
Malam itu, Neo menceritakan sedikit kisah hidupnya pada Zero. Tapi tentu saja ia tak menyebutkan nama.
"Kamu gila, Neo! Aku tak pernah menyangka kamu bisa melakukan semua itu!" ucap Zero yang tak percaya kalau temannya saat di panti, bisa melakukan hal seperti itu.
"Aku memang sudah gila! Saat itu aku tidak tahu lagi harus mencari uang ke mana. Kepala panti sedang sakit parah dan memerlukan uang yang banyak. Ia menawarkan uang padaku dan ...," Neo menjambak rambutnya. Baginya kepala panti sudah bagaikan seorang ibu. Ia tak sanggup jika harus kehilangan sebagian dari dirinya.
"Kamu mengorbankan seorang wanita demi kepala panti? Jika kepala panti sampai tahu apa yang kamu lakukan, ia pasti akan menghukummu, bukan berterima kasih. Seharusnya kamu menemuiku," ujar Zero.
"Menemuimu? Di mana? Kamu bahkan tidak memberikan kabar apapun setelah kamu pergi meninggalkan panti."
"Lalu bagaimana dengan wanita itu?"
"Aku menemukannya dan aku ingin meminta maaf padanya. Kamu tahu, selama ini aku diliputi rasa bersalah yang sangat besar. Namun, hingga saat ini pun ia tak mau memaafkanku."
"Tentu saja ia tak akan memaafkanmu. Kamu menghancurkan hidupnya. Ia adalah seorang wanita dan kamu membuatnya dilecehkan oleh para pria tak bertanggung jawab. Bagaimana ia akan menikah nantinya? Apa ada pria yang mau dengannya?" tanya Zero.
Untuk sesaat Neo terdiam. Dulu, ia tak pernah berpikir hingha ke sana. Ia masih sangat mudah saat itu dan yang ada dalam pikirannya hanyalah orang yang ia sayangi, yang sudah ia anggap keluarga.
"Aku akan bertanggung jawab, tapi apa dia mau? Memaafkanku saja ia tak sudi," Neo menatap langit malam dengan sendu. Hati dan pikirannya benar benar kacau.
"Aku akan membantumu. Katakan padaku siapa dia. Aku akan membantumu bicara padanya," ujar Zero.
Deggg
Tak mungkin rasanya Neo mengatakan siapa wanita itu, ia yakin bahkan sangat yakin kalau Zero akan menghabisinya.
"Aku akan mencobanya sendiri. Aku tak ingin membawamu masuk ke dalam masalahku."
Zero kembali menepuk bahu temannya itu untuk memberikan dukungan.
"Lakukanlah dengan tulus, siapa tahu ia mau memaafkanmu," ucap Zero.
"Terima kasih," ucap Neo memaksakan diri untuk tersenyum.
*****
__ADS_1
Pagi menjelang, matahari telah menampakkan sinarnya. Namun sepasang manusia masih bergelung di dalam selimut, seakan mencari kehangatan.
Michael yang terbangun lebih dulu, menatap wajah Alexa dengan intens. Ia bahkan memainkan jemarinya untuk menyusuri wajah Alexa dan terakhir memainkannya di atas bibir pink milik Alexa.
"Eughhh ....," Alexa mulai menggeliat seakan tidur nyenyaknya mulai terusik.
Cuppp
Sebuah kecupan mendarat di bibir Alexa, membuat sang empunya bibir mulai mengerjapkan matanya. Ia tersenyum ketika melihat Michael yang sedang menatapnya.
"Mengapa kamu melihatku seperti itu?" tanya Alexa.
"Cantik. Kamu cantik sekali saat bangun tidur seperti ini," jawab Michael.
"Jangan menggodaku pagi pagi, aku masih mengantuk," Alexa menarik kembali selimutnya, ingin melanjutkan tidurnya. Semalam ia sangat lelah karena ia hanya beristirahat sebentar dan dibangunkan kembali oleh milik Michael yanh kembali tegak setiap kali bersentuhan dengannya.
"Bangun dulu, kita sarapan," ajak Michael.
"Nanti saja, aku benar benar lelah."
"Kamu harus makan banyak. Kamu perlu tenaga untuk mengulangnya lagi nanti malam," ucap Michael.
"Ya, aku mau mengulangnya lagi nanti malam. Atau kamu mau mengulangnya sekarang saja? Aku sangat siap sekali," Michael tersenyum simpul saat menatap Alexa.
"Apa tidak sebaiknya kita istirahat dulu saja?"
"Kita bisa beristirahat dari pagi hingga sore, malam baru bekerja lagi."
Alexa menghela nafasnya pelan. Meskipun ia juga merasa nikmat saat melakukannya, namun rasa lelah yang mendera tubuhnya seakan menolak hubungan.
Mana mungkin aku melewatkan yang enak enak begini. Ternyata memang benar enak banget. Aku akan melakukannya setiap malam. Aku tak akan pernah melepaskanmu, Al. - Michael terus tersenyum saat membayangkan ia akan menikmati kembali surga dunia.
Alexa akhirnya bangkit dan ingin berjalan ke kamar mandi. Michael melihat istrinya itu agak sedikit kesusahan. Ia pun dengan sigap langsung menggendong tubuh Alexa. Kini keduanya dalam keadaan polos dan berlalu menuju kamar mandi.
"Ahhhh ....," Michael kembali mencium leher Alexa saat menyadari adiknya kini sudah kembali tegak. Ia benar benar tak bisa menahan has sratnya saat bersentuhan dengan Alexa.
__ADS_1
"Kita lakukan sekali lagi, hmm ....," setelah melakukan pemanasan sebentar, Michael memutar tubuh Alexa hingga membelakanginya. Keduanya berdiri di bawah shower dan Michael mulai memasukkan juniornya dari belakang.
Suara des sahan kembali keluar dari bibir Alexa ketika milik Michael telah masuk dengan sempurna. Suaminya itu kembali menghentakkan tubuhnya maju mundur, membuat Alexa menger rang dan mendes sah berkali kali. Tangan Michael bahkan kini bisa ikut turut bergerilya menyusuri tubuh Alexa.
"Kamu luar biasa, sayang ... Aku ... Ahhh," kini giliran Michael yang mendes sah saat Alexa mulai memutar tubuhnya dan bergerak di depan Michael.
Michael melum mat bibir Alexa dan menahan tengkuk wanitanya. Ia memperdalam ciumannya dengan salah satu tangan menahan kaki Alexa agar terus bergerak. Keduanya larut dalam pergulatan panas di dalam kamar mandi untuk pertama kalinya.
*****
Makan pagi yang terlewat, kini telah berganti menjadi makan siang. Mereka menikmati makan siang mereka karena perut mereka sudah berbunyi sejak tadi.
Keduanya makan di restoran hotel. Michael telah memesan sebelumnya agar ketika mereka datang, mereka bisa langsung menikmati.
Kedua keluarga tak ada yang menginap di hotel. Mereka berinisiatif pulang ke rumah masing masing karena merasa lebih nyaman jika langsung pulang lagipula rumah mereka berada di kota yang sama.
"Apa kamu yakin untuk tinggal di New York?" tanya Alexa. Ia tak ingin karena dirinya, Michael membuang karirnya sebagai dokter di Berlin.
"Aku akan tinggal di manapun kamu berada. Setelah kupikir pikir, aku bisa membuka praktek di mana pun. Bukankah dunia ini memerlukan dokter ahli kandungan, di manapun itu?"
Alexa baru menyadari kalau karir yang digeluti oleh Michael adalah sebagai dokter kandungan. Itu berarti Michael akan selalu berhubungan dengan wanita, bahkan ... Melihat bagian inti milik mereka.
"Ada apa, sayang?" tanya Michael saat melihat perubahan raut wajah Alexa.
"Apa kamu sering melihat bagian itu wanita?" tanya Alexa sambil menunjuk ke bawah.
Michael tersenyum, kemudian memegang tangan Alexa, "ya, aku melakukannya. Tapi tenanglah, bagiku hanya dirimu pemilik adikku ini. Ia tak akan suka dan mau untuk mampir mampir di tempat lain. Bahkan sekarang saja, hanya dengan memegang tanganmu, adikku sepertinya sudah mulai ingin bermain lagi denganmu."
Sontak wajah Alexa langsung memerah. Ia menoleh ke kiri dan ke kanan. Ia tak mau orang orang mendengarkan pembicaraan absurb mereka.
"Ayo, kita lakukan lagi," Michael sudah berdiri dan memberikan tangannya untuk diraih oleh Alexa.
🧡 🧡 🧡
Mas Mic, ternyata kamu mesum ya. Pantes aku panas dingin nih, padahal aku cuma jadi CCTV loh di kamar hotel supaya bisa aku tulis.
__ADS_1
Hatiku masih sakit ini, kecuali kalau Mas Mic mau kenalin aku sama kenalannya yang setipe Mas Mic gitu ... Ada ga? Sama Axton aku nyerah aja kayanya, dia ga mau nikah soalnya, ntar aku makan hati terus lagi dikacangin.
Cherry mau bikin novel baru, tp nunggu masalah Neo sama Keekan selesai dulu. Bingung si Neo mau diapain ... Aku yang nulis aja kesel 😒