THE COLDEST SNOW

THE COLDEST SNOW
TERSENYUM


__ADS_3

Flashback On


Keekan yang tengah termenung seorang diri di dalam kamar hotelnya setelah Neo mengantarkannya pulang, mulai berpikir. Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan untuk membuat Neo kembali, sehingga tak ada siapapun yang lelah karena keegoisannya.


Saat ia merenung, tiba tiba saja ponselnya bergetar. Ia melihat nama Alexa tertera di sana.


"Nona?"


Keekan merasa agak aneh karena tidak biasanya Alexa menghubungi malam malam. Ia pun mengambil ponsel tersebut dan menggeser lambang ponsel itu ke warna hijau.


"Ya, Nona," jawab Keekan.


"Mengapa kamu belum tidur? Apa masih memikirkan Kak Neo?" tanya Alexa to the point.


Degggg ...


Keekan sungguh kaget dengan apa yang diucapkan oleh Alexa. Ia tak pernah bercerita pada siapapun tentang masalah pribadinya, tapi mengapa atasannya itu tahu.


"Jangan kaget, Kee. Aku tahu semua hal tentangmu, tentang siapa dirimu dan apa yang sudah terjadi padamu."


"Nona ..."


"Semua keputusan ada pada dirimu. Jika kamu ingin terbebas dari semua tekanan, maka kamu harus move on. Kamu harus bisa menekan ego mu sendiri. Aku tahu memang tak akan mudah bagimu, tapi jika kamu tidak bisa berdamai dengan dirimu sendiri, maka kamu tak akan bisa berdamai dengan yang lain," ucap Alexa.


"Lalu apa yang harus kulakukan, Nona?" tanya Keekan.


"Dekati masalahmu, dan selesaikan."


Setelah itu, mereka pun menyudahi pembicaraan. Keekan berbaring di tempat tidur di kamar hotelnya dan memikirkan semua ucapan Alexa. Ia tersenyum, ia baru ingat kalau Nona nya itu adalah putri Azka Abraham, pemimpin Black Alpha. Memang tidak banyak yang tahu, hanya orang terdekat saja. Keekan pun merasa beruntung bisa dekat dengan keluarga Williams.


Flashback Off


*****


Neo masuk ke dalam kediaman Keluarga Williams. Ia harus menemui Alexa hari ini, karena permintaan atasannya itu, ntah untuk apa.

__ADS_1


"Ada apa kamu ke sini?" tanya Michael yang sudah memicingkan matanya melihat kehadiran Neo.


"Aku ingin menemui Alexa," jawab Neo.


"Tidak boleh!"


"Mengapa sejak menikah, anda menjadi overprotektif seperti ini?" Tanya Neo heran. Ia bahkan menggelengkan kepalanya itu.


"Suka suka aku. Bukankah sudah kukatakan jangan dekat dekat dengan istriku?"


"Iya, aku tahu, Tuan. Tapi istrimu itu yang memanggilmu dan ingin menemuiku."


"Tidak mungkin!"


Neo berdecak kesal, padahal tuannya itu berada di sana saat Alexa meminta menemuinya hari ini.


Dasar bucin! - batin Neo bermonolog dengan hatinya.


"Kak, kamu sudah datang?" Alexa pun keluar kamar karena mendengar suara Michael dan Neo.


Alexa berjalan mendekati Michael, kemudian mencium pipi suaminya itu. Lalu dengan setengah berbisik di telinga Michael, ia berkata ...


"Aku cuma bicara sebentar dengannya, tunggulah aku di kamar, hmm ..."


"Baiklah, sayang. Ingat jangan lama lama," Michael langsung mengarahkan tatapan tajam ke arah Neo setelah berbicara lembut pada Alexa.


Neo pun mengikuti Alexa menuju ruang kerja di kediaman Keluarga Williams.


Di dalam ruang kerja, Alexa duduk di sofa, berhadapan dengan Neo. Ia menatap tajam pria di hadapannya itu. Neo tiba tiba menelan salivanya karena tak pernah ia melihat tatapan Alexa yang seperti itu.


"Mengapa ia melihatku seperti itu, menakutkan sekali. Apa ia akan memberiku pekerjaan yang banyak? Atau memindahkanku ke ujung dunia sana?" gumam Neo.


Alexa melipat kedua tangan di depan dada dan memperhatikan Neo. Ia bisa melihat kegugupan pada pria di hadapannya itu, bahkan Alexa bisa membaca bahasa bibir Michael yang tengah bergumam, membuatnya ingin tertawa.


"Kak," panggil Alexa.

__ADS_1


"Ya!" Neo menjawab dengan sedikit tersentak kaget.


"Mau sampai kapan kamu hanya diam dan melihat Keekan?" tanya Alexa.


"Kee-kan?"


"Ya, Keekan! Jika memang kakak tidak mau bersamanya, maka aku akan menjodohkannya dengan pria lain. Kakak terlalu lambat dan aku tidak suka melihatnya."


"T-tapi aku ...."


"Aku tahu apa yang terjadi di antara kalian berdua, bahkan dari awal aku tahu."


"Al ..."


"Sebagai seorang pria, kamu harus bertanggung jawab. Bukankah kamu yang membuatnya seperti sekarang ini?" ucap Alexa.


"Al, aku ingin melakukannya. Hanya saja aku tak mau kalau dia menolakku dan menganggapku hanya sekedar bertanggung jawab," ucap Neo.


"Apa kakak tidak mencintainya?"


"Cinta? Ya, aku mencintainya, bahkan sejak dulu. Karena hal itu jugalah penyesalanku sangat dalam. Aku mengorbankan wanita yang kucintai hanya demi keegoisanku dan ketakutanku," jawab Neo.


"Katakan terus terang padanya dan bersikaplah tulus padanya. Aku yakin ia akan luluh," ucap Alexa.


"Aku mencintainya, Al. Sangat mencintainya. Kalau waktu bisa diputar, aku tak akan melakukan hal yang kusesali saat ini, bahkan mungkin hingga ku mati."


"Kalau begitu, katakan sendiri padanya sekarang. Aku pergi dulu," Alexa langsung bangkit dari duduknya dan meninggalkan ruang kerja.


Neo masih menundukkan kepalanya, namun sesaat kemudian ia mengangkatnya. Di hadapannya, kini telah berdiri sosok Keekan yang tersenyum padanya.


🧡 🧡 🧡


Cherry lagi bunging nih, anaknya Michael sama Alexa enakan cewe apa cowo ya?


Aku bingung ....soalnya sudah hampir 1 tahun ini aku ga bisa bermanja manja sama Mas Mic. Ia lebih memilih wanita seperti Alexa, apalah aku yang hanya remahan mentahan mie ayam 😥

__ADS_1


__ADS_2