Terpaksa Menikahi Gunung Es

Terpaksa Menikahi Gunung Es
Hari Baru Status Baru


__ADS_3

Hari baru dengan status baru, pagi ini udara sangatlah sejuk desiran angin yang membuat semua orang malas untuk bangun dari tidurnya, termasuk sepasang pasutri baru ini.


Namun karena terdengar suara ketukan di balik pintu, mereka pun terbangun bersama.


Tok.. tok..


Terdengar suara wanita paruh baya yang sedang membangunkan sepasang pasutri baru itu.


" Mel, Azka, bangun nak, kita sarapan bareng-bareng" , teriak ringan Bu Sarah.


Amel yang mendengar teriakan dari luar mengerjapkan matanya berkali-kali, ia bangun dan menyingkap selimut yang melekat pada tubuhnya, dan membukakan pintunya.


" Baik Mam, Amel mandi dulu ya." Balas Amel dengan suara serak khas bangun tidur.


" Baiklah, semalam bagaimana nyaman tidak?" Ujar Bu sarah sambil sesekali menepuk bahu Amel.


" Maksudnya Mam?" Tanya Amel terheran-heran.


" Itu yang dilakukan sepasang suami istri." Balas Bu Sarah sembari cekikikan.


" Ihh... Mami, Yaudah Amel mandi dulu ya Mam." Ucap Amel.


" Baiklah, Mami tunggu kalian berdua ya!", Ujar Bu Sarah sembari meninggalkan kamar Amel.


Amel mengiyakan Bu Sarah, Ia menutup kembali pintu kamarnya dan menuju ke toilet untuk membersihkan diri. Sedangkan Azka malah tertidur kembali.


Beberapa menit kemudian


Akhirnya Amel selesai membersihkan dirinya, kini ia memakai kimono handuk yang melekat di tubuhnya, serta mengikat helai rambutnya dengan sebuah handuk.

__ADS_1


Saat Amel keluar ia menemukan Azka yang masih tak kunjung bangun dari tidurnya. Ia pun berinisiatif untuk membangunnkannya, namun kini ia sangat hati-hati karena ia takut kejadian semalam terulang.


" Tuan.. bangunlah, Mami meminta kita untuk sarapan bersama." Ujarnya sembari mengoyang-goyang tubuh Azka dengan sangat hati-hati.


Azka yang mendengarnya, mengerjapkan matanya dan ia melihat sekilas Amel yang menggunakan kimono handuk dan terlihat lekukan tubuhnya membuat Azka menelan salivanya.


" Istriku pagi-pagi begini kau telah menggodaku?" Goda Azka.


" Apa-apaan aku ini habis mandi tahu!" Balas Amel dengan cepat.


" Sudahlah sana kau bersihkan tubuhmu, Mami menyuruh kita agar sarapan bersama!" Ujar Amel lagi.


" Baiklah... Baiklah." Balas Azka sembari menyingkap selimut yang melekat pada tubuhnya.


Sementara Azka berjalan mengarah toilet, Amel kini sibuk memilah pakaian mana yang kini akan ia kenakan. Setelah memilih kini ia menjatuhkan keputusannya pada dress berwarna navy yang memiliki panjang hanya selutut saja.


Amel memanfaatkan waktu untuk berganti pakaian saat Azka sedang di toilet.


Setelah beberapa menit, Amel pun telah selesai memakai dressnya. Sedangkan Azka kini telah selesai membersihkan tubuhnya. Ia memakai sehelai handuk yang melingkar di antara perut bagian bawah. Amel yang melihat tubuh Azka yang kotak-kotak bak roti sobek tersebut hanya terdiam melihat pemandangan indah itu.


Azka pun berjalan mendekat pada Amel.


" Istriku apa kau tergoda dengan tubuhku?" Goda Azka sembari senyum menyeringai.


Amel yang mendengarnya kalimat itu jadi salah tingkah.


" A... apa?Ti..tidak!" Balas Amel dengan terbata-bata dan memalingkan pandangannya


" Jika tidak mengapa tadi kau memandangi tubuhku dan bersikap seperti itu?" Tanya Azka dengan santai.

__ADS_1


" Sudahlah, aku ingin turun sarapan." Balas Amel sembari meninggalkan Azka di kamarnya sendiri.


Sebenarnya Amel tak terlalu ingin sarapan, namun melihat tingkah Azka tadi ia takut Azka akan memakannya.


Amel menuruni tangga dengan tergesa-gesa, dan ia menyapa Tuan besar Reyhan dan nyonya besar Sarah.


" Pagi Yah, Mam." Sapa Amel sembari tersenyum.


" Pagi menantuku." Balas Pak Reyhan dan Bu Sarah kompak.


Amel pun duduk di sebelah kiri meja makan.


" Ah..iya Mel, Azka sudah bangun belum?" Tanya Nyonya Sarah.


" Udah Mam, dia sedang bersiap." Balas Amel dengan Cepat.


" Kamu kok nggak turun sama Azka?" Tanya Bu Sarah dengan penuh selidik.


" Itu... Mam, Amel hanya ingin membantu Mami saja barangkali masih belum selesai." Elak Amel.


Saat mereka berbincang tak lama Azka pun menuruni tangga dengan santai layaknya seorang pangeran yang sedang di tunggu keberadaannya. Amel melihatnya hanya tertegun sejenak karena hari ini Azka tampan meski hanya menggunakan kaos santai di sertai dengan jeans pendek.


----------------------------------------


Author Up lagi nih terus stay tunggu Eps. selanjutnya ya☺


Nb Author:Yuk like sama vote buat dukung novel ini☺dan jangan lupa komen sebanyak-banyaknya.jangan lupa mampir juga di novel saya yang lainnya:Kau Cinta Pertamaku!


salam sayang author:

__ADS_1


Jsl Uciha


__ADS_2