
hampir 2 bulan berlalu, kini keduanya telah berada di kediaman Keluarga Thomas. Setelah melewati masa 1 bulan yang penuh dengan tangisan bayi dan begadang. Terlebih lagi dengan drama yang dibuat oleh Nala dan Nathan, akhirnya Michael dan Alexa memutuskan memakai jasa babysitter. Namun, ada kualifikasi yang harus dipenuhi oleh babysitter itu, yakni bisa berbahasa inggris dan menguasai bela diri, karena mereka akan membawanya ke New York. Kedua babysitter yang dipekerjakan pun telah melalui screening dari Black Alpha, hingga keduanya bisa dipercaya.
"Ahhh cucu Oma yang cantik," puji Mom Jane pada Nala.
"Nathannn, nanti bantu Opa mengurus perusahaan ya," ucap Dad Stanley di hadapan cucunya itu.
Plakkk
Mom Jane menepuk bahu suaminya dan mencebik kesal.
"Kamu ini apa apaan. Nathan masih bayi dan yang kamu pikirkan hanya perusahaan saja," Mom Jane mulai berucap ketus, membuat Nala yang berada dalam gendongannya malah tertawa.
"Ahhh kamu senang ya cantik kalau Oma memarahi Opamu ini. Kamu mau dengar lagi?" Mom Jane pun kembali berucap ketus pada Dad Stanley dan itu kembali membuat Nala tertawa.
Sementara Nathan, bayi laki laki itu hanya diam saja. Namun tatapannya tak lepas dari saudara kembarnya. Ntah apa yang diperhatikan olehnya yang baru berusia hampir 2 bulan.
*****
Sebelum keberangkatan Michael dan Alexa ke Kota New York, Neo dan Keekan akhirnya mengadakan acara pernikahan mereka secara sederhana. Mereka berdua ingin Michael dan Alexa turut hadir di sana, hingga mereka mempercepat semua prosesnya.
Panti asuhan tempat Neo dibesarkan, di sanalah acara resepsi pernikahannya diselenggarakan. Taman yang luas menjadi tempat mereka mengucapkan janji setia dan acara resepsi dengan para tamu undangan.
Bu Ani sangat senang melihatnya, bahkan anak anak panti turut bernyanyi untuk memeriahkan acara pernikahan Neo dan Keekan.
Zero yang hadir di sana, kini telah berdiri di hadapan mereka.
Bughhh
Sebuah pukulan yang tidak terlalu keras tertuju pada perut Neo. Ia sedikit mengaduh sambil memegang perutnya.
__ADS_1
"Jaga Keekan dengan baik. Aku tak akan mengampunimu jika kamu berbuat hal yang buruk lagi padanya. Kalau aku tahu sejak dulu, maka kamu sudah habis! Aku tak peduli meskipun kamu adalah temanku," bisik Zero.
"Aku mengerti," Neo menepuk bahu Zero.
"Selamat, Kee. Aku berharap kamu berbahagia," ucap Zero pada Keekan.
"Terima kasih."
Alexa dan Michael menghampiri mereka berdua. Mereka mengucapkan sekali lagi pada keduanya. Alexa menggenggam tangan Keekan dan berpesan padanya, "Kamu sudah berhasil melewati semua rasa sakit itu. Aku berharap kamu semakin kuat dan tentu saja bahagia. Aku menyayangimu, Kee."
"Aku juga sangat menyayangimu, Nona. Tanpa dirimu, mungkin aku masih akan berada di dalam ruang sempit dan tak akan pernah keluar dari sana," dengan erat Keekan memeluk Alexa.
"Oya, di mana Nala dan Nathan?" tanya Neo.
"Mereka sedang bersama dengan Grandpa dan Grandma nya," jawab Alexa.
Michael tersenyum pada Neo dan menjabat tangan pria itu, "akhirnya ... Kamu tak akan mengganggu Alexa ku lagi."
"Tapi kamu sering bertemu dengannya."
"Siapa suruh anda tidak mau memimpin Perusahaan Thomas. Kalau anda yang memimpin kan aku tak perlu menggangu Alexa."
Michael mencebik kesal. Ia merasa belakangan Neo selalu saja membalikkan semua kata katanya, menyebalkan!
"Kee, selamat ya. Oya, jaga suamimu kalau perlu ikat saja dia," pesan Michael yang sedang kesal.
Nala dan Nathan, kini menjadi pusat perhatian sekelilingnya. Mata Nala yang indah dan ke-diam-an Nathan, menjadi daya tarik tersendiri pada keduanya. Hanya saja Dad Stanley yang paling menderita.Ia harus menjadi bahan bully-an istrinya sendiri untuk membuat Nala yang menangis tertawa kembali.
"cucuku yang satu ini benar benar ....euhghhhh," Dad Stanley merasa sangat gemas pada Nala. Anehnya bayi kecil itu tak pernah mau jika digendong oleh Dad Stanley, ia hanya suka jika melihat Opanya itu disiksa.
__ADS_1
"Sabar ya sayang," ucap Mom Jane sambil mengusap punggung belakang suaminya. Namun ia juga sangat terhibur ketika melihat Nala tertawa. Dad Azka yang turut hadir, melihat kedua cucunya itu. Ia memperhatikan Nathan yang hanya diam di dalam strolernya. Bayi kecil itu terus memperhatikan Nala, setiap kali saudara kembarnya itu tertawa.
"Hari ini jadi menginap di rumah Dad kan, Snow?" tanya Dad Azka.
"Ya, Dad."
"Kalau begitu nanti kita pulang bersama saja."
"Hmm," Alexa menganggukkan kepalanya.
Michael datang menghampirinya dan memeluk pinggangnya. Ia mendekatkan wajahnya pada telinga Alexa dan berbisik, "I love you."
Alexa menoleh pada Michael dan tersenyum, "I love you too."
Ia memberikan sebuah kecupan pada suaminya itu dan melihat kedua anak mereka dengan bahagia.
TAMAT
🧡 🧡 🧡
Love segunung untuk kakak semua (terzerah mau gunung apa, tinggal pilih. Soalnya di Indonesia banyak)
Aku tamatin sampai sini aja ya kak, palingan nqnti aku nambah extra part aja. Aku kadang lupa siapa lagi yang belum aku ceritain. Kalau kakak semua ada keinget, mungkin aku ada ketinggalan siapa yang belum keliatan karmanya apa, tulis di komen aja.
Terima kasih banyak ya kakak semua, yang udah menyempatkan diri dan menyisihkan waktu untuk membaca novel dari penulis amatiran seperti saya. Mohon maaf jika ada kesalahan, harap dimaklumi.
Untuk selanjutnya, akan memulai novel tentang Axton. Namun karena berhubung novel itu akan mengikuti event 'anak genius' maka Cherry harus menunggu approve editor dulu sebelum tayang.
Mohon dukungan dari kakak semua dengan menekan tombol +ikuti di profile Cherry, siapa tahu mau baca novel Axton (berharap boleh ya kak 😅)
__ADS_1
Salam sayang sekebon dan segunung. I luph u all 🧡