Terpaksa Menikahi Gunung Es

Terpaksa Menikahi Gunung Es
Kau masih ingin kuliah?


__ADS_3

" Baiklah, bangunlah dulu dan tutup matamu." Perintah Amel, Azka pun menurutinya namun saat ia menutup matanya Amel tak kunjung menciumnya sampai ia membuka kembali kedua bola matanya. Ternyata kini Amel tengah berlari menuju toilet.


" Sial!. Aku di tipu!. Gerutu Azka


Amel dengan secepat kilat langsung menutup pintu seraya mengunci pintu toilet tersebut. Ia menghela nafas dengan lega, karena kini ia dapat terbebas dari Suaminya itu.


' Huh, untung saja dia percaya, jadi aku bisa melarikan diri.' Ujar Amel dalam hati sembari meletakkan salah satu lengannya di dada.


Kini Amel melangkahkan kaki-nya untuk mendekati bathup dan merendam tubuhnya.


....


Beberapa menit kemudian, Akhirnya Amel telah selesai membersihkan tubuhnya, ia kini seperti biasa ia mengenakan sebuah kimono handuk dan sehelai handuk yang ia ikat di antara rambut panjangnya.

__ADS_1


Amel berjalan mendekati pintu toilet dengan pelan, karena kini ia merasakan sakit di antara pangkal pahanya. Bukan tanpa alasan Amel merasakan nyeri tersebut, itu karena perbuatan Azka siang tadi. Kini ia telah berdiri di depan pintu tersebut dan membukanya sedikit demi sedikit untuk memastikan Azka tak akan menyerangnya. Saat itu Amel melihat Azka yang kembali membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur seraya menutup kedua bola matanya. Seketika itu ia merasa lega da mulai melangkahkan kedua kaki lenggangnya.


Amel dengan segera memilih pakaian untuk ia kenakan, ia menjatuhkan pilihannya pada sebuah dress polos berwarna cream yang membuatnya terlihat sangat anggun, kini ia mulai mengeringkan rambutnya dengan hairdrayer. Sementara itu terlihat sepasang mata yang kini tengah memandanginya. Ya siapa lagi si pemilik mata itu jika bukan Azka.


Azka terus memandangi apa yang di lakukan oleh wanitanya itu, sedangkan Amel kini terlihat sedang memikirkan sesuatu.


" Tuan." Ujar Amel, Azka pun menjawab " Hemmm." Balas Azka sembari menaikan salah satu alisnya.


" A-apa aku boleh kuliah lagi?" Ujar Amel terbata-bata, Azka hanya terdiam sekejap.


" Baiklah, nanti aku akan mengurusnya besok kau bisa memulai kuliah mu kembali." Ujar Azka sembari beranjak dari tidurnya dan mendekati wanita yang kini berada satu kamar dengannya.


" Benarkah?terimakasih Tuan!" balas Amel dengan penuh kegirangan. Azka hanya tersenyum dan seketika ia mendekap Amel dari belakang sehingga membuatnya kaget akan perlakuan itu. Tiba-tiba suasana disana menjadi kikuk.

__ADS_1


" Tuan tolong lepaskan!" Pinta Amel untuk memecah keheningan, Azka kini hanya menyunggingkan senyum seribu maksud.


" Baiklah, kau cium aku dulu!" perintahnya seraya melepas pelukkan itu dan menghimpit pipi rona Amel. Seketika itu pipinya menjadi merah bak tomat, mau bagaimana lagi kini ia susah menghidar dari gunung es itu. Hingga saatnya Amel mengecup pipi pria yang berada tepat di depannya.


Deg!


Seketika jantung itu berdebar dengan cepatnya, dan pipi yang gagah itu terlihat sedikit memerah.


Sementara itu Amel merasa sangat malu, ia kini melangkahkan kaki-nya untuk meninggalkan kamar itu. Kini ia melangkahkan kaki-nya untuk menuruni anak tangga dengan hati-hati, mengingat pangkal pahanya masih terasa sedikit nyeri.


Setelah menuruni anak tangga itu, kini Amel terlihat menduduki kursi di meja makan tersebut dan ia kini mengingat-ngingat kejadian yang membuatnya malu sesekali ia tersenyum karena merasa sangat malu.


Sementara itu Azka pun kini melangkahkan kakinya menuju toilet untuk membersihkan tubuhnya yang terasa sudah lengket. Selang beberapa menit kini ia telah selesai membersihkan tubuhnya, ia kini terlihat bertelanjang dada dan memakai sehelai handuk yang melekat di antara perutnya itu. Ia dengan segera melangkahkan kedua kaki lenggannya menuju kamar pribadinya itu untuk memilih pakaian apa yang akan ia kenakan.

__ADS_1


Sementara itu di meja makan kini terlihat beberapa rupa makanan telah tersedia. Kali ini bukan buatan Amel karena ia masih merasakan nyeri jadi para pelayanan yang memasaknya. Saat itu juga kini seorang pria tampan yang tengah mengenakan kaos santai berwarna putih di sertai dengan celana santai itu menuruni setiap anak tangga dengan hati-hati. Seketika kedua bola mata indah itu memandangnya, Ya siapa lagi jika bukan Amel yang terus memandangi Azka.


Hallo Author up lagi nih,, mohon maaf baru up karena kemarin2 Author sedang ada masalah di dunia realita. Mohon Maaf juga up nya segini dulu ya karena Authornya lagi bener-bener buntu imajinasinya. Jadi mohon maklum Ya😁


__ADS_2