THE COLDEST SNOW

THE COLDEST SNOW
SALING MENATAP


__ADS_3

Sekembalinya dari panti asuhan, Michael langsung menuju ke rumah sewanya. Di sana ia membuka praktek secara kecil kecilan, terutama untuk pemeriksaan kehamilan.


Biasanya ada beberapa wanita yang menunggunya, namun hari ini berbeda karena teras rumahnya terlihat kosong. Ia pun masuk ke dalam dan membersihkan diri. Setelahnya, ia mengambil tas ransel miliknya dan memasukkan sebuah tenda dan perlengkapan berkemah lainnya.


Michael sering pergi ke Pegunungan Berkshire untuk sekedar merenung dan melepaskan penatnya. Ia bisa berada di atas sana selama lebih kurang 2 hari. Sebenarnya ia ingin meninggalkan ponselnya, namun tak pernah ia lakukan karena ia tahu penduduk Kota Pawling bisa saja membutuhkannya.


Ia menaiki pegunungan Berkshire melalui jalur yang memang biasa digunakan. Pertemuannya dengan Alexa membuat dirinya kembali merindukan wanita itu. Ia ingin sekali berlari mendekati kemudian memeluknya, lalu mencium bibir milik Alexa. Namun, ia berusaha untuk menahan dirinya.


Sebuah bebatuan di tempat yang tak terlalu tinggi, menjadi tempat favorit bagi Michael. Ia selalu duduk di sana sendirian, bahkan menghabiskan waktu semalaman tanpa tertidur.


Dari kejauhan, Michael melihat warna merah menyala. Ia agak sedikit berlari karena mengira semak semak tengah terbakar. Namun, yang ia lihat ternyata salah. Ada seseorang yang sudah terlebih dulu mengambil tempat favoritnya.


"Al ...," Michael sama sekali tak menyangka bisa bertemu dengan Alexa di sana. Ia hanya ingin menyendiri seperti biasanya, namun siapa sangka ia malah bertemu dengan seseorang yang memenuhi pikirannya setiap hari, setiap waktu.


"Kamu ke sini, Mic?" tanya Alexa untuk memecah kecanggungan di antara keduanya.


"Hmm ... Kamu mengambil tempat favoritku," ujar Michael yang kemudian sedikit berjongkok untuk membuka tas miliknya, "Apa aku boleh ikut berkemah di sini?"


"Tentu saja, silakan. Tempat ini bukan milikku," ucap Alexa.


Michael membuka tendanya dan meletakkannya di dekat pepohonan. Michael menyelesaikan pendirian tendanya dengan cepat karena memang ia sudah sangat terbiasa. Setelahnya, ia berjalan menuju api unggun yang dibuat oleh Alexa.


"Boleh aku duduk di sini?" tanya Michael.


"Silakan."


"Kamu sudah makan?"


"Belum," jawab Alexa. Ia memang belum makan sejak siang karena terlalu bahagia saat melihat anak anak tertawa gembira. Siang itu pun ia makan karena diingatkan oleh Keekan.


"Makanlah," Michael menyodorkan kotak bekalnya yang berisi Reuben Sandwich. Roti dengan isian daging kornet klasik, keju Swiss, dan sandwich sauerkraut.


"Kamu membawa kotak bekal?"


"Hmm ... Lebih sehat," jawab Michael singkat.


Alexa melihat ke arah Michael yang kini menatap pemandangan di hadapan mereka.

__ADS_1


"Keluargamu mencarimu," ucap Alexa.


"Bukankah kamu sudah membantu mereka? Kamu lebih hebat dariku. Aku tak mengerti apapun tentang itu. Bukankah sebaiknya aku pergi, daripada membuat perusahaan itu bangkrut jika kupegang terlalu lama," jelas Michael.


Michael membaca dari internet bahwa Perusahaan Thomas telah dipegang oleh seorang wanita. Secara diam diam ia menghubungi Neo dan mengetahui siapa wanita yang dimaksud.


"Kamu memandang rendah dirimu sendiri," ucap Alexa.


Michael tersenyum kemudian melihat ke arah Alexa, "Memang begitulah adanya. Aku tak ingin orang lain memandangku tinggi, namun pada akhirnya mereka akan kecewa."


"Kamu tampan, gagah, cerdas, dan baik hati," ucap Alexa.


"Apa menurutmu aku seperti itu?" tanya Michael menekankan dan Alexa mengangguk kembali.


"Lalu apa kamu menyukaiku dengan kriteriaku yang seperti itu?"


Alexa terdiam. Ia tak tahu jawaban apa yang harus ia katakan. Ia hanya takut salah menjawab.


"Diammu sudah menjawab pertanyaanku. Oya, tidurlah di dalam tenda, tidak baik untukmu tidur di luar dalam cuaca dingin seperti ini," ucap Michael.


"Tidurlah di dalam tenda, nanti aku yang akan tidur dalam kantong tidurmu."


Michael bangkit kemudian berjalan mendekati bebatuan tempat Alexa tadi duduk sebelum Michael datang. Di sana ia melamun seorang diri, tanpa menyadari bahwa Alexa terus memperhatikannya.


Ia tak akan menyukaiku. Ia hanya menyukai James, bukan? Yang setara dengannya. Bukankah semua wanita menyukai uang. Aku? Semua itu adalah milik Dad dan bukan milikku. - Michael tersenyum miris. Namun, setidaknya ia tahu apa yang harus ia lakukan.


Mengapa kamu memandang rendah dirimu sendiri? Aku menyukai pria sepertimu, yang apa adanya. Yang tidak hidup dari bayang bayang kekayaan keluarga. - Alexa.


*****


"Ahh ... Ahhh ... Ahhh ...!!" suara des sahan dan Eranggan terdengar memenuhi sebuah kamar hotel. Seorang wanita dan seorang pria tanpa sehelai benang pun, kini sedang menikmati kehangatan tubuh satu sama lain.


"Lebih cepat lagi!!"


Pria itu membalik tubuhnya dan membiarkan wanitanya berada di atas, "Dirimu yang di atas jika ingin lebih cepat lagi, atur kecepatannya sesuai keinginanmu."


Sang wanita yang tengah dilanda naf su yang sangat besar dan belum mencapai puncaknya pun akhirnya menggoyangkan pinggulnya dengan cepat, bahkan ia memainkan sendiri kedua aset kembarnya, sementara sang pria hanya memegang pinggang wanita itu.

__ADS_1


Ketika keduanya telah mencapai puncak, sang wanita pun rebah di atas tubuh sang pria. Namun, sang pria langsung menggeser tubuh wanita itu.


"Apa kamu tidak bisa menyewa hotel yang lebih bagus dari ini?"


"Dim, aku sudah menjual apartemen pemberian Darren dan aku tak punya uang lagi selain itu. Kita harus berhemat. Bagaimana kalau sekali sekali kamu yang membayar?"


"Apa maksudmu? Aku sudah memberikan pelayanan padamu dan kamu menyuruhku yang membayar juga?" tanya Dimas yang merasa menyesal telah dekat dengan Sisca.


Setelah Sisca bercerai, mereka hanya melakukan hubungan di dalam kamar hotel melati yang suara tempat tidurnya terus berderit ketika mereka bergoyang.


"Kamu juga menikmati tubuhku, Dim!"


"Aku bisa mencari wanita lain dengan tubuh yang lebih indah dan lebih seksi darimu, Fransisca! Jadi jangan merasa bahwa aku merasa candu dengan tubuhmu itu," teriak Dimas.


Dimas langsung bangkit dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi. Ia membersihkan dirinya dan langsung berpakaian.


"Kamu mau ke mana, Dim?" tanya Sisca yang merasa tak terima kalau Dimas mau meninggalkannya begitu saja, sementara dirinya sudah memesan kamar itu sampai esok siang. Ia masih ingin merasakan kenikmatan dunia.


"Mau mencari wanita yang tubuhnya jauh lebih indah dan lebih seksi darimu, serta memberikanku gair rah yang tinggi saat ber cinta dengannya."


Brakkk


Dimas membanting pintu dan meninggalkan Sisca yang masih berada di balik selimut dengan tubuh yang masih polos.


*****


Michael bangkit dari duduknya setelah beberapa lama ia diam memandang ke arah Kota Pawling dari Pegunungan Berkshire.


Ia berbalik dan memutar tubuhnya. Tubuhnya sedikit mundur karena kaget melihat Alexa yang sudah berada di hadapannya. Alexa yang tak ingin Michael jatuh pun langsung menarik tangan pria itu, hingga tubuh keduanya begitu dekat.


Mata mereka saling menatap di bawah gelapnya malam yang disinari oleh kerlip bintang yang terasa sangat jauh. Jantung keduanya seakan berpacu melebihi detik jam.


Dan selanjutnya, ....


🧡 🧡 🧡


Hayooo, selanjutnya ngapain? 😅

__ADS_1


__ADS_2