
Sisca menyusuri trotoar sambil menyeret kopernya. Ia memegang perut bagian bawah yang masih terasa sangat sakit.
"Bagaimana aku bisa ke rumah sakit kalau Rajeev tidak memberikanku uang sepeserpun, bahkan ia mengambil semua ATM dan kartu kreditnya," gumam Sisca.
Semakin malam jalan semakin sepi. Rajeev begitu tega menendangnya keluar dari rumah malam malam.
"Apa dia tidak bisa menunggu sampai besok pagi?! Setidaknya aku masih bisa istirahat dan perutku tidak sesakit ini. Dasar laki laki bajinggan!!! Kamu hanya memanfaatkan tubuhku saja!!" teriak Sisca dengan marah. Ia hanya memiliki sedikit uang di dompetnya. Ia bingung apa yang harus ia lakukan.
Sisca melihat sebuah club malam di mana lampu terlihat berkelap kelip. Ia ingin sekali masuk ke dalam dan menikmati suasana di sana. Ia mulai berpikir bahwa ia bisa mendapatkan uang di sana. Biarlah ia menjadi wanita penghibur, asalkan ia memiliki banyak uang.
Namun, baru Sisca masuk ke dalam selama 30 menit, ia sudah ditendang keluar bersama dengan kopernya.
"Wanita menjijikkan dan berpenyakitan seperti kamu, jangan pernah menginjakkan kaki di sini. Aku tidak ingin para tamuku terkena penyakitmu dan pada akhirnya menuntut club malamku!"
Sialannn!!! Ini pasti semua karena Darren. Dia yang sering bermain dengan wanita di luar sana dan menularkannya padaku. - Sisca tidak pernah berpikir bahwa dirinya juga sering bermain dengan banyak pria. Bahkan Darren sudah lama tak menyentuhnya lagi.
Sisca duduk di depan sebuah toko yang sudah tutup. Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam dan ia tak punya uang untuk membayar hotel. Ia menoleh ke kiri dan ke kanan, mencari kalau kalau ada penjual makanan di tepi jalan. Namun sayang ia tak menemukannya.
Sekumpulan pria dengan pakaian preman mendekati Sisca. Sisca yang sedang berpikir di mana ia akan tidur malam ini, tak menyadarinya. Para preman saling berbisik dan merencanakan sesuatu.
"Halo, Nona cantik," sapa seorang preman.
Sisca menoleh namun tak terlalu peduli. Seorang preman mulai menyentuh dagu Sisca, ada pula yang menyentuh tubuhnya.
"Kalian jangan sembarangan menyentuh, kalau mau kalian harus bayar," ucap Sisca.
"Ahhh jadi kita harus bayar ... Berapa?" tanya salah seorang preman.
"1 orang 1 juta," jawab Sisca.
"Itu terlalu mahal! Gadis gadis di tempatku saja cuma mematok harga paling tinggi 300 ribu," kata salah seorang preman.
"Jangan samakan aku dengan mereka. Pelayananku jauh lebih luar biasa," ucap Sisca.
__ADS_1
"500 ribu, bagaimana?" tawar salah seorang preman.
Sisca mulai berpikir. Kalau ia melewatkan ini, maka ia akan sulit lagi mendapatkan uang. 500 ribu pun tidak apa, yang ia perlukan hanya bergoyang saja kan. Dan ia yakin bahwa preman itu paling hanya bisa bertahan sebentar.
"Baiklah, tapi kamu yang mencari tempat," kata Sisca.
Para preman yang jumlahnya 4 orang itu pun mulai berjalan bersama dengan Sisca. Pada akhirnya mereka sampai di salah satu kontrakan para preman itu.
"Siapa yang harus kulayani?" tanya Sisca, "Ingat 1 orang 500 ribu."
"Aku saja!" jawab salah seorang preman, "Kamu bisa berganti pakaian yang lebih seksi kan?"
"Tentu saja, itu mudah."
"Kalau begitu, bergantilah dulu. Aku akan merokok sebentar."
Sisca masuk ke dalam kontrakan yang hanya terdapat 1 ruangan utama dan 1 kamar mandi. Tempat tidur terlihat hanya cukup untuk 1 orang dan kotor. Sisca sebenarnya tak ingin melakukannya di sana, tapi bagaimanapun juga ia membutuhkan uang.
Sementara itu di luar, keempat preman itu mulai berdiskusi. Mereka mulai merencanakan sesuatu yang tidak diketahui oleh Sisca.
Di dalam kamar mandi, Sisca membersihkan intinya dengan sebaik baiknya. Ia mengeluarkan sabun wangi miliknya dan membersihkannya. Ia tak ingin kali ini ia kembali gagal mendapatkan uang hanya karena bau yang timbul dari inti miliknya. Ia juga menyemprotkan parfum sebanyak banyaknya di tubuh serta di dalan ruangan.
"Aku sudah selesai," ucap Sisca di depan pintu. Keempat preman itu melihat Sisca dengan tatapan yang penuh gair rah karena Sisca mengenakan sebuah lingerie berwarna hitam yang menonjolkan tubuhnya yang seksi dan berisi.
"Kalian ingat ya," ucap salah seorang preman pada ketiga temannya, kemudian menghampiri Sisca.
Ia merasakan wangi menusuk yang membuat hasr ratnya terbakar. Ia langsung membuka seluruh pakaiannya dan menggendong Sisca ke atas tempat tidur.
Ia mulai memberikan rang gsangan pada Sisca yang membuat wanita itu terbuai. Apalagi selama ini dirinyalah yang harus melakukan itu pada Rajeev, jadi ketika ia yang dilayani, rasanya sangat nikmat.
Preman itu memasukkan miliknya ke dalam inti milik Sisca. Ia terus menghentakkannya hingga Sisca mencapai puncaknya terlebih dulu.
"Kamu sudah, aku belum. Aku lanjutkan ya," Sisca yang merasakan nikmat langsung mengangguk dengan mata yang terpejam karena sangat menikmati. Preman tersebut langsung memanggil temannya dan bergantian untuk memasukkan milik mereka pada milik Sisca. Lampu pun sengaja dimatikan agar Sisca tak menyadari perbedaan mereka.
__ADS_1
Jadi, keempat orang tersebut merasakan berhubungan dengan Sisca. Mereka berempat merasa sangat puas. Beberapa kali juga Sisca menyemprotkan parfum. Ia sendiri merasa bahwa preman itu sangat kuat staminanya karena bisa bertahan hingga 1 jam.
"Aku akan membersihkannya lebih dulu, kamu beristirahatlah," ucap sang preman. Sisca pun menyetujuinya. Tubuhnya sangat remuk saat ini dan inti miliknya terasa sakit karena preman itu terus menghentakkan miliknya tak henti henti.
"Kita pergi!" keempat preman itu pun pergi meninggalkan Sisca tanpa sehelai benang pun. Mereka puas, bahkan sangat puas karena merasakan kenikmatan tanpa membayar. Mereka bahkan berhasil mengambil tas milik Sisca.
*****
"Hello Uncle," sapa Dad Azka pada Victor. Victor juga memeluk Mom Mia yang dulunya pernah magang di rumah sakit tersebut.
"Hello Al," sapa Grandpa Victor yang terlihat tampan meskipun usianya tidak muda lagi. Alexa membalas sapaan tersebut dan memeluknya.
"Mari kita bicara," Grandpa Victor membawa Dad Azka ke ruangannya. Alexa yakin ada hal penting yang perlu mereka bicarakan.
"Kamu ingin makan, Al?" tanya Mom Mia.
"Kita makan bersama Dad saja nanti, sekarang kita cari minum dan cemilan saja," Alexa bergelayut manja di lengan Mom Mia. Mereka pun menuju ke kantin rumah sakit.
"Kamu tahu, sayang. Mom sangat merindukan berada di rumah sakit, memeriksa pasien, dan bermain main dengan alat bedah," ucap Mom Mia yang teringat akan masa masa di mana ia bekerja. Sejak kelahiran Alexa, Mom Mia melepaskan semuanya dan fokus mengurus putra dan putrinya.
Mom Mia menceritakan semua kisah hidupnya saat berkuliah dan bekerja pada Alexa, membiat binar di mata Mom Mia sangat terlihat.
Mungkin inilah yang ada dalam pikiran Michael. Ia merasa senang dengan pekerjaannya. Mommy saja sangat merindukannya, ia juga pasti merasakan hal yang sama. - Alexa.
"Mom, setelah dari sini kita akan ke mana?" tanya Alexa.
"Mommy dan Daddy akan berlibur keliling Eropa," jawab Mom Mia.
"Kalian akan berbulan madu lagi dan sengaja mengajakku? Apa Dad dan Mom mau memperlihatkan keromantisan kalian padaku?" tanya Alexa yang membuat Mom Mia tertawa.
"Jangan menertawakanku, Mom. Kalau rencana Mom seperti itu, aku akan pergi ke London untuk menemui James. Setelah itu kita akan beetemu kembali setelah Mom menyelesaikan liburan, bagaimana?"
"Sebentar, Mommy cek dulu jadwal Mommy," Mom Mia mengeluarkan rencana perjalanannya bersama Dad Azka.
__ADS_1
"Kita bisa bertemu di Berlin 2 minggu lagi, Snow," Dad Azka yang sudah selesai menemui Victor pun kembali pada mereka.
🧡 🧡 🧡