
Alexa hari ini berjanji pada Aunty Gemma bahwa ia akan menemuinya dan menemaninya makan siang. Meskipun mereka baru berkenalan, tapi ntah mengapa Alexa sangat menyukai kepribadian istri dari sahabat Dad Azka itu.
Dad Azka hari ini juga akan kembali bertemu dengan Uncle Marcello untuk membahas kerja sama mereka. Jadi, Alexa akan menemani Aunty Gemma makan siang.
Ia turun dari taksi yang ia gunakan persis di depan lobby, "kembaliannya, Miss?"
"Ambil saja, Sir," Sopir taksi itu tersenyum pada Alexa dengan wajah yang sangat berterima kasih.
Alexa selalu menggunakan kendaraan umum jika ia sedang berlibur. Ia tak pernah menyewa mobil untuk ia pakai secara pribadi. Bila ia berada di London pun, James lah yang akan mengantar jemputnya.
Bagi Alexa, berlibur adalah salah satu caranya untuk berbagi. Ia tidak tahu kapan seseorang membutuhkan sesuatu. Namun dengan memberikan tip pada mereka, ia turut senang melihat wajah bahagia mereka.
Alexa masuk ke dalam lobby rumah sakit, melalui sebuah pintu kaca besar. Ia menuju ke resepsionis untuk menanyakan ruangan Aunty Gemma.
Setelah ia mendapatkan informasi, ia langsung berjalan menuju ke sana. Ia melihat bahwa rumah sakit tersebut cukup besar, mungkin sama besarnya seperti rumah sakit milik Grandpa Victor.
Alexa menoleh ke kanan dan ke kiri. Ia berjalan sambil melihat lihat keadaan rumah sakit. Sesaat kemudian, langkahnya terhenti ketika ia melihat seseorang yang sudah mulai mengisi hatinya hari demi hari, meskipun dengan ketidakhadirannya.
Mic? - Alexa.
Ia melihat Michael tersenyum dan berjalan ke arahnya, padahal Alexa melihat sepertinya ia sedang berbicara dengan salah seorang dokter di sana.
Dokter Holly yang melihat Michael berjalan melewatinya, langsung memutar tubuhnya. Ia penasaran dan rasa ingin tahu nya sangat besar akan senyum yang tak pernah ia lihat di wajah Michael.
"Al!" Michael berdiri tepat di hadapan Alexa dengan senyuman yang sangat disukai oleh Alexa. Tanpa banyak berkata lagi dan ntah dorongan dari mana, ia memeluk tubuh Alexa dengan erat, "Aku merindukanmu."
Hati Alexa langsung menghangat mendengar ucapan Michael. Ia sangat mengingat ucapan Dad Azka, bahwa ia tak boleh terus memendam rasa. Tapi apakah ia tak boleh untuk melihat apakah pria di hadapannya ini benar benar tulus padanya atau tidak.
"Aku di sini untuk bertemu Dokter Gemma," ucap Alexa sambil menengadahkan wajahnya ke arah Michael yang masih memeluknya. Pria itu seakan tak mau melepaskannya.
"Aku akan mengantarkanmu," Michael meraih tangan Alexa dan menggenggamnya. Ia bahkan melewati Dokter Holly yang masih berdiri diam karena memperhatikan interaksi keduanya.
__ADS_1
Para perawat dan dokter yang kebetulan lewat juga merasa ada perbedaan pada sikap dan wajah Michael ketika bersama dengan wanita yang mereka lihat. Sebentar saja, berita itu tersebar di seluruh penjuru rumah sakit.
Dokter Holly mengepalkan tangannya. Ia tak terima dengan sikap Michael yang sangat hangat pada wanita itu, sementara dingin dan acuh padanya.
"Ini ruangannya."
"Thank you, Mic," ucap Alexa.
"Al ... Aku harus praktek sebentar lagi. Apa kamu bersedia untuk makan malam denganku?" Michael tak ingin membuang waktu lagi. Ia tak bisa hidup tanpa Alexa, ia akan memperjuangkannya.
Alexa menatap mata Michael dan tersenyum, "tentu saja. Aku akan menunggumu."
Aku akan menunggumu. - kata itulah yang terus menjadi semangat bagi Michael. Alexa akan menunggunya.
"Thank you," Michael menjauh dari Alexa, namun dengan langkah yang sesekali berbalik untuk melihat pujaan hatinya itu.
*****
Tak bisa terima dengan kenyataan itu, Dokter Holly berdiri di depan ruang Dokter Gemma. Ia akan menemui Alexa dan mengatakan pada wanita itu bahwa Michael hanyalah miliknya.
Pintu ruangan Dokter Gemma terbuka, Dokter Holly melihat Alexa keluar. Baru saja ia ingin mencegatnya, tiba tiba Dokter Gemma juga keluar, membuat dirinya mengurungkan niat.
Ia kembali mengepalkan tangan karena rencananya gagal.
"Apa yang kamu lakukan di sini, Dokter Holly? Bukankah saat ini sudah jam praktekmu?" tanya Dokter Gemma.
"Ah iya, aku hanya sedang berkeliling memeriksa para pasienku yang menginap saja, Dokter Gemma."
"Segeralah kembali."
"Baik."
__ADS_1
Dokter Holly sedikit kesal karena melihat kedekatan Alexa dengan Dokter Gemma.
"Siapa wanita itu? Mengapa dia begitu dekat dengan Dokter Gemma? Ia juga membuat Michael terlihat begitu hangat," gumam Dokter Holly sambil memperhatikan Alexa yang kini pergi bersama dengan Dokter Gemma.
*****
Michael kini sedang duduk di sofa lobby hotel di mana Alexa menginap. Tadi siang, sebelum Alexa pergi, ia telah meminta nomor ponsel wanita itu agar ia dapat dengan mudah menghubungi.
Matanya kini selalu memperhatikan ke arah lift, ingin merekam segala gerak gerik Alexa yang sudah lama tak ia lihat. Ia sangat bahagia dan bersemangat, bahkan melebihi rasa bahagianya ketika ia bersama dengan Millie.
Benar apa yang dulu dikatakan oleh adik iparnya,
Aku tahu bagaimana perasaanmu, saat apa yang kamu berikan tak berbalas sesuai kehendakmu. Tapi percayalah, kamu akan menemukan seseorang yang jauh lebih baik untuk dirimu. Seseorang yang akan membuatmu terus rindu setiap harinya dan pikiranmu tak bisa lepas darinya. - Giovan.
Kini, ia telah menemukannya, menemukan seseorang yang terus membuatnya rindu, bahkan tak ingin berpaling. Sosok seorang wanita turun dengan gaun yang indah, membuat para pria seakan bisa memanjakan matanya. Michael langsung melepaskan jas miliknya dan mendekat ke arah Alexa.
"Pakailah ini, aku tidak mau mata semua pria memandang ke arahmu," ucap Michael.
Alexa melihat ke sekeliling dan benar saja, sepertinya ia terlalu berlebihan menggunakan gaun malam ini.
"Baiklah," Alexa menerima saat Michael memakaikan jas padanya. Ia juga tak ingin menjadi pusat perhatian di saba. Keduanya berjalan ke mobil dan Michael membukakan pintu untuknya.
Michael melajukan kendaraannya. Namun, baru saja ia mau keluar dari area hotel, ponselnya bergetar. Ia langsung membukanya dan terlihat sebuah nama tertera di sana. Ia melihat ke arah Alexa.
"Ada apa?" tanya Michael melalui sambungan ponsel. Wajah Michael sedikit pucat. Ia harus pergi, tapi ia tak mungkin membatalkan rencananya bersama Alexa. Jika makan malam kali ini gagal, ia belum tentu mendapatkan kesempatan kedua kali. Namun, ia juga tak bisa mengabaikan panggilan telepon tadi.
"Ada apa?" tanya Alexa ketika Michael telah memutus sambungan ponselnya. Ia melihat ke arah Michael yang sedikit panik dan gelisah.
"Cepat katakan! Apa ada sesuatu yang penting?"
Michael pun akhirnya mengambil keputusan, ia tak mungkin mengabaikan panggilan ponselnya, "Al, maaf ... Aku ... harus pergi."
__ADS_1
🧡 🧡 🧡