THE COLDEST SNOW

THE COLDEST SNOW
SUDAH MENCINTAIMU


__ADS_3

Akhir minggu ini, tepat Darren merayakan ulang tahunnya yang ke 27. Ia cukup merasa bahagia dengan pencapaiannya saat ini. Perusahaan yang maju, istri, anak yang sebentar lagi akan lahir, dan hal hal lain yang tak bisa dijabarkan satu persatu.


Namun, ada sesuatu yang kurang dalam dirinya, yakni Alexa. Sejak ia menemukan kembali foto Alexa yang terselip di antara buku di laci mejanya, dalam pikirannya terus saja terlintas wajah Alexa.


Oleh karena itulah ia meminta Lala, sekretarisnya untuk mengirimkan undangan ulang tahun secara khusus kepada mantan kekasihnya itu.


Dan kini, matanya langsung menangkap sosok yang ia rindukan. Penampilan yang selalu cantik dan terlihat anggun dengan gaun berwarna merah maroon, membuat kulit putih Alexa semakin bersinar.


Darren yang sedang berdiri bersebelahan dengan Sisca, harus mengurungkan niatnya untuk menghampiri Alexa. Ia tak ingin keluarganya, terutama Mommynya, berpikiran buruk tentang Alexa. Di dalam hati ia tersenyum ketika melihat Alexa berjalan mendekat ke arahnya.


"Selamat ulang tahun," ucap Alexa.


"Al, terima kasih," ucap Darren.


Sisca yang berdiri di sebelah Darren mencebik sinis. Ia mengelus perut buncitnya di depan Alexa agar mantan sahabatnya itu mengetahui bahwa saat ini ia tengah mengandung buah hatinya dengan Darren.


Zero yang berdiri di sebelah Alexa, memberikan sebuah map kepada Darren. Darren tahu itu adalah hadiah yang diberikan oleh Alexa. Ia pun dengan segera membukanya.


"Semoga kamu menyukai hadiah dariku. Kuharap tempat itu akan selalu menjadi kenangan indah untukmu bersama istrimu. Aku juga berterima kasih atas undanganmu, jadi membuatku bisa membuang apa yang merupakan kesialan untukku," ucap Alexa yang kemudian kembali melingkarkan tangannya di lengan Zero.


"Ayo, Kak," keduanya berjalan menjauhi Darren dan Sisca, yang menatap mereka dengan penuh kekesalan terutama Sisca.


Sialannn!!! dia secara tidak langsung mengejekku. Aku tidak bisa menerimanya. Lihat saja bagaimana nanti aku akan membuatmu kembali merasakan kesakitan. - Sisca.


Alexa dan Zero berjalan menuju ke arah yang berlawanan dengan posisi di mana Darren dan Sisca berdiri saat ini.


"Bagaimana kalau kita pulang saja kak sekarang?" tanya Alexa.


"Tunggu sebentar. Apa kamu ingin memperlihatkan pada mereka bahwa kamu lemah? Ayo tersenyumlah," ucap Zero.


"Hmm, kalau begitu aku akan ke toilet dulu dan membetulkan sedikit riasanku. Siapa tahu aku bisa menjerat salah satu pria di sini dan memperlihatkan pada 2 pengkhianat itu bahwa aku akan menemukan pria yang jauh lebih baik," ucap Alexa.

__ADS_1


"Bukankah pria itu aku?" tanya Zero menggoda Alexa, membuat wanita itu tersenyum dan berlalu.


Tanpa keduanya sadari, sedari tadi interaksi mereka terlihat oleh seorang pria. Perusahaannya turut diundang karena keluarga keduanya saling mengenal. Ia mengikuti ke arah mana Alexa pergi dan berjalan ke arah yang sama.


Alexa berdiri di depan wastafel. Ia mengeluarkan lipstik dari tas miliknya dan memoles bibirnya sedikit. Setelah melihat penampilannya di cermin, Alexa pun segera keluar. Tiba tiba saja pergelangan tangannya ditarik dan ia dibawa ke suatu tempat yang agak sepi.


Alexa yang telah siap untuk memukul pria itu pun berhenti ketika melihat siapa yang berdiri di hadapannya. Ia hanya diam dan melihat.


"Apa kamu masih tidak mau mengenaliku?"


Alexa menghentakkan pergelangan tangannya yang dipegang erat oleh Michael. Ya, pria yang ada di hadapannya adalah Michael.


"Maaf, saya harus segera kembali ke dalam. Pasangan saya menunggu," ucap Alexa. Ia tak ingin terlihat lemah di hadapan siapapun.


"Apa kamu sudah bosan dengan James dan kini beralih dengan pria lain?"


"Maaf Tuan, kurasa itu adalah masalah pribadi dan tak ada hubungannya dengan anda," jawab Alexa.


Mata Alexa menatap Michael dengan tajam. Sebuah tamparan dilayangkan Alexa ke wajah Michael dan sebuah tendangan tepat mengenai junior milik pria itu. Michael terjatuh dan menutupi miliknya, karena Alexa kembali ingin menginjaknya.


"Jaga bicaramu, sebelum aku memotong lidahmu. Kalau kamu memang menginginkan hubungan seperti itu, bukankah kamu sudah memiliki wanitanya. Nikmatilah!" Alexa berjongkok dan menepuk pipi Michael.


"Al!" teriak Michael dan mengepalkan tangannya. Namun Alexa sama sekali tak menoleh padanya. Pertemuan yang ia inginkan, sepertinya tak terjadi karena bayangan Alexa bersama pria lain selalu membuat mood nya rusak dan mengeluarkan emosinya.


Sementara itu, Zero yang telah menunggu Alexa kini terlihat tengah berbicara dengan seseorang. Tak ingin mengganggu, Alexa langsung keluar dari ruang tempat acara berlangsung dan mengirimkan pesan singkat pada Zero, bahwa ia akan menunggu di mobil.


*****


Neo yang datang bersama Michael, mencari keberadaan atasannya itu. Setelah mereka bertemu dan mengucapkan selamat pada sang empunya acara, mereka berpisah karena Neo dipersilakan oleh Michael untuk berkeliling dan mencari makanan.


Setelah beberapa lama berkeliling, Neo melihat keberadaan Michael. Atasannya itu baru saja keluar dari akses jalan yang menuju ke toilet. Ia pun segera menghampiri.

__ADS_1


"Anda tidak apa apa, Tuan?" tanya Neo yang melihat sedikit perubahan pada wajah Michael. Ia tidak tahu kalau saat ini Michael masih merasakan sakit pada aset masa depannya.


"Kita pulang sekarang," ujar Michael.


"Baik, Tuan."


Mereka pun berjalan keluar, menuju mobil yang terparkir. Tak jauh dari mobil mereka, terlihat sosok seorang pria dan wanita yang terlihat begitu dekat. Hal itu kembali menaikkan rasa marah dan kesal dalam diri Michael. Bahkan saat Millie menikah dengan pria lain, hatinya tidak sesakit dan se emosi ini.


Sementara itu di area parkir mobil yang tak jauh dari sana,


"Kamu lama sekali, Kak," ujar Alexa yang akhirnya keluar lagi dari dalam mobil karena merasa bosan.


"Maaf, Al. Tadi aku bertemu dengan salah satu sahabatku. Sudah lama kami tidak bertemu," ucap Zero.


"Kita pulang sekarang, Kak. Aku mengantuk."


"Baiklah, adik kecilku," Zero mengusap kepala Alexa. Kali ini ia tak akan ragu karena mereka akan pulang, jadi penampilan Alexa bukanlah hal yang utama.


*****


Michael yang pulang ke rumah, kini terdiam di dalam kamar tidurnya. Mom Jane yang melihat kepulangannya hanya bisa melihatnya saja karena Michael langsung berjalan ke arah kamar, tanpa menyapa siapapun.


Ia memejamkan mata dan kembali teringat pada Alexa, "Apa aku sudah mencintaimu?"


Saat berada di dekat Alexa tadi, ia bisa mencium harum tubuh dan wangi rambutnya, membuat getaran di dalam tubuhnya dan jantungnya juga berdetak cepat. Michael mengusap wajahnya kasar sebelum akhirnya ia masuk ke dalam kamar mandi untuk menenangkan sesuatu.


Membayangkan Alexa, kulit tubuhnya yang terlihat begitu mulus, harum dan wangi tubuhnya, membuat sesuatu di sana terbangun. Untung saja ia tidak pingsan setelah mendapatkan pukulan maut.


Al, sepertinya aku mencintaimu.


🧡 🧡 🧡

__ADS_1


__ADS_2