Terpaksa Menikahimu

Terpaksa Menikahimu
Eps.3


__ADS_3

*happy reading 🤍🤍


*


*


Anna memeluk Feli seraya menatap Melisa yang sedang menatap tajam kearah nya.


"kau yang merebut pacarku,dasar tidak tau diri!!,kalian yang sedari awal menghancurkan hidupku,dann Feli terima kasih telah melepaskan pria yang tidak seharusnya bersamaku,haha,".bentak Melisa,


"hiks hiks,maaf kak maaf,".tangis Feli.


"Lisa!! cepat minta maaf kepada adikmu!!,kemana sifat penurutmu itu!".bentak Arthur.


"untuk apa aku minta maaf?,aku tidak salah .kan emang fakta!,dan sekali lagi aku bukan kakaknya!!.


and...aktingmu kurang bagus,jadi lebih baik latihan lagi aja,biar bisa menjadi pemfitnah orang handal...hahaha".


"kamu!!,...


lihatlah anakmu suamiku.tidak sopan sekali! sepertinya dia memang tidak belajar etika diluar sana,."ujar bibi Anna.


, "sepertinya kau tidak baik-baik saja diluar sana!."jawab ayahnya.


"aku tidak perlu pendapat dari dua rubah licik!."


Melisa menatap tajam kearah Anna,seraya mengepalkan tangannya bersiap memukul Anna.


cukup Melisa!,masalah yang kau timbulkan sudah cukup merepotkan.diputuskan oleh keluarga Abrisam?itu bukan masalah besar,tapi kau harus bertanggung jawab atas kerugian yang ayah dapatkan.dan Sekarang kau malah membentak ibu dan adikmu,dan-".


"AYAH!!,B*NGS4T".


plakk!!.".


*syuttt.


seketika ruangan itu menjadi hening setelah Arthur menampar pipi mungil Melisa.


"DASAR ANAK GAK GUNA!!.".bentak anthur sehingga mengheningkan satu ruangan tersebut.


Melisa terserah kau mau apa,tapi lepaslah lelakimu itu,karena dia akan ayah nikahkan dengan Feli, keluarganya akan bertanggung jawab atas kejadian kemarin,!dan kau harus menerima kenyataannya !",.


Arthur Anna dan Feli pergi meninggalkan ruangan itu begitu saja dan Melisa yang masih terdiam .


"si*l4n, ayah gk guna!!silahkan,ambil saja lelaki bia*ab itu,aku tidak peduli!!,"


*brak**Melisa berlari Kekamarnya dengan menghentakan kakinya tanpa mengucapkan sepatah kata pun


***


"ayah apa kakak akan dihukum?".tanya Feli.


"hah,tidak usah hiraukan kakakmu".


"suamiku, perusahaan kita pasti akan bermasalah sementara karena pemutusan kontrak Abrisam kan,".


"hmm, setelah menikahkan Feli dengan Reno kontrak Abrisam tidak akan putus lagi".


kembalilah ke kamar kalian masing-masing,dan Feli ayo ikut ayah,kita akan mengadakan pertemuan dengan keluarga Abrisam",.


baik ayahh...".ucap Feli.


********


disisi lain....


*dikamar Melisa


haaah,bikin bad mood aja dehh,"


oh ****!!aku lupa membicarakan tentang orang itu,ahk...sia*lan.


Melisa yang terbawa emosi pun berniat berjalan jalan sembari mencari informasi tentang asal-usul bibi Anna.


POV author: sorry ges,ceritanya gk nyambung ya?,maaf dong soalnya emng aku bingung Mau ngelanjutinnya gmn,soalnya udh kebelit Belit ceritanya.aku gtw gimana kedepannya, mungkin nanti bakal ada beberapa plot twins tentang keluarga


****


Melisa berjalan-jalan disekitar lorong dekat kamar ayah dan ibunya yang dulu.


eh kamar ini tidak ditempati lagi kan,liat-liat bentar gak apa-apa kan,"


cklek,


Melisa memasuki kamar itu Dann....


kamar ini?


masih utuh dengan barangku.eh-foto ibuu.huh pasti aku lupa mengemasi foto-foto ini.untung saja tidak dibuang."


Melisa pun mengambil foto ibunya dan memeluknya.


ehh tempat ini bersih sekali,apa ayah yang membersihkannya",


saat Melisa melihat-lihat beberapa mainan masa kecilnya,iya tak sengaja menjatuhkan bingkai foto.


brak!!,


eh aduh,,foto inii", Melisa melihat sekilas foto yang jatuh itu dan memungut nya dan ia menemukan sesuatu dibalik foto itu,.


apa ini, liontin?,"


ia membuka liontin yang ternyata ada foto kecilnya dengan 1 anak laki-laki dan 1 anak perempuan, seketika ia teringat dengan sahabat lamanya.


I-ini kan foto masa kecilku,Dann ini Yerin!!,dan inii g-gio?,kenama liontin ini ada disini?,".


Melisa pun memasukkan liontin itu kedalam tasnya,entah mengapa ia merasa liontin itu penting,.


setelah melihat-lihat sekilas ia baru tersadar, ternyata masih ada foto besar yang terpajang diatas ranjang yang dipenuhi boneka,.


inii,foto aku saat masih kecil!,Haah ayah terlihat bahagia banget,ibu juga saat itu masih sehat dan bugar,anda aja ibu masih ada,pasti ending nya gk kaya gini hahaha,".


tak sadar air mata menitik diujung matanya.


*beberapa jam kemudian....


Melisa menangis sambil meringkuk di sudut ruangan,sambil memeluk foto dirinya dengan ayah ibunya.


beberapa menit kemudian melisa tertidur sambil memeluk foto ibunya,.


cklek...


ayah masuk kedalam kamar melisa dan membaringkannya ke ranjang nya,.


sungguh malang nasibmu nak.. maafkan ayah Lisa,kau tlah merasakan kesedihan ini!.ayah terpaksa melakukan nya agar kau mendapatkan kebahagiaan mu sendiri."


batin ayahnya melisa sambil mengelus kepalanya dan memberikan boneka tedy.


ayah harap ini keputusan yang bagus, untukmu nak...maaf-maafkan ayah Lisa,...


Melinda... apakah aku tidak salah menikah kan putri kita kepada putra sahabat baikmu?.


semoga putri kita dapat mendapat kebahagian nya.melinda'aku minta maaf,cuma ini satu satunya cara agar Melisa,bisa pergi,aku tidak ingin Melisa merasakan kesedihan lagi!,aku yakin pria kecil itu mampu menjaga putri kita, Melinda."


ucap ayahnya melisa sambil menggenggam lengan putrinya sembari menatap foto keluarga kecilnya dimana disitu ada dirinya dan istrinya (Melinda-ibunya Melisa)dan melisa kecil yang tampak bahagia dengan membawa Tedy nya.foto itu sungguh memiliki jutaan kenangan bahagia keluarga kecil yang tak terlupakan.


Arthur pun melihat putrinya sejenak,ia bisa melihat kesedihan putri semata wayangnya itu, karena matanya sembab sebab menangis,.


cup...


Selamat malam Putri kecil ayah,semoga mimpi indah yah,Semoga engkau tidak tertekan yah dengan permintaan ayah yg satu ini.karena ayah sangat menyayangi putri kecil ayah, jangan banyak bersedih karena ayah sangat menyayangi mu walaupun dengan cara yang egois, pokoknya kau tidak boleh terlibat dengan masalah ayah nak,."ucap ayah Arthur dengan senyum diwajahnya sembari berdoa untuk kebahagiaan Putrinya kelak.


Arthur pun melihat putrinya sejenak,ia bisa melihat kesedihan putri semata wayangnya itu, karena matanya sembab sebab menangis,.


cup...


Selamat malam Putri kecil ayah,semoga mimpi indah yah,Semoga engkau tidak tertekan yah dengan permintaan ayah yg satu ini.karena ayah sangat menyayangi putri kecil ayah, jangan banyak bersedih karena ayah sangat menyayangi mu!."ucap ayah Arthur dengan senyum diwajahnya sembari berdoa untuk kebahagiaan Putrinya, karena ia merasa pertemuan ini adalah pertemuan terakhir dan perpisahan antar ayah dan anak.


Arthur pun menyanyikan lagu untuk putrinya yang sedang tertidur pulas, sembari mengusap kepalanya dan mengecup keningnya.


Arthur pun menutup pintu kamar Melisa dengan perlahan agar tidak membangunkan nya.


keesokan harinya...


hoamm...lelah sekali,tadi malam aku mimpi indah sekali, seperti aku kembali kemasa lalu dan ayah ibu menyanyikan lagu untukku, hahaha aku senang sekali bisa bermimpi bersama ayah dan ibu walaupun cuma mimpi,"ucap Melisa, dengan riangnya ia seketika lupa Masalah yang masih menimpanya.


Melisa pun turun dari tempat tidur dan segera membersihkan diri.


dan saat ia keluar dari kamar mandi ia lupa kalau ia tidak membawa pakaian kemansion ayah nya.


ah bodohnya aku!,kenapa aku lupa membawa pakaian kesini."sesal Melisa.


tok tok tok


siapa?"tanya Melisa.


saya ingin mengantar pakaian untuk nona."


owh letakkan saja di depan pintu."jawab Melisa


baik nona.saya pergi dulu, permisi nona,"ujar pelayan itu dan pelayan itu pun pergi.


Melisa segera mengambil pakaian itu.


dan langsung mengenakannya.


A-ah ,baju ini sangat bagus,siapa yang memberikan aku baju sebagus ini?."batin melisa,


Eeh ada kertas, sepertinya ini surat,"

__ADS_1


"Lisa,ayah sudah membelikan baju yang bagus untukmu,kalau kau suka baguslah ayah sangat senang kalau kau suka,oh iya nanti jangan lupa sarapan,ayah tau kau tidak nyaman jika makan bersama bibi Anna,jadi ayah menyuruh pelayan mengantarkan sarapan kekamarmu.".dear ayah...


pfttt..


ayah ada-ada saja, kenapa aku merasa ayah agak sedikit aneh?aku bingung aghhkk!."


setelah berkutit sebentar dikamar,dan melisa pun turun untuk menaruh sisa sarapannya ke dapur dan disana ia harus bertemu dengan Feli yang sedang sarapan.


yo,bukankah ini putri yang terlupakan,hahaha!"ucap Feli dengan lantangnya.


apa urusannya dengan mu?, mending terlupakan daripada diingat tapi tidak dipedulikan.hahaha,"jawab Melisa, menyindir balik adik tirinya itu.


tch,"


Feli melihat sekilas pakaian yang Melisa kenakan.


wah-wah-wah,baju baru nihh, berikan padaku!!,".


gamau!!,"jawab Melisa lantang.


kamu!!"


aku bilangin mamy nih!."


silahkan, emangnya saya takut!."


tch... mamyyyy


melisa menindas ku."teriak Feli


ada apa lagi sih!.


Melisa!bisa tidak kau menghargai adik, dia suka bajumu? berikan saja, apa susahnya sih,pelit banget!."ujar bibi Anna.


mohon maaf nih bibi, pertama dia bukan adikku!aku tidak punya adik atau saudara!.dan kedua dia tidak ada hak untuk mengenakan bajuku.ketiga! bisakah kau menjauhkan anakmu itu dariku, sepertinya dari tadi anakmu selalu mencari-cari masalah denganku."ucap.melisa


heh dasar rubah kecil sialan!, berani sekali kau melawan yah!,lihat bagaimana aku menghukummu!"bibi Anna hendak memukul Melisa,namun Melisa menahan lengan bibi Anna,dan menepis nya.


bibi, kau sama saja tetap tidak berubah.sekarang aku tidak Selemah dulu,yang selalu kalian tindas!."


kamu!lihat saja pembalasan ku nanti,"tegas bibi Anna.


ah sudahlah,nanti bad mood gegara kelamaan disini,aku pergi keluar saja dehh."ucap Melisa sembari melangkah keluar, meninggalkan ruangan itu.


....


skip...


esoknya...


Arthur sedang diruang bacanya, dengan wajah serius ia berhadapan dengan putri nya ituu.


ada apa ayah?kok serius banget mukanya."tanya melisa.


nak,kamu sekarang sudah waktunya untuk menikah bukan, atau setidaknya cari calon."seraya Arthur sambil memegang lengan Melisa.


apa maksudnya?."


yah kalau kamu gk ada waktu buat nyarinya,ayah udah ada yang cocok untuk jadi pendamping mu Melisa.".ucap Arthur.


enggak ayah aku masih gk mau nyari pasangan dan gak dulu buat dapet pasangan."jawab Melisa dengan tegas.


Lisa,kau sayang ibu sama ayah enggak?"ucap Arthur dengan mata penuh harapan.


tentu"jawab Melisa


nak,ayah mohon tolong terimalah perjodohan ini."mohon Arthur


TIDAKK ayah aku tidak mau!"


aku gak mau dijodohkan kaya gini,pasti nanti ending nya aku sengsara dengan pria pilihan Ayah."bentak Melisa.


"Lisa dengarkan ayah dulu,ini adalah permintaan dari ibumu.jadi dulu saat masih muda ibumu dan sahabatnya,itu memutuskan untuk menjodohkan kamu dengan anaknya,dan kebetulan saat anaknya sahabatnya ibumu lahir dan anaknya laki-laki,dan beberapa tahun lagi kamu lahir.dan mereka sepakat untuk menjodohkan mu percayalah,"


"A-apa,benarkah ibu yang menjodohkan ku?."tanya Melisa dengan lirih.


nak-ayah mohon terimalah perjodohan ini.demi masa depan perusahaan kita."ucap Arthur sembari memohon kepada melisa.


ayah!,aku bilang gak mau,ya gak!."bentar Melisa


berani,kau membentak ayah!."ucap Arthur sambil memukul meja.


ha-ha-ha,ayah apa hak mu untuk memaksaku, menikahi pria yang tidak aku kenali."


Lisa!.kamu ini anak kandung ayah!,apa maksut mu berkata begitu."


iya aku tau ayah,aku anak kandung mu,dan kenapa aku selalu merasa ayah sama sekali tidak pernah mengganggap ku anak kandung mu,dan kenapa ayah selalu saja lebih memperhatikan anak tirimu itu!"bentak Melisa sambil menunjuk² ke foto keluarga yang terpajang di ruang kerja ayahnya.


lihatlah ayah!lihat bagaimana kau tidak mengganggap ku, bahkan foto keluarga barumu itu,AKU tidak ada disana!."ucap Melisa dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


kenapa?kenapa ayah lebih memperhatikan mereka,dan ayah kau tau tidakkah kau memperhatikan putrimu ini sebentar saja?apakah tidak bisa?.kenapa ayah lebih menyayangi jala*g itu dan anaknya!."


plak...


Ayah?..


Lisa!tidak bisakah kau sopan sedikit!.ayah hanya ingin kau cepat² menikah dan memulai keluarga barumu?!,."bentak Arthur.


dan ayah ingin aku cepat-cepat pergi jauh dari ayah,kan?,asal ayah tau saat ini aku sangat merasa hancur sekali,, hiks-hiks"ucap Melisa, tiba-tiba ia meneteskan air mata kesedihannya.


Melisa!,ayah mohon terimalah perjodohan ini,demi ibumu nak!."ucap Arthur dengn membentak Melisa.


oke-oke-fine"aku terima asalkan ayah mengusir istri barumu dan anak tiri kesayangan mu itu!"


...


apa ayah?tidak berani?.hahah sudah kuduga bakal seperti ini, andaikan saja ayah mengerti aku, kenapa? kenapa ayah?.".


aku akan menerima perjodohan itu asalkan ayah segera menceraikan wanita itu!!,".



tidak.ayah tidak akan menceraikan bibi anna!."jawab Arthur singkat.dan setelah itu Arthur pergi menuju balkon untuk menjawab sambungan telepon. dan meninggalkan Melisa.


tak kala ia menahan kesedihan dalam dirinya.melisa ingin meninggalkan ruangan itu,dan ia ingin sekali meluapkan rasa sedih barcampur marah,dengan berteriak sekencang kencangnya.


"ayah..kau berubah'!."


gumam melisa.lalu ia keluar ruangan itu dan...


ia mendapati bibi Anna dan Feli terlihat seperti menguping.


minggir,aku lelah meladeni anjing yang suka menggonggong"ucap Melisa kepada Feli dan bibi Anna.


kamu!"ucap Feli.


sssttt'


senyum bibi Anna kepada melisa.


lewat aja susah, pantes nyusahin orang lain, hahaha"ucap bibi Anna dengan senyum liciknya.melisa sudah tau apa yang kedua orang itu pikirkan.


ngaco deh lu, jangan belagu deh, kalian berdua itu cuma numpang,toh kalian ditemukan di pinggir jalan.paling juga tidak lama lagi kalian kembali ketempat nya,"ucap Melisa.sehingga bibi Anna dan Feli merasa tersinggung.


aduh suamiku,, lihatlah dia,dia mengejekku dan Feli, kelihatan Melisa tidak suka dengan keberadaan kami disini."ujar bibi Anna merangkul lengan Arthur.


ayahh-ayah kakak Lisa jahat, padahal aku cuma nanya doang kakak malah memarahi ibuku dan aku.hiks , ayah sepertinya kakak sangat membenci ibuku",.


lisa.tolong hormati ibu dan adik yah,,ayah tidak suka Lisa begini."ucap Arthur.


lantas? kenapa ayah tidak suka dengan aku yang begini?tapi kenapa hal yang tidak aku sukai wajib' aku kerjain,? kenapa?"


ayah"...


Akhh.. sudahlah diam kalian bertiga!ayah ingin mengurus kontak dengan perusahaan Anderson."


ucap Arthur untuk menghindari pertengkaran antara putri dan istri anaknya.


*************


Melisa pun pergi dari rumah dan pergi mengendarai mobilnya sendiri.tadinya sopir dimansion menyarankan agar Melisa tidak membawa mobil sendiri.tapi Melisa acuh tak acuh pergi begitu saja.


dengan kecepatan yang cukup tinggi Melisa mengendarai mobilnya,ia pergi ke jalanan yang lebih sepi,".ahk sial-sial! kenapa jadi begini,! Ayah!dia pasti dihasut sama lampir itu!."umpat melisa,sambil membanting setir nya.


Melisa yang tidak sadar ada mobil didepannya itu berhenti mendadak.ia pikir jalan yang sepi mana mungkin ia menemukan mobil lain,karena sepanjang perjalanan ia tidak mendapati adanya kendaraan lain selain dirinya.


bruk""".*


. Melisa tidak sengaja menggores pinggiran mobil itu.


"apa-apaan sih! kenapa aku sial sekali!"teriak Melisa dari dalam mobil.ia membanting setirnya lagi dan lagi.


tiba-tiba sopir mobil itu pun turun dari mobilnya menghampiri Melisa yang sedang marah² sendiri.


"permisi"ucap orang itu sembari mengetuk kaca mobil Melisa.


"ah-iya"


nona apakah kau tau apa yang kau perbuat?."


ucap orang itu.yang tak lain adalah supir dari mobil itu.


iya saya tau, tapi lantas kalian yang berhenti mendadak dan aku sudah berusaha menghindarinya.lagi pulang sepertinya lecetnya tidak terlalu parah."ucap Melisa.


ituu,nona biaya perbaikan mobil ini mahal,jadi mohon ganti ruginya."ucap supir itu.


alah paling gak mahal² amat."


tapi-"supir itu belum menyelesaikan perkataannya dan pemilik mobil itu pun keluar.

__ADS_1


pria itu memiliki paras menawan dengan wajah tampannya, memakai jas dan tentu saja ditubuhnya penuh barang² bran terlmit.


"nona,tolong ganti rugi mobil ku ini,kalau kuitung² nominal perbaikannya mencapai 13juta saja."ucap pria itu dengan angkuhnya.


H-hah?,masa sampai segitunya,kalau yang segitu udah cukup untuk beli hp Iphone .hahaha,gak lucu deh."


tidak percaya?."


enggak percaya, cuma lecet gini aja masa sampai jutaan paling ya 500 rebu."ujar Melisa sembari berjalan ke menunjuk tempat lecet dimobil itu.


i-inii h-hah inii Rolls Royce?!."habislah akuu,siapa sebenarnya orang ini?."gumam Melisa.


kenapa? terkejut?,jadi nona kapan kau akan mengganti rugi lecet dimobilku ini!."ucap pria itu.


ehm,ah itu a-aku-"ucap Melisa terbata-bata.


tunggu! sepertinya aku pernah melihat mu,tapi dimana.hmm?!"ucap pria itu


ah-apa kita pernah bertemu!"seru Melisa.


ouh,kau salah satu mahasiswi dikampus waktu itu yang menabrakku bukan!"


hah jadi kau om itu?!"jawab Melisa


hei kau bocah,jaga omongan mu,kau masih berhutang kepada ku.dan sekarang kau malah mengejekku.!"bentak pria itu.


eum maaf tuan aku tidak sengaja'"tolong ampuni aku yahh, kumohon"seru Melisa.


habislah akuu,,apa selanjutnya yg akan terjadi? sepertinya aku sudah menyinggung orkay"gumam Melisa,


bagaimana?,kau berhutang 13juta pada ku."ucap pria itu.


B-baiklah tapi bisakah aku menyicil nya untuk membayar ganti rugi mobilmu ini."ucap Melisa


oke-oke,ini kartu namaku dan jangan lupakan utangmu kepadaku.dan kau berhutang maaf kepadaku, lihatlah bagaimana aku akan membalas petbuatanmu.dan satu lagi,jangan coba-coba kau mengingkari janjimu,".ucap pria itu dengan angkuhnya.


iya iya dehh,"Jawab Melisa.


lalu pria itu pun pergi meninggalkan Melisa.


dan melisa terdiam sejenak dan tiba saja ia mengumpat pria itu.


dasar om-om laknat.gak bisa lembut sedikit apa sama anak muda.sepertinya dia sudah pernah memberikan kartu namanya sebelumnya.huh siapa tadi namanya."ucap melisa.


uhm... Yogi Anderson?,kaya pernah denger tapi dimana yah.ah sudahlah pusing banget nih kepala, mending aku minjem uangnya Nadin aja deh".ucap Melissa.


skip...


Melisa pun pulang dengan kecewa karena Nadin sedng berlibur keluar negeri.


ahhhhkk Nadin kenpaa tidak bilang kalau dia pergi jalan-jalan"ucap Melisa dengan kesal.


Melisa yang sedang memikirkan semua masalah nya satu persatu,ia ingin menyelesaikan nya perlahan-lahan.melisa pun memejamkan matanya sejenak dan ia ingin melihat Hpnya yang tergeletak disampingnya,ia ingin membalas chat dari Reno yang belum sempat ia balas,"cih dasar baj*ngan."ucap Melissa,lalu ia memblokir nomor reno,dan semua yang berhubungan dengan Reno ia hapus/blokir.


********


malamnya...


diruang kerja Arthur...


Melisa dipanggil ayahnya untuk berdiskusi tentang perjodohannya.


Melisa melihat ayahnya yang menatap layar komputernya dengan serius.ia duduk di depan meja kerja Arthur,dan Arthur pun mulai memulai pembicaraan itu.


Melisa.nanti malam kau ikut ayah ke sebuah perjamuan.dan ada urusan yang sangat penting dan kamu harus ikut."


lah.kok aku sih, biasanya kan Feli yang seharusnya ikut."


Melisa!,"satu bentakan itu pun menghentikan pembicaraan itu dan disahuti Melisa.


baik,"


aku akan siap²,tapi ayah semua bajuku diambil Feli,aku tidak punya waktu untuk membeli pakaian."ucap melisa sambil memutar bola matanya.


huftt...kau bisa memakai gaun yang sudah Ayah siapkan di lemari mu"ucap Arthur.


oke,,,uhm.. ayah, apakah aku boleh meminjam uangmu dulu,?"ucap melisa ragu.


tentu, kenapa pinjam?lain kali kalau butuh uang,minta ayah saja,,"ucap athur sambil mengelus rambut Melisa.


Melisa yang dielus rambutnya oleh ayah yang sekarang dianggap musuhnya,itu merasa risih,.


ya ,"jawabnya singkat.


sehabis pembicaraan singkat. melisa pergi ke kamarnya dan berbalas pesan dengan Nadin.


Melisa:kau kemana saja kenapa tidak ada kabar!


Nadin: hehehe"ponselku hilang tadi,ini udh jumpa kok.


Melisa: emngnya kau kemana din?.


Nadin: oh itu aku liburan bareng kakak sepupuku.


Melisa:oh pantas saja,btw kakak sepupumu yang mana?.


Nadin: itu lohh,si wulan.tau gaksih yang pernah gangguin kamu.


Melisa:ohh si 'pick me',.


Nadin:nah itu dia,kau tau gak sih Mel, dia sekarang lagi caper loh sama kakak senior yang kusukai.


Melisa:bisa gitu yakk!"


setelah berbalas pesan dengan Nadin,ia pun keluar kamar.


aduh laper,,masak mie kali yah', okelah kalo gitu masak mie aja"ucap Melisa sambil setengah berlari menuju dapur.


Melisa pun mengambil beberapa bungkusan mie.dan Melisa mencari panci,


tak-tak-tak...


dimana sih pancinya.!ah mager banget nyarinya."ucap Melisa,saat hendak mengambil mie di lemari ia tak sengaja terpeleset dan dagunya terbentur meja,


aduh...ihh sakitt,"keluh Melisa saat dagunya terbentur meja,


ah sial sekali!.cuma masak doang kok bisa sial yah, sepertinya dunia ingin cepet² aku matiyy yah."ucap melisa sambil mengumpat² segala hal yang ia benci.


saat malam tiba....


ayah,"panggil Melisa.


yah knp Lisa?."jawab Arthur sambil memegang koran yang ia baca di ruang tamu.


bibi Anna dan Feli kemana?".tanya melisa.


oh mereka pergi belanja tadi."jawb Arthur.


owh.pantes dari tadi tentar tentram aja ni rumah."gumam melisa.


dah cepat sana siap², bentar lagi kita ada pertemuan."tegas Arthur.


iya ayahhhh,,"jawab melisa dengan enggan nya.


skip....


uhm.bagus juga nih baju.hehe,ayah perhatian juga ke akuu,"ucap Melisa.


Melisa pun berputar dan bergaya di kaca besar yang ada di ruang ganti dekat kamarnya



*(kira-kira seperti itu lah gambaran nya😉)*


Melisa tampak sangat mempesona dengan gaun putih nan elegan yang senada dengan kulit putihnya.


Melisa sudah selesai dengan penampilan nya,saat ia hendak mengambil tasnya dan ia melihat fotonya bersama Reno.sesaat ia foto yang terpajang rapi dirak, sekarang melayang kedinding dan hancur berkeping-keping.


*Melisa menatap sinis foto itu dan hendak mengoyak-koyak foto itu,


"ah sudahlah,."ujar Melissa, sebelum itu ia membuang foto itu luar.


setelah itu, melisa pun turun untuk menemui ayahnya di ruang utama.


ayah aku sudah siap."ujar melisa,


yasudah ayo, nanti mereka menunggu kita lagi."jawab Arthur.dan melisa hanya membalasnya dengan senyuman.


sebenarnya melisa tidak ingin dijodohkan, tapi karena paksaan dari sang ayah,dan terlebih lagi ia dijodohkan dengan anak sahabatnya ibunya.jadi mau gk mau harus ia terima,.


mereka pun pergi mengendarai mobilnya melewati gerbang mansion nya,.dan sekarang mereka sudah memasuki perkotaan yang ramai, semakin menjauh dan mereka mulai menjauh dari perkotaan,dan akhirnya mereka sampai disebuah mansion yang sangat mewah melebihi mansion ayahnya,lebih sepertinya istana.


saat mereka memasuki gerbang mansion itu, melisa sungguh takjub akan keindahan mansion itu, bahkan lebih mewah dari mansion ayahnya.


dan mereka pun turun dari mobil, melisa begitu terkejut saat melihat puluhan pelayan yang berbaris menyambut mereka.dan didepan pintu mansion itu ada tuan rumah yang menyambut mereka,.


Melisa dan Arthur pun berjalan menuju pintu utama yang disana ada keluarga besar Anderson yang sedang menyambut mereka dengan hangat.


Melisa merangkul di lengan ayahnya,. melisa kebingungan saat ia melihat penyambutan mereka dengan sangatlah mewah.


"apa perjamuan ini begitu spesial?. mengapa kami disambut dengan begitu mewah.sebenarnya ada apa ini?."batin melisa sambil melihat sekeliling nya.


ayah.mengapa kita disambut dengan sangat mewah? sebenarnya perjamuan apa ini?."tanya melisa dengan suara yang pelan.


*bersambung....


___________________________


halo guys 👋

__ADS_1


maaf kalo alurnya kurang nyambung yahh,dan author udah berusaha semaksimal mungkin 😀.


btw kalo ada typo komen dibawah yah biar author perbaiki🙏😉*.


__ADS_2