
' Apa ini?mengapa bisa ada bayangan wanita itu, Come on Azka dia hanya istri pura-puramu!' Ujar Azka dalam hati.
****
Setelah itu, kini Azka mencoba untuk tidur namun entah kenapa ia merasa tidak nyaman, sampai ia kini berguling mencari posisi yang menurutnya nyaman.
Sementara itu Amel yang telah selesai membersihkan semua piring, kini ia melangkahkan kaki lenggangnya untuk menuju ke kamar pribadi miliknya. Amel kini mendorong handle pintu dan berjalan setengah memutar ranjangnya, lalu ia menjatuhkan tubuhnya.
" Huh, cukup melelahkan!" Ujar Amel sembari menyentuh pelipis-nya.
Selam beberapa menit kini Amel melangkahkan kakinya menuju sebuah ruangan, ya ruangan itu adalah toilet karena hingga malam ini Ia belum membersihkan dirinya. Karena terlalu serius membuat kejutan untuk pria yang kini menjadi suaminya itu.
**
Tiga puluh menit kemudian
Kini Gadis itu telah selesai membersihkan dirinya ia mengenakan sebuah kimono handuk yang melekat pada tubuhnya dan sehelai handuk yang di ikat pada ujung kepalanya itu. Saat ia membuka handle pintu, ia dikejutkan dengan seorang pria yang kini sedang berbaring di ranjangnya itu.
" Tuan Azka Putra!bukankah kau juga memiliki kamar sendiri?" Ujar Amel setengah berteriak.
Ya pria itu adalah Azka yang kini telah menjadi suaminya. Amel berjalan mendekati pria itu dan mencoba menariknya agar ia keluar dari kamar kesayangannya itu. Namun, saat ia menariknya tiba-tiba sebuah tangan kekar kembali menarik lengan Amel yang kecil hingga membuatnya terhempas ke kasur. Siapa lagi jika bukan Azka yang melakukannya, kini Amel terbaring di sebelah pria itu.
Azka terus memandang seluruh tubuh istrinya itu, hingga ia kini menelan saliva-nya dengan kasar. Amel yang kini tengah berbaring dengan secepat kilat ingin beranjak namun apa daya kini lengan kekar Azka telah merengkuh tubuh mungilnya.
" T-tuan, lepaskan aku." Ujar Amel terbata-bata.
" Diamlah!. Atau nanti ku dorong kau dari ranjang ini!." Ujar Azka penuh penekanan.
Amel yang mendengarnya spontan diam dan membiarkan suaminya tidur sembari memeluk tubuh kecilnya itu. Namun, tanpa sadar kini ia telah tertidur lelap di dekapan suaminya itu. Kini wanita itu tidur dengan memeluk tubuh pria yang telah menjadi suaminya dan menenggelamkan kepalanya di dada suaminya.
****
__ADS_1
Malam telah berganti pagi, sekilas sayup-sayup sinar matahari telah menerangi ibu pertiwi, kini bias-nya telah menembus pada kaca sebuah ruangan. Ya ruangan itu adalah kamar milik Amel. Ia yang merasakan cahaya sinarnya kini mengerjapkan kedua bola matanya.
Kini wanita itu di buat kaget akan situasi yang kini ia lihat, pasalnya kini ia yang tengah memeluk tubuh pria yang berada di sampingnya itu. Ia kini beranjak dari tidurnya dengan penuh hati-hati, dan berjalan menuju toilet untuk membersihkan diri. Ketika gadis itu telah memasuki toilet, kini Azka mengerjapkan kedua bola matanya. Saat ia bangun, ia tak menemukan sosok istrinya itu. Ia terus mencari dan saat ia melihat sebuah pintu kamar mandi yang tengah tertutup ia langsung mengetahui keberadaan istrinya itu.
Beberapa menit kemudian, Akhirnya gadis itu telah selesai membersihkan tubuhnya. Seperti biasa ia mengenakan sebuah kimono handuk yang melekat pada tubuh mungilnya. Ia melihat sosok pria yang tengah duduk santai di tepian ranjang dan berjalan mendekati sebuah lemari pakaian.
" Kau sudah bangun Tuan?" Tanya Amel, namun Azka terus memandangnya dan tak merespon perkataan istrinya itu.
" Hei Tuan apa kau mendengarnya" Ujar Amel setengah berteriak, dan membuat Azka tersadar.
" Hemmm..." Balas Azka sembari menaikan salah satu alisnya.
" Sudahlah, keluar sana aku akan mengenakan pakaian dulu!" Perintah Amel sembari menarik lengan kekar itu agar keluar dari kamarnya.
Setelah berhasil membuat Azka keluar, kini Amel memilah beberapa pakaian yang akan ia kenakan, ia menjatuhkan pilihannya pada sebuah dress berwarna Cream dengan panjang hanya selutut. Setelah itu kini ia bergegas menuju dapur untuk membuatkan suaminya secangkir kopi, mengingat ini adalah sudah menjadi tugasnya sebagai seorang istri.
Setelah membuatnya kini Amel langsung melangkahkan kakinya menuju kamar yang di tempati oleh suaminya itu.
" Masuklah!" Teriak seorang pria yang berada di balik pintu tersebut, ya pria itu adalah Azka.
Amel yang mendengarnya segera mendorong handle pintu tersebut dan menemukan suaminya yang kini tengah bertelanjang dada. Ia langsung menurunkan kedua bola matanya. Azka yang melihatnya sperti itu terlihat sedikit tidak senang.
" Hey tidak apa, aku ini suamimu!" Ujar Azka dengan menekan kata Suami.
" Ta-tapi Tuan, a- aku tidak terbiasa." Balas Amel dengan cepat dan terbata-bata.
Azka yang mendengarnya merasa sedikit senang, entah mengapa tapi senyuman itu terlepas dari wajahnya.
' Benar-benar beda dari yang lainnya!' Ujar Azka dalam hati.
" Mulai sekarang biasakanlah, aku ini suamimu!" Ujar Azka penuh penekanan, seketika wajah itu menjadi dingin kembali.
__ADS_1
" Baiklah, ini kopi untukmu." Balas Amel sembari menaruh secangkir kopi tersebut di atas nakas.
" Ah iya, apa kau tidak berangkat ke kantor?" Tanya Amel.
" Tidak, karena tak ada yang penting biarkan Rama saja yang menghandelnya." Jelas Azka sembari memakai sebuah kaos bewarna hijau, dan duduk di tepian ranjangnya sembari sesekali meminum secangkir kopi buatan istrinya itu.
" Kau yang membuat ini?" Tanya Azka sembari mengeryitkan keningnya. Amel hanya menganggukkan kepalanya.
" Mulai besok buatkan aku kopi setiap pagi hari!" Perintahnya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Author Up lagi nih, siapa yang masih nunggu story ini?🤔
Mohon maaf ya author-nya kurang mahir untuk merangkai kata karna saya masih pemula😊
__ADS_1
Udah hari senin lho, jangan lupa vote ya!😁