THE COLDEST SNOW

THE COLDEST SNOW
SARAPAN BERSAMA


__ADS_3

Michael mendekatkan wajahnya dan mencium bibir pink milik Alexa. Sebelah tangannya merengkuh pinggang Alexa dan sebelahnya lagi menahan tengkuk wanita itu.


Alexa yang kembali merasakan getaran di dalam tubuhnya ketika Michael menciumnya, mengalungkan tangannya di leher Michael dan membalas ciuman itu. Keduanya saling bertukar saliva dan mengabsen setiap rongga mulut mereka berdua.


Mendapat balasan dari Alexa, membuat Michael semakin memperdalam ciumannya. Ia bahkan tak ingin melepaskannya. Michael menggendong Alexa dengan kedua kaki Alexa melingkar di pinggang Michael, tanpa keduanya melepaskan ciuman mereka.


Saat sampai di depan tenda, Michael melepaskan ciumannya dan menurunkan Alexa. Ia menghapus sisa saliva yang ada di bibir Alexa dengan menggunakan ibu jarinya.


"Tidurlah, sudah malam," Michael mencium kening Alexa, membuat kehangatan seakan menjalar di tubuh Alexa. Selama ia menjadi kekasih Darren, pria itu tak pernah mencium kening Alexa. Ia selalu mencium pipi dan bibir Alexa.


Alexa tersenyum saat mendengar ucapan Michael. Namun, ia juga tak akan tega membiarkan pria itu tidur sendirian di dalam kantong tidur miliknya.


"Tidurlah di dalam, aku berjanji tak akan melakukan apa apa padamu," ucap Alexa yang sontak membuat Michael tertawa.


Wajah Alexa merona saat melihat tawa Michael yang membuat pria itu terlihat semakin tampan.


"Tidurlah dulu. Aku akan masuk saat aku mau tidur nanti," ucap Michael.


"Baiklah," Alexa pun masuk ke dalam tenda dan merebahkan tubuhnya di sana. Wajahnya kembali bersemu merah ketika mengingat kembali ciumannya dengan Michael.


Sementara itu di luar tenda, Michael menambah kayu bakar untuk menjaga api tetap menyala. Sesekali ia menoleh ke arah tenda dan memastikan Alexa tidak keluar dari sana karena udara yang mulai semakin dingin.


Setelah duduk lama, Michael mengambil kantong tidur milik Alexa, kemudian meletakkannya persis di depan tenda. Ia masuk ke dalamnya dan mulai memejamkan matanya.


Jika mengikuti nalurinya sebagai seorang pria dewasa, ia tentu akan masuk ke dalam tenda. Bisa saja terjadi kelanjutan dari apa yang telah ia lakukan pada Alexa tadi. Namun, Mom Jane tak pernah mengajarkan padanya untuk merusak seorang wanita tanpa adanya ikatan pernikahan.


*****


Pagi menjelang dan Alexa yang memang ingin melihat matahari terbit, sudah terbangun saat jam menunjukkan pukul setengah 5 pagi. Ia melihat bahwa ia berada sendirian di dalam tenda, yang artinya Michael tidak masuk ke dalam sama sekali. Ia langsung membuka pintu tenda dan melihat bahwa Michael tidur dalam kantong tidurnya, persis di depan tenda, seakan menjadi penjaga baginya.

__ADS_1


Alexa berjongkok di depan Michael dan menatap wajah tampan pria itu tanpa kacamata nya. Ia tersenyum dan berjalan menuju ke arah api unggun yang sudah tidak menyala lagi.


Suasana masih agak gelap, Alexa berjalan sedikit ke dalam hutan untuk mencari beberapa kayu. Ia akan memasak sesuatu dari bahan bahan yang ia bawa.


Setengah jam berlalu dan Alexa kini telah mengaduk sebuah panci kecil yang berisikan bubur jagung. Harum dari bubur jagung itu sampai ke indera penciuman Michael. Ia mengerjapkan matanya dan melihat bahwa Alexa kini tengah memasak sesuatu.


"Ehmm ... Apa yang kamu lakukan?" tanya Michael.


"Memasak sarapan, kemarilah."


Michael keluar dari kantong tidur, kemudian melipatnya dengan rapi setelah sebelumnya ia membersihkannya. Ia kemudian mendekati Alexa dan menelan salivanya ketika melihat bubur jagung yang harum dan terlihat sangat menggiurkan.


Michael berjalan ke tepi bebatuan dan merentangkan kedua tangannya. Ia menghirup udara pagi itu dalam dalam dan setelahnya kembali mendekati Alexa.


"Kamu masuk ke dalam hutan lagi?" tanya Michael saat melihat Alexa menggunakan kayu bakar yang terlihat baru.


"Jangan lakukan itu lagi. Di dalam sana akan sangat berbahaya jika kamu seorang diri," ucap Michael dengan nada khawatir.


"Duduklah di sini," Alexa menepuk tempat kosong di sebelahnya.


Michael pun berjalan menghampiri dan duduk di sebelahnya dengan jarak sebuah panci kecil yang berisikan bubur jagung.


Alexa mengambil sesendok bubur jagung itu kemudian meniupnya perlahan agar tidak terlalu panas, "cobalah."


Michael menoleh ke arah Alexa yang menyuapinya sesendok bubur jagung. Mata mereka saling menatap seakan berbicara satu sama lain.


Bagaimana aku bisa melupakanmu jika perhatianmu seperti ini. Bahkan kamu adalah seorang wanita yang sangat ideal menurutku. - Michael.


Aku tak tahu apa yang kurasakan, hanya saja aku tidak ingin menyia nyiakan momen ini, yang mungkin tak akan datang 2 kali. - Alexa.

__ADS_1


"Enak," ucap Michael saat menyambut suapan bubur jagung dari sendok yang ada di tangan Alexa.


Alexa tersenyum, kemudian kembali menyendokkannya lagi dan mengarahkannya kembali ke mulut Michael. Dengan bahagia Michael selalu menyambut suapan dari Alexa. Begitu pula sebaliknya, Michael juga menyuapi Alexa. Hal itu membuat mereka tertawa dan menikmati setiap detiknya.


"Aku minta maaf jika karena diriku, dirimu jadi direpotkan oleh Perusahaan Thomas," ucap Michael sesaat sebelum mereka berpisah di tempat Alexa memarkirkan motornya.


"Aku tidak merasa direpotkan. Uncle dan Aunty sangat baik, begitu pula dengan Lynn."


"Aku mungkin tidak akan kembali dalam waktu dekat karena masih banyak yang harus kukerjakan. Titip salamku untuk Daddy dan Mommy."


Alexa menggunakan jaket dan helm miliknya. Ia telah naik ke atas motornya dan bersiap untuk meninggalkan tempat itu dan juga Michael.


"Baik, aku akan menyampaikannya. Lakukanlah apa yang kamu suka. Aku akan menunggumu kembali," ujar Alexa yang kemudian melambaikan tangan dan pergi mengendarai motornya.


*****


Aku akan menunggumu kembali.


Perkataan Alexa terus saja terngiang di dalam pikiran Michael. Apa Alexa berharap ia akan kembali untuk mengambil kembali posisi CEO di Perusahaan Thomas? Ataukah dia menunggu diriku?


Perasaan aneh, bimbang, galau, seakan memenuhi hati dan pikiran Michael. Ia yang telah melewati malam bersama Alexa mulai meyakini bahwa ia menyukai, menyayangi, bahkan mencintai wanita itu. Ia akan menerima Alexa apa adanya, meskipun ia pernah menjadi kekasih siapapun. Michael masih ingat saat Alexa bermalam di rumah James.


Hari ini ia akan kembali memasukkan lamaran kerjanya di salah satu rumah sakit, namun bukan di New York. Ia mencoba peruntungannya, siapa tahu ia berhasil. Ia tak ingin selamanya dianggap sebagai pria yang tak bisa apa apa dan hanya mengandalkan perusahaan orang tuanya, yang tak sebanding dengan kekayaan keluarga Alexa.


*****


Millie menghentakkan kakinya dengan kesal. Sudah beberapa minggu ini, ia tak pernah berhasil menemui Michael. Meskipun pria itu menolak saat terakhir bertemu, namun bukan Millie jika tak berhasil untuk meluluhkan hati Michael yang ia yakini masih sangat mencintainya.


Ponselnya tiba tiba berbunyi. Ketika melihat nama yang tertera di sana, ia langsung tersenyum karena ia akan mendapatkan apa yang sedang ia inginkan saat ini.

__ADS_1


🧡 🧡 🧡


__ADS_2