Terpaksa Menikahimu

Terpaksa Menikahimu
tidak mudah


__ADS_3

Hanum datang dengan wajahnya yang di tekuk, dengan gerakan malas ia duduk disamping mamanya.


" Bagaimana?" tanya mamanya,


" gagal ma,"


" gagal bagaimana?"


" hanum malah kena marah, dia bilang itu urusan pribadi mbak Rani, hanum disuruh bertanya langsung," jelas hanum,


" ekspresinya bagaimana? aneh tidak?"


" iya, aneh.. seperti ada yang di sembunyikan.."


" nah, begitu jug ekspresi Yudi saat itu num, aku dan papamu menangkapnya dengan jelas,


sekarang num, kau bayangkan.. Yudi masih gagah, pekerjaannya juga baik, kenapa dia harus menyerahkan anaknya ke adiknya yang bujang dan hidup di kampung?" ujar mamanya mengajak Hanum berpikir,


" Ya semua bisa saja terjadi ma, andai saja Tiara tidak mirip mas Hangga semua masuk akal saja bagiku ma.."


" ya masa tidak ada jalan untuk mencari tau num?"


" kukira bisa mendekati teman mbak Rani itu dengan mudah ma, nyatanya tidak.."


" kalau kita menunggu mas mu yang tidak peka itu entah sampai kapan num,


rani dan tiara sudah di depan mata saja bisa lepas sewaktu waktu.." keluh mamanya,


" Aku akan telfon mas hangga ma, mungkin dia bisa mencari sesuatu saat dirumah mbak Rani, akta kelahiran atau apa mungkin, berkas di sekolah?"


" nah, segera telfon mas mu?!" perintah mamanya cepat.


Entah siapa yang mengabari, Yudi, Rinta dan Danu datang ke malang sore itu.


Yudi memarkir mobilnya dengan ekspresi heran,


karena sudah ada mobil yang terparkir di depan rumah Rani.


" Ayo masuk?" ajak Yudi turun dari mobil dan memasuki halaman.

__ADS_1


" Monggo mas.." mak Dar membuka pintu,


" Mobil siapa di depan mak?" tanya Yudi penasaran,


" mas Putra.. mantan suami mbak Rani mas.."


Raut wajah Yudi terlihat kaget,


" Dia disini?"


" iya mas, semalam juga tidur disini, tadi pagi pulang tadi siang balik kesini sampai sekarang,"


" sekarang dimana dia?"


" sedang tidur di sebelah tia,"


Yudi mematung sejenak, ia bingung harus bersikap bagaimana.


" Rani juga tidur?"


" tidak mas, aku disini.." Rani melangkah keluar dari kamarnya, jalan terpincang pincang.


" Ya ampun nduk...?!" Rinta langsung memeluk Rani,


sementara Yudi dan Danu sibuk memperhatikan kaki Rani.


" sudah di periksa Ran?" tanya Yudi,


" sudah mas, tidak ada yang terkilir, hanya bengkak, nanti juga membaik..


duduklah dulu mas..".


Malam mulai merayap, Hangga duduk tenang di depan Yudi, sementara Rani, Rinta dan Danu sedang berbincang di ruang tengah.


" Kau harusnya tidak tidur disini, adikku seorang janda, apa kata orang nanti?"


suara Yudi serius.


" Mana tega aku membiarkan mereka sendiri," jawab Hangga tenang,

__ADS_1


" mereka tidak sendiri, ada mak Dar,"


" mak dar sudah tua, kalau Rani terjatuh pada saat ke kamar mandi apa sanggup dia membopongnya?"


mendengar itu Yudi tidak bisa berkata,


" Toh dia mantan istriku, aku tidak akan diam saja kalau dia di bicarakan orang".


" sejak kapan kau jadi keras kepala begini?"


" sejak aku menyadari bahwa perasaanku itu penting untuk ku perjuangkan mas",


" maksudmu?" Yudi menyandarkan punggungnya di kursi.


" Mas Sudah tau aku disini, kenapa malah membawa laki laki itu?" tanya Hangga dengan nada tidak senang.


" Danu? Dia dekat dengan kami, dekat pulang dengan adikku, memangnya kenapa?" Yudi seakan sengaja membuat Hangga kesal.


" Saya akan menikahi Rani kembali, saya mencintainya mas", ucap Hangga tegas.


" Saya tidak akan melepaskannya lagi," imbuhnya tak kalah tegas.


Yudi tersenyum kecut mendengarnya,


" Apa Rani sudah menerimamu?"


" saya sedang berusaha, jadi tolong, singkirkan laki laki yang mungkin saja bisa memperburuk hubungan kami".


Yudi diam, ia memandang Hangga dengan serius.


" Dapatkan dulu hati Rani, baru mencariku, perkara siapa yang mendekatinya, itu terserah yang penting laki laki itu baik untuk adikku,


jadi sekarang kau pulanglah, ada kami disini, kami akan menginap." Yudi bangkit, meninggalkan Hangga yang masih terduduk di ruang tamu.


Rasanya kesal, andai saja Yudi bukan kakak kandung Rani pikirnya.


" Mas pulang saja.. Istirahat dirumah.. " Mak Dar mendekat,


" Sudah ada keluarga mbak Rani.. Katanya mereka menginap disini selama beberapa hari.." imbuh mak Dar,

__ADS_1


meski berat, Hangga mengangguk,


" bawa Tiara kesini sebentar mak.. saya mau berpamitan.." kata Hangga belum lega jika tidak melihat Tiara terlebih dahulu.


__ADS_2