini Amel mulai membuatnya, setelah itu ia bergegas memberi teh pada suaminya itu. Ia melihat suaminya yang kini masih berada di kamar miliknya dan sedang berbaring di atas tempat tidur kesayangannya itu.


" Ini Teh mu Tuan!" Ujar Amel sembari menaruh gelas berisikan teh di atas nakas. Azka dengan segera beranjak dari tidurnya dan meneguk Teh buatan istrinya itu dan menaruhnya kembali di nakas.


" Kemarilah!" Perintah Azka, Amel hanya menurut layaknya seekor anak anjing.


Tiba-tiba lengan kekar itu menarik tubuh mungil milik Amel sehingga kini wanita itu duduk di pangkuan suaminya, Azka menatap wajah istrinya dengan seksama lalu perlahan ia mencium lembut bibir istrinya itu, sementara lengannya kini mulai menggerayang nakal di tubuh Amel. Awalnya ia meronta namun mengingat ini sudah menjadi tugasnya Amel pun menerima dan membalasnya.


Kini Azka menuntun tubuh Amel untuk berbaring di atas tempat tidur.


" Bolehkah aku?" Tanya Azka, Amel hanya tersenyum seketika pipinya berubah menjadi merah merona bak sebuah tomat. Setelah melihat ekspresi nya Azka mengerti bahwa Amel memperbolehkannya. Ia kini mulai ******* lembut bibir milik istrinya itu tak lupa lengannya kini mulai menjamah ke setiap jengkal tubuh istrinya itu.


.


.


.


.


.


.


.


Holla Author Up lagi nih ada yang masih nunggu story ini gak🤔

__ADS_1


Jangan lupa Like sama komennya ya!


__ADS_2