Terpaksa Menikahi Gunung Es

Terpaksa Menikahi Gunung Es
Kejutan!


__ADS_3

“Saya tidak akan menggunakan jasa wanita murahan itu, dan tolong carikan saya kembali birthday organizer dan urus semua dekorasinya .” perintah Azka tanpa mendengarkan apa yang akan Assisten Rama katakan. Pria itu seolah tahu bahwa Assistennya akan menanyakan mengapa membatalkan menyewa jasa dari perusahaan Tina.


“Baiklah Bos.”balas Assisten Rama dan didetik selanjutnya Azka segera memutus panggilan tersebut.


Disisi lain....


Seorang wanita cantik nan seksi terpaksa harus menginap di sebuah rumah yang amat sederhana, dirinya tak punya pilihan lagi biarlah malam ini menginap di dalam rumah sederhana ini asal para penculik itu tak menemukannya. Pikirnya. Iya wanita itu adalah Lisa. Rumah sederhana itu merupakan rumah dari orang yang telah memberi tumpangan pada Lisa.


Lisa kini membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang keras dan berukuran kecil. Sesekali wanita itu mengumpat atas apa yang terjadi pada dirinya saat ini.


Ini semua karena wanita itu! Awas saja aku akan membalasmu! Batin Lisa seraya meremas pakaiannya karena kesal.


Skip


Esok harinya di mansion Azka


Sang Surya kembali menyinari Ibu Pertiwi, terbukti dengan cahaya kemilaunya yang mencoba menerobos masuk melalui celah jendela kamar hingga membuat seorang wanita cantik kini mengerjapkan kedua manik indah itu. Wanita itu mulai mendudukkan tubuhnya dan berusaha menetralkan cahaya yang ada di dalam kamar, dilihatnya sang suami yang masih tertidur dengan lelap. Malam tadi setelah makan malam berlangsung Amel hanya diam dan tertidur di kamar utama. Amel mulai menuruni tempat tidur itu lalu melangkahkan kaki menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Beberapa saat kemudian Amel sudah mengenakan pakaian santainya. Wanita itu kini berjalan menuju dapur untuk membantu para pelayan memasak sarapan pagi ini.


Dua puluh menit kemudian ....


Kini semua menu sarapan sudah tertata dengan rapi di atas meja makan. Mulai dari nasi goreng dan berbagai lauk pauknya. Amel mulai melangkahkan kedua kakinya menuju kamar untu memanggil sang suami agar segera menyantap sarapan paginya. Saat wanita itu menaiki anak tangga ketiga, Azka tiba-tiba keluar dari kamarnya. Pria itu sudah rapih dengan setelah jas berwarna navy.


“Ayo sarapan terlebih dahulu,” ajak Amel.


“Sepertinya tidak sempat, ada meeting mendadak yang harus ku selesaikan sekarang,” balas Azka seraya berjalan tergesa dan mendahului istrinya itu. Amel terlihat sedih karena Azka bersikap dingin dan tak memakan makanan yang ia buat sedari tadi, Amel merasa Azka mulai menjauhinya saat ini.


Azka terpaksa bersikap dingin dan seolah menjauh dari Amel. Seperti tadi, pria itu berpura-pura ada meeting mendadak. Padahal hari ini pekerjaannya tidak terlalu banyak.


Skip

__ADS_1


Malam harinya ....


Amel tengah menunggu kedatangan suaminya untuk melaksanakan makan malam bersama. Hingga pukul tujuh malam sebuah ponsel yang terletak di atas meja makan pun berdering tanda bahwa sebuah panggilan masuk. Amel pun segera meraih ponselnya, wanita itu terdiam karena tidak mengetahui siapa yang menelponnya. Tanpa pikir panjang wanita itu menjawabnya.


“Halo dengan siapa saya bicara.” ucap Amel


“Halo Nona, ini saya Assisten Rama. Saya ingin memberitahukan bahwa bos mengalami kecelakaan.”balas Assisten Rama di detik selanjutnya Assisten Rama langsung mematikan langgilan tersebut tanpa mendengar balasan dari Amel.


Amel yang mendengar itu pun bagai di timpa petir di siang bolong, hati wanita itu terasa sesak dan air mata mulai membanjiri kelopak matanya. Amel mencoba menampik semua itu namun ia tahu jelas suara si pemanggil itu adalah Assisten Rama, dan tidak mungkin juga Assisten Rama berbohong tentang hal ini, pikir Amel. Di menit selanjut nomor Assisten Rama mengirim Amel pesan singkat. Pesan itu beirisi dimana Azka dilarikan saat ini


Tanpa pikir panjang Amel berlarian mencari Pak Tio untuk mengantarnya ke lokasi yang telah di bagikan Assisten Rama.


Beberapa menit kemudian...


Amel telah sampai pada lokasi yang di bagikan oleh Assisten Rama. Wanita itu mengernyitkan dahinya tatkala lokasi yang di bagikan Assisten Rama merupakan taman yang sepi dan gelap. Amel mulai meraih ponselnya dan berniat menghubungi Assisten Rama. Wanita itu ingin menanyakan apa lokasi yang dikirim sudah benar. Namun, Assisten Rama tak menjawab panggilan tersebut, hingga membuat Amel semakin bingung dan resah saat ini. Di detik selanjutnya Assisten Rama mengirimi Amel pesan untuk berjalan masuk ke arah taman karena rumah sakit itu berada di belakang taman tersebut. Sungguh konyol jika Amel memercayai Assisten Rama. Amel yang saat itu tengah di landa kalut pun menuruti perintah dari Assisten Rama.


Amel mulai turun dari mobil dan melangkah masuk menuju taman tersebut. Baru saja Amel melangkahkan kakinya sebanyak empat kali, tiba-tiba taman yang gelap dan sepi itu menjadi terang benderang dan beberapa kembang api yang sangat indah bertebaran di atas langit sana dan beberapa Bunga yang di susun sangat indah di setiap sisinya.


Azka berjalan semakin dekat ke arah Amel. Pria itu terlihat membawa bunga Lily pun dengan tangan kanannya yang pria itu letakkan di belakang tubuhnya. Di detik selanjutnya seorang wanita cantik nan sexy datang dengan segala amarahnya. Iya wanita itu Lisa.


Flashback on


Saat itu Mang Darjo—orang yang telah memberi tumpangan dan tempat berteduh kepada Lisa, berniat pergi ke pusat kota S untuk mengirim berbagai sayuran yang telah ia panen sebelumnya. Pria setengah paruh baya itu sangat semangat dalam hal bekerja. Lisa yang mengetahui bahwa mang Darjo akan pergi ke pusat kota pun meminta antar untuk kembali ke mansion pribadi miliknya untuk mengambil beberapa uang dan barang berharga. Rupanya Lisa berniat untuk kabur untuk sementara waktu, karena wanita itu tahu Azka tak akan melepaskannya begitu saja. Hingga saat lampu merah persimpangan jalan Lisa melihat wanita yang sangat amat ia benci. Iya wanita itu Amel. Lisa meminta Mang Darjo untuk mengikuti mobil Ferrari itu.


Hingga sebuah mobil Ferrari berhenti dengan sempurna di suatu taman yang sepi dan gelap, seketika Lisa mendapat rencana buruk untuk mencelakakan Amel.


Flashback off


Saat itu Lisa berjalan mendekat dari belakang, dengan cepat lengan wanita itu mengunci leher Amel seraya menodongkan belatih yang amat sangat tajam. Semua keluarga pun terkejut melihatnya pun dengan Amel saat ini. Azka dapat melihat hal itu dengan jelas saat dirinya semakin dekat dengan Amel. Seketika rahang pria itu mengeras dan kepalan tangan yang amat kuat pun dengan ekspresinya yang sangat mengerikan.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


I'm back, yok adakah yang nunggu story' ini?kalo ada komen di bawah dan like ya! Just info beberapa chapter lagi end ya°_°


__ADS_2