THE COLDEST SNOW

THE COLDEST SNOW
MICHAEL ?


__ADS_3

"Mom, ada apa?" tanya Lynn saat melihat Mom Jane duduk sendiri di sofa ruang keluarga.


Lynn yang pulang setelah menginap di kediaman Keluarga Sebastian, merasa bingung dengan keadaan Mom Jane yang terdiam seorang diri.


"Daddy dan kakakmu bertengkar. Michael pergi dari rumah," ucap Mom Jane.


"Bertengkar? Ada apa sebenarnya Mom?"


"Michael mengatakan pada Daddymu bahwa ia sudah mencoba dan berusaha untuk tetap berada di perusahaan, namun sepertinya itu benar benar tidak covok untuknya. Jadi, ia pergi untuk melanjutkan cita citanya sebagai dokter."


Lynn menghela nafasnya pelan, ia tersenyum. Ia tak bisa menyalahkan Kakaknya dalan hal ini karena dirinya sendiri pun akan menolak bila Dad Stanley memintanya mengurus perusahaan.


Giovan yang duduk tak jauh dari sana hanya bisa mendengar tanpa banyak berkomentar. Ia sendiri bukan tipe pria yang suka berlama lama di belakang meja, jadi ia tak mau mengajukan dirinya sendiri.


Lynn melihat ke arah Giovan seakan meminta saran, namun Giovan pun belum mendapatkan ide. Ia mengetuk ponsel ke telapak tangannya sambil berpikir, kemudian ia tersenyum.


*****


Darren terdiam di depan makam putranya. Setelah rasa sakit yang menimpa Sisca sesaat setelah dilakukannya Tes DNA, Dokter Freddy langsung mengambil tindakan. Namun sayangnya, ia tak bisa menyelamatkan bayi yang ada dalam kandungan Sisca.


Bayi itu terpaksa dikeluarkan karena Sisca mengalami pecah ketuban dan juga pendarahan. Darren mewakili Sisca untuk memakamkannya karena saat ini Sisca masih berada dalam perawatan.


"Aku harus kembali. Berikan padaku secepatnya hasil tes DNA itu, karena aku tak ingin berlama lama hidup dengan seorang pengkhianat," ucap Darren pada Dokter Freddy.


"Kamu tak ingin menemuinya dulu?" tanya Dokter Freddy.


"Untuk apa? Sudah bagus aku membantu memakamkan putranya dengan layak."


"Bagaimana kalau dia juga putramu?" tanya Dokter Freddy yang membuat Darren terdiam sesaat.


"Aku yakin dia bukan putraku. Sisca telah mengkhianatiku," jawab Darren dengan rasa sakit hati yang luar biasa.


Sementara itu di rumah sakit, Sisca yang baru sadar dari obat penenangnya, menatap nanar ke arah langit langit kamar. Ia tertawa kecil seakan mengejek dirinya sendiri.

__ADS_1


"Kamu tidak memilikinya lagi, Fransisca Leora. Tak ada lagi bayi di dalam perutmu. Itu artinya kamu akan segera ditendang dari kehidupan seorang Darren Evans, dari keluarganya yang sangat menginginkan cucu. Kamu telah kehilangan sumber uangmu dan ini semua adalah kesalahan seorang wanita bernama Alexa," gumam Sisca sambil mengepalkan kedua telapak tangannya


*****


Michael yang keluar dari kediaman Keluarga Thomas, akan pergi mencari sebuah peruntungan di Kota New York. Ia merasa bahwa apa yang ia lakukan selama ini, akan menjadi sia sia. Ia menyadari bahwa rencananya untuk menjadi seorang pengusaha sukses hanya demi melihat para wanita bertekuk lutut di hadapannya, memang berhasil namun tidak dengan wanita yang ia cintai.


Semua wanita pada dasarnya sama, menginginkan kehidupan yang mewah dan mapan. Michael sadar akan hal itu, karena mungkin para wanita akan memikirkan bagainana kehidupan mereka ke depannya bersama anak anak mereka.


Namun, hal itu justru tak akan berlaku bagi seorang Alexa. Kehidupan mewah yang ia miliki, bahkan melebihi dirinya, tak akan membuatnya jatuh dalam pesona seorang Michael. Oleh karena itu juga, Michael mengambil keputùsan untuk melepaskan kepemimpinan atas perusahaan Thomas dan kembali mengejar impiannya.


"Aku pasti akan kembali untuk mengejar cintamu. Namun, jika di saat itu kamu sudah memiliki seseorang yang bisa membahagiakanmu, maka aku akan mundur dengan perlahan," gumam Michael sambil memandangi sebuah gedung tinggi dengan tulisan Williams Group terpatri di sana. Ia pun memasuki taksi untuk menuju ke bandara.


"Michael?" Alexa yang berada di depan coffee shop depan Perusahaan Williams melihat Michael yang berdiri diam memandang ke depan sebelum akhirnya pergi dengan memasuki sebuah taksi.


Ponsel Alexa berbunyi saat matanya belum selesai melihat kepergian Michael. Ada rasa yang berbeda di dalam hatinya ketika melihat pria itu menghilang dari pandangannya.


"Halo."


"Al, bisakah kita bertemu?"


"Aku yang akan menjemputmu."


"Baiklah, aku akan menunggu di kantor Kak Ax," Alexa pun memutus sambungan ponselnya. Ia datang ke Perusahaan Williams hanya untuk mengambil beberapa berkas yang tertinggal. Sebenarnya setelah itu ia akan menuju markas Black Alpha, namun terpaksa ia urungkan karena janji yang baru saja ia buat.


*****


Di dalam sebuah mobil, kini hanya ada seorang pria dan seorang wanita. Mereka akan menuju ke suatu tempat.


"Ada apa sebenarnya, Kak?" tanya Alexa.


"Aku ingin meminta bantuanmu, Al. Aku sangat tahu kamu memiliki kemampuan yang tidak biasa di salam bidang bisnis, karena itulah aku meminta bantuanmu."


"Tapi aku sibuk, Kak," ucap Alexa.

__ADS_1


"Bukankah sekarang Axton yang mengurus Perusahaan Williams secara penuh?" Giovan memang tidak mengetahui identitas Alexa sebagai seorang pimpinan Alpenze Coorp, dan Alexa pun tak ingin memberitahukannya.


"Ya."


"Kalau begitu artinya kamu memiliki banyak waktu kosong, bantulah aku."


"Ada apa sebenarnya, Kak?"


"Keluarga Lynn sedang mengalami masalah. Putra mereka pergi meninggalkan rumah karena merasa ia tak cocok hidup dengan tekanan untuk menjadi seorang pimpinan perusahaan. Aku juga tak bisa menggantikannya, kamu tahu kan kalau aku tak suka berada di balik meja lama lama," ujar Giovan.


"Jadi maksud kakak?"


"Aku hanya percaya padamu, Al. Saat ini keluarga mereka sedang kacau dan Mertuaku mengalami serangan jantung. Tak ada yang mengurus perusahaan dan aku pun tak terlalu mengerti. Karena itulah aku memerlukan bantuanmu."


Alexa melihat kekhawatiran di wajah Giovan. Ia pun jarang sekali menolak permintaan, apalagi dari orang orang yang adalah keluarganya. Ya, bagi Alexa, Giovan adalah keluarganya.


"Baiklah, Kak. Aku akan berusaha membantumu, tapi ... Jangan terlalu berharap padaku."


"Ya aku mengerti."


Giovan mengemudikan mobil hingga mereka sampai di kediaman Keluarga Thomas. Setelah memarkirkan mobilnya, Giovan mengajak Alexa untuk masuk ke dalam.


"Rumahmu bagus," Alexa melihat taman yang dipenuhi dengan pohon rindang namun tidak terlalu tinggi, membuat suasana rumah terlihat begitu homy.


"Ini kediaman Keluarga Thomas, Al. Bukan rumahku," ucap Giovan tertawa kecil.


Mereka pun masuk ke dalam rumah dan Giovan pun mempersilakan Alexa untuk duduk. Ia berencana akan menemui Mom Jane dan memberitahukan rencananya. Ya, ia tak mengatakan apa apa sebelumnya dan semua ini keluar dari ide pribadinya.


"Silakan duduk, Al. Aku akan menemui mertuaku dulu," Giovan pun masuk ke dalam rumah untuk bertemu dengan mertuanya.


Alexa duduk di sebuah sofa panjang yang terlihat sangat empuk. Ia mengedarkan pandangannya hingga matanya tertumpu pada sebuah foto besar yang terpajang di ruang tamu.


"Michael?"

__ADS_1


🧡 🧡 🧡


__ADS_2