
Setelah mengetahui bahwa Nando telah bercerai dengan istrinya, Millie kini gencar mendekati Nando.Ia bahkan terus mengirimkan pesan singkat dengan foto foto untuk membangkitkan has rat dan gai rah Nando.
Nando yang dengan mudahnya terpancing karena saat ini ia juga sedang stres, dengan mudahnya menyambut Millie dengan tangan terbuka. Namun, Millie tak melihat perubahan pada angka di rekeningnya setelah ia puas melayani Nando.
"Apa?! Apa maksudmu? Kamu tak akan memberikanku uang?!" teriak Millie.
"Uang, uang, uang terus!! Bisakah kamu diam!"
"Kamu tidak memberikanku uang? Aku membutuhkannya, Nando!" Baru kali ini Millie memanggilnya langsung dengan nama.
Hoekkk ... Hoekkk ...
Millie langsung bergegas ke kamar mandi. Rasa mualnya sudah terjadi sejak 2 bulan yang lalu. Ia ingin memeriksakan diri ke dokter, tapi ia merasa sangat malas, bahkan untuk bangkit dari tempat tidur. Keinginannya hanya 1, yakni ber cinta.
"Berikan aku uang, Nando! Aku ingin pergi ke dokter. Lelah aku mual hampir setiap hari seperti ini."
"Aku tidak punya uang. Esme tak memberikan uang sepeserpun padaku. Ia bahkan mengambil semua fasilitas yang diberikannya padaku," gerutu Nando dengan kesal.
"Sialannn!!! Jadi selama ini kamu tidak memiliki uang?" teriak Millie.
"Aku punya uang, jika Esme memberikannya padaku dan ia tak pernah menolak memberikannya padaku. Tapi setelah melihat hubungan kita kemarin itu, ia benar benar menghentikannya dengan menceraikanku."
Brakkk
Millie melemparkan pakaian Nando langsung ke wajahnya, "pakai pakaianmu dan segera pergi dari sini. Aku tidak mau berhubungan dengan pria miskin sepertimu. Tidak ada keuntungan apa apa untukku."
Millie akhirnya keluar dari kamar hotel itu sendiri karena Nando tak peduli dengan perkataan Millie. Millie yang sangat kesal pergi dengan menghentakkan kakinya. Ia merasa sudah dimanfaatkan.
Keesokan paginya, ia kembali mengalami mual dan membuatnya sangat menderita. Ia pun pergi ke dokter karena sudah tak tahan lagi.
"Apa?! Hamil?" Millie tak percaya ia bisa kembali hamil, padahal ia meminum pil pencegah kehamilan.
__ADS_1
"Pil memang tidak bisa 100% mencegah, Nyonya," ucap sang dokter.
Millie keluar dari ruangan praktek dokter dengan kebimbangan di dalam hatinya. Ia sebenarnya yakin hatus menggugurkan kandungannya karena Nando tak mungkin mau bertanggung jawab dan ia juga tak ingin memiliki suami seperti Nando yang tak memiliki apa apa.
Aha! - sebuah ide terlintas di dalam pikiran Millie dan ini adalah jalannya untuk menjadi wanita kaya lagi.
*****
"Michael yang menghamilimu?!" tanya Dad Stanley dengan ketus.
"Iya, benar. Putra anda yang telah melakukannya."
"Berapa usia kandunganmu?" tanya Dad Stanley.
"D-dua bulan," jawab Millie. Baru kali ini ia bertemu dengan Dad Stanley dan ia merasa sedikit takut karena pembawaan pria itu yang terlihat tegas.
Di luar pintu, Michael dan Alexa yang awalnya ingin masuk, hanya diam mendengarkan semua yang dikatakan oleh Millie. Alexa sama sekali tak terpengaruh dengan apa yang dikatakan oleh Millie karena Michael telah menceritakan padanya tentang kehidupannya. Bahkan ia menceritakan tentang Esme dan juga Nando, yang tak lain adalah mantan suami Millie juga.
"Aktingnya hebat sekali," bisik Alexa pada Michael.
"Oalahh, kamu berani membayarku berapa menjadi aktris?"
Cuppp
"Sudah kubayar. Bukankah kamu suka sekali sekali berakting? Daripada di depan Dad Azka dan Kakakmu yang terus menerus gagal," goda Michael.
"Ishhh, kamu menggodaku."
Akhirnya Alexa pun masuk ke dalam rumah Keluarga Thomas. Ia menyapa kedua orang tua Michael.
"Uncle, Aunty," sapa Alexa mendekati dan mencium pipi mereka. Hal itu tentu saja membuat kerutan di dahi Millie karena melihat Alexa yang begitu dekat dengan kedua orang tua Michael. Bahkan ia sendiri tak pernah diperkenalkan pada mereka.
__ADS_1
"Kamu sudah kembali, Al? Semua baik bukan?" tanya Aunty Jane.
"Semua baik, Aunty. Bahkan aku membawakan hadiah untuk kalian," jawab Alexa.
"Hadiah? Tak perlu repot repot, sayang. Kamu kembali dengan selamat, itu sudah merupakan hadiah bagi kami."
Millie yang melihat bahwa kini Alexa yang menjadi pusat perhatian kedua orang tua Michael pun mengepalkan kedua tangannya. Ia kesal karena merasa dikalahkan oleh Alexa.
"Tuan, tolong aku. Apa yang harus aku lakukan dengan anak ini," ucap Millie lagi dengan memelas untuk menarik simpati.
"Ah iya, aku melupakanmu," ucap Dad Stanley, membuat Millie semakin kesal sementara Alexa ingin tertawa.
"Aku sendiri tidak tahu kapan dan di mana kalian membuatnya, lalu mengapa kamu datang ke sini dan meminta pertanggungjawaban? Sebaiknya kamu cari sendiri Michael di luar sana jika memang dia yang menghamilimu ... Uhukk ... Uhukk ...," ucap Dad Stanley yang terbatuk.
Alexa pun menenangkan Dad Stanley, kemudian menatap ke arah Millie, "Apa anda yakin kalau itu anak Michael?"
"Apa kamu meragukanku? Michael mencintaiku, begitu juga dengan diriku. Kami melakukannya atas dasar suka sama suka. Jika Michael tidak mau bertangung jawab, setidaknya kalian sebagai orang tua harus bertanggung jawab. Bagaimana pun juga Michael adalah putra anda. Apa anda tega membiarkan keturunan Keluarga Thomas terlantar begitu saja?" ucap Millie mulai mengancam.
"Kalau dia memang mencintaimu, maka ia pasti akan bertanggung jawab. Oleh karena itu, kamu bisa menghubunginya," Alexa mulai membalik perkataan Millie.
"K-kamu!! Kamu bukan Keluarga Thomas, kenapa kamu ikut campur urusan ini?" Millie mulai berkata kata dengan nada tinggi.
"Ah maaf, aku hanya mengeluarkan apa yang ada dalam pikiranku."
"Apa yang dikatakan Alexa benar. Jika memang kalian saling mencintai, kamu bisa mencarinya. Bawalah dia pulang, maka aku akan segera menikahkan kalian ... Meski sebenarnya aku tak suka jika Michael menikah dengan wanita sepertimu. Aku sudah mempunyai pilihan sendiri untuknya." ucap Dad Stanley.
Millie diam. Ia bingung harus menjawab apa. Sudah lama ia tak dapat menghubungi Michael. Ia tak tahu ke mana perginya pria itu.
Apa yang harus kulakukan sekarang? Aku tidak mungkin menyanggupi untuk mencari Michael. Tujuanku ke sini setidaknya agar mereka mau mengakuiku sebagai calon menantu mereka dan mereka pasti akan memberikan kehidupan layak bagiku. Tak mungkin mereka akan menelantarkan cucu mereka. - Millie terus berperang dalam batinnya.
"Kamu tak perlu mencariku. Aku sudah ada di sini. Hanya saja aku heran dengan keberanianmu berada di sini dan mengatakan bahwa kamu sedang hamil anakku. Bahkan selama kita menjalin hubungan pun, tak pernah sekalipun aku berbuat tak baik padamu. Aku tak pernah menciummu, apalagi melakukan sesuatu lebih dari itu.
__ADS_1
Sebaiknya kamu pergi dan cari Ayah kandung dari anakmu, sebelum aku benar benar membuatmu malu di sini. Dan dengarkanlah 1 hal, sudah lama aku tak mencintaimu. Aku hanya mencintai Alexa dan hanya dia yang akan kunikahi dan menjadi ibu dari anak anakku."
🧡 🧡 🧡