
Selamat pagi Mel! bagaimana kabarmu? Kira-kira begitulah isi pesan singkat itu. pria itu masih terdiam, di detik selanjut jari-jari itu terus mencari kata hapus pesan.
Azka kembali menaruh ponsel tersebut di nakas tatkala ia menyadari handle pintu wardrobe tergerak. Pria itu memasang wajah datarnya dan berlalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Amel hanya diam, wanita itu duduk di meja rias seraya memikirkan tingkah suaminya kemarin. Ko
Apa dia cemburu pada kak Dion?
Disisi lain....
Lisa terus memikirkan cara untuk melarikan diri, wanita itu tersenyum simpul tatkala para penculik itu pergi dari ruangan tersebut. Iya ruangan itu merupak ruangan yang terhubung pada pintu utama. Tanpa pikir panjang, wanita itu berlari sekencangnya dan ia kini berhasil terbebas dari para penjaga itu.
Akhirnya aku bebas! Awas kau wanita jallang! Aku akan menghabisimu.
Lisa terus lari sejauh mungkin dari rumah tua tersebut. Hingga sebuah mobil mobil pun datang dan menawarkan tumpangan pada wanita itu. Lisa tak bisa menolak lagi, dirinya sudah lelah berlari ini merupakan kesempatannya untuk melarikan diri lebih jauh lagi.
Kembali ke mansion Azka....
Amel telah selesai dengan aktifitas meriasnya. Wanita itu kini berjalan menuju dapur untuk membantu-bantu memasak walaupun mansion tersebut memiliki 5 pelayan.
Sementara itu Azka telah selesai dengan semua ritual mandinya. Pria itu berjalan menuju ruang wardrobe, langkahnya terhenti tatkala sebuah ponsel berdering. Diraih ponsel tersebut dan tertulis jelas nama si pengirim pesan singkat tersebut.
Diana?
Untuk sejenak Azka tak mau tahu isi pesan itu, namun di menit selanjutnya dia mulai penasaran dan mulai membuka pesan singkat tersebut.
Amel maafkan aku, hari ini aku harus pergi ke kota Y bersama keluargaku karena beberapa hal. Maafkan aku karena besok tidak bisa merayakan ulang tahunmu bersama. Begitulah kira-kira pesan singkat itu. Seketika Azka terkejut. Dia tak akan tahu jika Amel akan berulang tahun besok nanti jika tak melihat pesan singkat yang dikirim dari Diana itu.
Azka kembali menaruh ponsel itu dan bergegas memakai setelan kantornya. Iya hari ini pria itu harus mengecek keadaan kantornya, sebagai CEO yang baik dia harus mengecek segala sesuatunya. Azka kini telah siap dengan setelan jas berwarna hitam yang senada dengan celana dengan sepanjang mata kaki. Pria itu kini berjalan meninggalkan bilik kamar dan bergegas menuju ruang makan. Dilihatnya seorang wanita cantik tengah menyusun berbagai menu sarapan pagi bersama para pelayan mansion tersebut.
__ADS_1
Azka mulai menarik kursi tersebut dan mendaratkan tubuhnya disana seraya terus menatap istrinya yang terlihat cantik.
“Kenapa kau terus menatapku? Apa aku terlihat cantik hari ini?”tanya Amel, rupanya wanita itu telah menyadari bahwa Azka terus menatapnya.
“Kau terlihat jelek!”elak Azka, akan terasa canggung rasanya jika dia berkata jujur. Seketika Amel mencebikkan bibirnya lalu mulai menaruh beberapa makanan di piring milik suaminya itu.
Tanpa disadari Azka tersenyum simpul, pria itu merasa senang saat dirinya bisa menggoda istrinya itu.
....
Sebuah mobil Lamborghini Gallardo telah terparkir dengan rapih di halaman gedung pencakar langit yang bertuliskan ‘Fire Group’. Didetik selanjutnya seorang pria tampan nan gagah itu menuruni kendaraan mewahnya. Dengan langkah panjang pria itu berjalan menyusuri lobi, tak sedikit karyawan yang menyapanya dan tunduk padanya. Kaki jenjang itu kini terhenti di sebuah lift khusus CEO. Iya tentu saja pria itu adalah Azka Putra pemilik dari perusahaan ‘Fire Group.’
Lift tertutup, Azka mulai menekan angka-angka yang berada di dalam lift tersebut. Hingga beberapa saat kemudian lift itu terhenti dan terbuka di lantai sembilan belas dengan sendirinya. Azka mulai melangkahkan kaki menuju ruang kerjanya, sesampainya di sana pria itu meletakkan jasnya pada sofa yang berada tak jauh dari meja kerjanya. Pria itu mulai mendaratkan tubuh di kursi kebesaran miliknya.
Sementara itu di sebuah rumah tua tengah terjadi keributan yang lumayan besar. Para pria itu terus mengumpat karena telah gagal melaksanakan perintah dari bosnya itu. Dimenit selanjutnya salah satu dari penculik yang di yakini adalah pemimpin diantara mereka pun memutuskan memberitahu bosnya itu. Pria bertubuh agak gempal itu mulai menekan angka-angka pada ponselnya lalu menghubungi bos nya itu.
“Baik Bos!”panggilan itu tertutup sesaat setelah pemimpin penculik itu menjawab perintah dari bosnya. Para penculik itu mulai menyebar ke semua sisi rumah dan area yang tak jauh dari rumah tua itu. Namun, sepertinya usaha mereka nihil. Karena wanita itu telah melarikan diri dengan sangat jauh.
.
.
.
Saat ini seorang pria tengah mengendarai mobil dengan perasaan kesalnya. Pria itu baru saja mendapat kabar bahwa wanita yang mereka sekap telah berhasil kabur. Iya siapa lagi jika bukan Assisten Rama. Pria itu kini mengendari Mobil sportnya yang berwarna silver itu menembus kota dengan kecepatan tinggi. Hingga beberapa saat kemudian mobil itu terparkir dengan rapih di halaman gedung pencakar langit. Assisten Rama mulai turun dari kendaraannya, pria itu melihat mobil milik bos nyan sudah terparkir dengan rapih di sisi kanan dari mobilnya itu. Dengan langkah tergesa Assisten Rama memasuki lobi dan bergegas menuju lift untuk segera menemui bosnya .
Assisten Rama kini telah sampai di depan pintu bertuliskan Room CEO. Diketuknya pintu itu beberapa kali dan di balas oleh seorang pria yang berada di dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
“Masuklah.” begitulah balasan Azka tatkala pintu ruangannya berbunyi. Pintu itu perlahan terbuka dan menampakkan seorang pria yang tak kalah tampan dari dirinya.
“Selamat pagi bos.” Sapa assisten Rama, dirinya merasa tak enak hati karena datang sedikit terlambat.
“Heum...”balasan singkat padat dan jelas yang keluar dari bibir Azka.
“Maaf bos saya terlambat.” Bukan tanpa alasan Assisten Rama bisa terlambat. Beberapa hari ini pria itu sering tertidur hingga larut malam, ah ralat! Bahkan pria itu kerap tak bisa tertidur di malam hari karena terus memikirkan wanita pujaannya. Assisten Rama kali ini benar-benar mencintai Diana.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Oke sampai sini dulu ya, jangan lupa like, komen, dan vote sebabyak-banyaknya jika kalian ingin otor remahan ini up malam nanti. min. komen 20 ya. wkwkwk, eitsss otor ini gak maksa ya seikhlasnya aja:)
__ADS_1