THE COLDEST SNOW

THE COLDEST SNOW
KAMU KEJAM


__ADS_3

Setelah bertengkar dengan salah seorang pasien di klinik kecantikan, wajah Mama Dara pun jadi terlihat oleh semua yang berada di sana. Banyak yang merekamnya dengan ponsel dan mengunggahnya di media sosial.


Saat ini Mama Dara sudah berada di dalam ruang pemeriksaan. Ia yang tak bisa menahan amarahnya, akhirnya memaksa semuanya untuk mendahulukannya atau ia akan menempelkan wajahnya pada wajah mereka semua. Hal itu tentu saja membuat semuanya ketakutan, hingga menghasilkan sumpah serapah untuk Mama Dara.


"Bagaimana, Dok?" tanya Mama Dara.


"Apa Nyonya menggunakan kosmetik secara berlebihan?"


"Tidak. Hanya saja beberapa hari ini saya menggunakan kosmetik yang diberikan oleh putra saya. Anda tahu Dok, packagingnya elegan sekali. Putra saya yang nantinya akan memproduksinya. Itu akan menjadi merk ternama nantinya."


"Apa anda membawa kosmetik itu?"


"Ooohh bawa, tentu saja. Dokter juga harus membeli ini. Putra saya itu pemilik Perusahaan Evans loh. Kalau mau bikin rumah bisa, kosmetik bisa, mau apa aja semua ada," ucap Mama Dara sambil mengeluarkan kosmetik dari dalam tas miliknya.


Dokter kulit dan kecantikan itu melihat dan memeriksa kosmetik yang dibawa oleh Mama Dara, tidak ada yang aneh. Hanya saja tidak tercantum izin produksi di sana.


"Sebaiknya anda tidak menggunakan kosmetik ini lagi, Nyonya. Sepertinya kosmetik ini yang membuat wajah anda menjadi seperti ini," ucap sang dokter.


"Tidak mungkin! Anda tahu, kosmetik ini adalah hasil kerja keras putra saya, jangan sembarangan menghinanya."


"Terserah anda saja, Nyonya. Yang pasti saya telah memberitahu anda. Silakan duduk di sini," sang dokter menunjuk kursi pemeriksaan.


Mama Dara bangkit dari kursi konsultasi dan duduk di kursi pemeriksaan. Dokter memperhatikan wajah Mama Dara. Sesekali Mama Dara Mengaduh dan meringis saat dokter menggunakan sebuah alat.


"Nyonya, wajah anda mengalami infeksi. Kalau saya lihat ini disebabkan oleh jamur dan bakteri."


Wajah Mama Dara langsung mengkerut seakan tak percaya dengan ucapan sang dokter, "Apa maksud anda saya tidak membersihkannya dengan benar? Saya ini orang kaya, anak saya pengusaha, rumah saya besar dan semua jenis sabun kecantikan juga saya punya."


Dokter menghela nafasnya pelan dan tersenyum, "Kalau begitu saya resepkan salep dan obat makan dulu ya bu. Kita lihat seminggu ke depan bagaimana perubahannya."

__ADS_1


"1 minggu? Nggak bisa besok sembuh? Saya ini harus berkumpul dengan teman teman sosialita saya. Masa tanpilan wajah saya seperti ini? Anda dokter bukan sih?"


"Maaf sebelumnya Nyonya, tapi kita harus melihat terlebih dulu bagaimana reaksi wajah anda pada obat yang saya berikan," ucap sang dokter.


"Jadi dokter menjadikan saya bahan percobaan? Anda sudah gila ya?!" teriak Mama Dara, membuat dokter tersebut kembali menghela nafasnya. Ia sudah terbiasa menghadapi pasien dengan jenis seperti Mama Dara, namun sepertinya spesies Mama Dara itu sangat unik dan tidak perlu dilestarikan.


"Baiklah, Nyonya Dara. Saat itu hanya saran itu yang bisa saya lakukan. Jika anda mau yang instan, mungkin akan lebih baik jika anda pergi ke luar negeri dengan teknologi yang lebih canggih."


"Baiklah, cepat berikan salep dan obatnya. Saya akan pergi ke luar negeri saja."


Sambil menulis resep, dokter berkata, "semuanya 2 juta, Nyonya."


"Whattt??!!! Mahal sekali. Anda cuma periksa dikit, ngomong dikit, nulis dikit, kasih resep. Nggak salah?" ucap Mama Dara.


"Secara khusus saya memberikan salep dan obat makan termahal untuk anda, Nyonya. Putra anda kan seorang pengusaha, 2 juta tak ada artinya untuk Pemilik Perusahaan," ucap Sang dokter.


"Ini," Mama Dara meletakkan uang tersebut di atas meja. Sebenarnya ia sungguh tidak rela memberikan uang itu pada sang dokter, padahal bintik bintik di wajahnya tidak hilang sama sekali.


Saat ia keluar dari ruang periksa, semua mata tertuju padanya. Mama Dara langsung menatap tajam, meskipun tak ada yang bisa melihatnya karena ia sudah menggunakan kacamata hitam.


"Apa kalian lihat lihat?!" teriak Mama Dara yang kemudian keluar dari klinik itu.


*****


Alexa tersenyum saat melihat Mama Dara yang meluapkan amarahnya di klinik kecantikan. Bukan Alexa jika tak mampu meretas CCTV Klinik tersebut. Awalnya Alexa ingin mengambil rekaman video CCTV itu, namun telah banyak yang mengunggah video Mama Dara dari rekaman ponsel.


Lihatlah, bukankah itu Nyonya Dara Evans?


Wajahnya rusak, seperti mak lampir (emoticon tertawa)

__ADS_1


Wow perusahaan Evans bukannya bergerak di bidang kosmetik juga? Tapi kok wajahnya rusak? Jadi takut ihh pakai kosmetiknya.


"Kee, aku tak menyangka bahwa kamu kejam juga. Ku rasa dosis yang kamu berikan pada Nyonya Dara terlalu berlebihan," ucap Alexa pada Keekan yang berdiri di hadapannya.


"Saya rasa tidak. Dosis itu sama persis dengan yang mereka berikan di produk kita, Nona."


"Tapi tidak pas dengan uang yang kamu berikan untuk berobatnya," ucap Alexa sambil tertawa.


"Biarkan saja, Nona. Biar dia merasakan bagaimana digunjingkan orang. Dia suka meninggikan dirinya. Biarlah sekarang dia merasakan bagaimana direndahkan dan dikucilkan," Keekan seakan melampiaskan dendam pribadinya pada wanita bernama Dara.


Hujatan hujatan terus memenuhi kolom komentar di media sosial perusahaan Evans. Para pemegang saham dan investor yang masih bertahan di Perusahaan Evans mulai mengadakan pertemuan internal tanpa kehadiran Darren karena tujuan mereka adalah menurunkan Darren dari posisi CEO.


Sementara itu Darren yang sedang berada di dalam sebuah ruang VIP sebuah restoran, sedang berduaan dengan seorang wanita. Ia tidak tahu kejadian yang kini sedang menimpa dirinya. Yang ia lakukan hanya merayakan keberhasilannya karena telah berhasil memasukkan orang suruhannya ke Alpenze Coorp untuk merusak produk mereka.


Para wartawan telah berkumpul di depan resto. Mereka segera mencari keberadaan Darren saat video tersebut diunggah ke media sosial. Mereka saling dorong karena ingin masuk dan mewawancarai Darren.


"Hei! Buka pintunya. Izinkan kami masuk!"


"Kalian tidak boleh menghalangi kami! Kami harus mencari berita untuk mengungkapkan kebenaran, lagipula ini sangat berpengaruh untuk membantu orang orang yang akan membeli kosmetik itu."


Semakin lama, para pegawai resto tidak mampu membendung laju wartawan yang terus memaksa masuk. Mereka pun akhirnya memberitahukan di mana ruangan tempat Darren berada agar para wartawan itu bisa segera pergi dan tidak mengganggu tamu yang lain.


Brakkk


Pintu ruangan di mana Darren berada kini telah terbuka dan kilatan cahaya saling sambut menyambut, membuat Darren yang sudah setengah polos merasa kaget dan langsung menutupi wajahnya.


Sang wanita pun langsung menaikkan kembali pakaian bagian atasnya dan menutup wajahnya, kemudian bergegas lari keluar untuk menghindari pengambilan gambar yang dilakukan oleh para wartawan.


🧡 🧡 🧡

__ADS_1


__ADS_2