
Keekan tak beranjak dari kost Neo. Ia bahkan memilih tidur di sana. Ia berharap Neo akan mengikuti keinginannya, yakni kembali ke Jakarta.
"Ayo kuantar," ucap Neo.
"Tidak! Aku tak akan ke mana mana sebelum kamu menyetujui permintaanku," ucap Keekan.
"Sudah kukatakan, aku tak bisa. Aku bekerja di sini dan sudah terikat kontrak."
"Asalkan kamu mau, aku akan membantumu untuk menyelesaikan semua kontrak kontrak itu."
"Kee ..."
"Apa kamu akan mengatakan aku keras kepala lagi? Apa karena itu juga dulu kamu dengan mudahnya memberikan aku pada teman temanmu? Ya, aku memang keras kepala!"
"Kee ... Maaf. Maafkan aku. Aku ....," Neo tak mampu melanjutkan ucapannya. Keekan memang keras kepala tapi bukan karena itu ia melakukan hal buruk.
"Aku yang minta maaf. Tidak seharusnya aku mengungkit masalah yang dulu. Aku sudah memaafkanmu dan sudah seharusnya juga aku melupakannya. Tapi kali ini, turutilah permintaanku."
"Apa setelah aku kembali ke sana, kamu akan kembali ke New York?" tanya Neo.
"Aku belum tahu. Aku hanya menjalankan apapun yang diperintahkan oleh Nona Alexa," jawa Keekan.
Neo tampak berpikir. Hari sudah lewat tengah malam dan mereka masih membahas hal ini. Sebenarnya tubuh Neo sudah sangat lelah, tapi tak mungkin ia mengacuhkan Keekan.
__ADS_1
Namun, lama kelamaan kepalanya sedikit tertunduk dan terdengar dengkuran halus. Keekan pun menoleh dan melihat Neo yang telah terlelap tapi masih dalam keadaan duduk.
Ia menghela nafasnya pelan, kemudian beranjak dari duduknya. Ia membaringkan Neo ke atas kasur dan menyelimutinya.
"Kamu selalu seperti itu. Sejak dulu kamu selalu mengutamakanku, tak pernah kamu mengacuhkanku. Kamu selalu mendengarkanku, meskipun aku sakit kepala. Karena itulah aku merasa sakit hati, pertemuan terakhir kita hanya diisi oleh acuhnya dirimu yang meninggalkanku dan tak mau mendengarkanku. Saat itu, aku berharap semua yang kamu lakukan hanyalah kebohongan dan ingin membuat kejutan untukku, tapi ternyata ekspektasiku salah. Mengapa aku dulu mencintaimu begitu dalam, hingga ketika kamu menorehkan luka, maka tertancap sangat dalam juga?" gumam Keekan seorang diri, sambil sesekali menoleh ke arah Neo yang tertidur.
*****
Michael langsung pulang dari klinik ketika salah seorang pelayan di rumah menghubunginya dan mengatakan kalau Alexa pulang lebih cepat dan mengeluhkan sakit di perutnya.
Ia bahkan mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi hingga mendapatkan sapaan klakson beberapa kali.
Michael merapalkan doa sepanjang perjalanan. Ia tak ingin terjadi apapun pada Alexa dan calon buah hati mereka. Ia mencoba menghubungi Alexa, namun tak diangkat sama sekali, membuat dirinya semakin khawatir.
"Sayang!" Michael membuka pintu kamar tidur mereka dan melihat Alexa yang tengah terlelap. Ia mencoba mengatur nafasnya yang terengah engah.
Michael berjalan mendekati Alexa dan menatapnya dalam. Wajah Alexa yang begitu cantik dan tenang saat terlelap, membuatnya sedikit lebih lega. Namun ia tetap harus melakukan pemeriksaan pada keduanya.
"Sayang ....," Michael mengecup pipi Alexa dan membangunkannya.
"Eughhh ... Kamu kembali?"
"Hmm ... Apa perutmu masih terasa sakit?" tanya Michael.
__ADS_1
"Tidak. Aku sudah tidak apa apa. Maaf ...," ucap Alexa karena ia sangat yakin telah membuat Michael khawatir.
"Kita periksa ya," ucap Michael dan Alexa mengangguk.
"Sekarang?" tanya Alexa.
"Ya," jawab Michael.
Tanpa bicara lagi, Alexa duduk kemudian memberikan ciuman pada Michael. Michael yang sedang panik dan sedikit gelisah pun menjadi bingung.
"Sayang ...."
"Katamu, akan memeriksaku sekarang. Jadi aku langsung saja."
Mata Michael membulat. Ia baru sadar apa yang dimaksud dengan memeriksa oleh istrinya itu. Memang kebiasaan Michael, ia selalu mengatakan akan memeriksa Alexa kemudian langsung mencium istrinya dan berakhir dengan pergulatan panas.
"Sayang ... Sebenarnya aku ingin, bahkan ingin sekali. Tapi, kita benar benar harus memeriksakan keadaanmu. Aku tak ingin kamu kenapa napa."
"Aku sudah tidak apa apa, asal kamu ada di sini," dan Alexa kembali mencium Michael. Godaan sebesar ini, mana mungkin Michael bisa menahannya, namun keadaan istri dan anaknya jauh lebih penting. Ia pun berusaha sekuat tenaga menahan godaan yang diberikan oleh Alexa.
"Kita ke klinik dulu ya. Jika memang semua baik baik, kita akan memulai pertempuran semalam suntuk," ucap Michael.
🧡 🧡 🧡
__ADS_1