
Tak lama kemudian Azka kembali terlelap, sedangkan Amel wanita itu kini mulai memindahkan sepasang lengan kekar itu dari tubuhnya dengan sangat hati-hati lalu ia bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang telah dirasa sangat lengket. Sesampainya di kamar mandi ia langsung melakukan berbagai ritual mandi.
Beberapa menit kemudian Amel pun terlihat sudah menyelesaikan ritual membersihkan dirinya, wanita itu kini mulai memakai kimono handuk serta melilitkan sehelai handuk di ujung kepalanya tersebut. Ia mulai melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi itu lalu memilih-milih pakaian apa yang akan ia kenakan, lama wanita itu memilih. Namun akhirnya ia menjatuhkan pilihannya pada sebuah dress selutut berwarna cream. Sedangkan Azka pria itu masih saja terlelap karena aktivitas yang mereka berdua lakukan sore tadi.
Setelah selesai, kini Amel bergegas menuju dapur untuk memasak makan malam untuknya dan suaminya tersebut. Wanita itu mulai mengambil beberapa bahan di sebuah lemari pendingin, lalu mulai memotong beberapa bahan tersebut. Lagi-lagi wanita itu terlihat sangat lihai dalam hal memasak, hingga aroma masakannya mulai menyebar dan menyeruak di setiap ruangan rumah tersebut. Harumnya kini mulai merasuk ke celah-celah pintu kamar tidur itu, terlihat seorang pria yang tengah tertidur. Namun karena ia mencium aroma harum itu, ia pun terbangun dan melihat sisi tempat tidurnya sudah tak ada siapapun. Pria itu mulai mengendus aroma harum tersebut dan mulai mengikuti sumber aroma tersebut. Ia tersenyum saat melihat sesosok wanita cantik yang tengah memasak hingga aromanya menyeruak di seisi rumah itu.
"Sedang memasak apa?" tanya pria itu seraya menyandarkan tubuhnya di depan dapur tersebut.
Amel yang mendengar suara yang tak lagi asing di telinganya pun spontan berbalik dan berkata, "Aku hanya memasak udang teriyaky."
"Aku suka itu!" Ujar Azka seraya berjalan mendekat pada istrinya tersebut
"Suka apa?" tanya Amel seraya mengeryitkan keningnya karena heran.
"Masakanmu!Memangnya apa lagi!" Tukas Azka.
"Sudahlah kembalilah fokus pada masakanmu!" Ujar Azka lagi, sedangkan Amel kini dengan cepat kembali membalikkan tubuhnya, lalu menyelesaikan masakannya tersebut.
Beberapa menit kemudian Amel kini telah menyelesaikan ritual memasaknya, lalu mulai menaruhnnya di sebuah meja makan sederhana. Wanita itu kini mendudukan tubuhnya di kursi meja makan lalu menunggu kehadiran suaminya itu karena memang saat ia mulai memasak kembali Azka pria itu memilih membersihkan tubuhnya terlebih dahulu yang terasa lengket. Tak lama kemudian seorang pria pun datang menghampiri meja makan tersebut lalumendaratkan tubuhnya di sebuah kursi kayu itu, dengan segera Amel mulai menyediakan makanan untuk suaminya itu.
Seperti biasa suasana makan malam kala itu sangat hening, hanya ada benturan sendok dan garpu yang saling bertabrakan layaknya sebuah peperangan. Hari semakin gelap, desiran angin malam kala itu sangatlah dirasa dingin hingga dapat merasuk melalui celah-celah bangunan sederhana itu hingga udaranya kini mulai menyerap masuk ke tiap tulang belulang sepasang suami istri yang tengah melahap makan malamnya tersebut.
"Dingin sekali!" ujar Amel
"Cepat habiskan makananmu!" perintah Azka
__ADS_1
"Mau kemana?" tanya Amel seraya mengeryitkan keningnya.
"Kau kedinginankan?jadi cepat habiskan makananmu lalu tidur!" ujarnya, Amel kini hanya menurut layaknya seekor anak anjing.
Beberapa menit kemudian, Mereka berdua kini terlihat telah menyelesaikan makan malamnya, Azka pria itu mulai melangkah lebar menuju kamar tidurnya dan sesekali mengecek beberapa pesan yang dikirim oleh asistennya yaitu Rama. Pria itu mulai membaca pesannya, lalu menaruh kembali ponselnya di samping tempat tidur itu dan lebih tepatnya di atas nakas. Pria itu kini menjatuhkan tubuhnya dengan kasar di atas tempat tidur lalu melipat kedua lengannya di kepalanya tersebut, sesaat ia melihat bayangan senyum yang merekah dan manis di langit-langit kamar tersebut. Siapa lagi si pemilik senyum manis itu jika bukan Amel.
Sementara Amel wanita itu kini mulai membersihkan beberapa piring-piring kotor tadi, setelah itu ia mulai melangkah menuju kamar tidurnya, saat ia memasuki kamar itu ia melihat seorang pria yang tengah berbarong seraya menatap langit-langit lalu sesekali tersenyum.
"Tuan mengapa kau senyum-senyum seperti itu?" tanya Amel seraya mengeryitkan keningnya. Pertanyaan itu berhasil membuyarkan lamunan Azka.
"Tidak ada!" balas Azka.
Cih jelas-jelas aku melihatnya tadi! Gerutu Amel dalam hati.
"Apa kau sedang memikirkan seseorang?" tanya Amel lagi dengan penuh selidik.
"Ah iya lusa kita pulang karena aku banyak sekali pekerjaan!" Ujar Azka, spontan Amel pun berbalik karena mendengar mereka tak bisaberlama-lama di desa ini.
"Cepat sekali!aku belum menjelajahi desa ini!" balas Amel seraya mengerucutkan bibir mungilnya itu.
"Besok kita akan berkeliling!" ujar Azka, perkataan itu membuat Amel tersenyum sumringah seraya berkata, "Benarkah?" tanya Amel, Azka pun mengiyakan.
.....
Sang surya mulai menyinari ibu pertiwi, semburat jingga nampak di ufuk timur, cahayanya kini mulai merasuk ke celah-celah jendela yang berada di bangunan sederhana tersebut. Terlihat sepasang pasutri yang tengah tertidur dengan lelapnya hingga saat cahaya itu mengenai wajah mereka berdua. Terlihat sepasang mata indah yang mulai terbuka, Wanita itu mulai mendudukan tubuhnya lalu menyingkap selimut yang sebelumnya melekat di tubuh mungilnya itu. Ia kini melangkah lebar menuju teras rumah untuk menghirup segarnya udara desa di pagi hari. Setelah itu, ia kini mulai membuat beberapa roti sandwich untuknya dan untuk suaminya tersebut.
__ADS_1
Setelah selesai membuat sarapan, Amel wanita itu mulai melangkah lebar menuju kamar mandi untuk melakukan beberapa ritual mandi. Selam beberapa menit ia telah selesai membersihkan tubuhnya itu, saat ia berjalan melewati dapur ia menemukan sesosok pria yang postur tubuh dan harumnya tak asing lagi untuknya.
"Sedang apa?" tanya Amel, pria itu pun membalikkan tubuhnya seraya berkata, "Hanya mengambil gelas aku ingin minum!" balas Azka.
"Tuan cepatlah bersihkan dirimu lalu sarapan, katanya kau ingin mengajakku berkeliling!" ujar Amel seraya mendekat menuju suaminya tersebut.
"Inikan masih sangat pagi!" tukas Azka
"Tak apa aku ingin sekali berkeliling sekarang!" pintanya seraya mebuat wajah imutnya tersebut. Azka yang melihat ekspresi lucu istrinya itu pun mengiyakannya tapi tanpa mengurangi sikap dinginnya tersebut.
Dengan cepat Amel mendorong tubuh kekar milik suaminya itu ke kamar mandi, setelah itu ia kembali melangkah menuju kamar tidurnya untuk memilih pakaian yang akan ia pakai nantinya. Tak lupa ia pun menyiapkan pakaian yang akan di kenakan suaminya tersebut.
.
.
.
.
.
.
Holla aku Up lagi jangan lupa bagi Like, Coment And Votenya Ya Gays😂!
__ADS_1
Ah iya untuk beberapa hari ke depan Author kayaknya nggak bisa Up karena ada Urusan, Author akan kembali up jika memang sudah selesai urusan di dunia realitanya Ya😊
Seeyou Happy reading🌺