
Neo yang mendengar suara Keekan pun langsung menoleh dan menemukan wanita yang ia cari itu. Wanita itu semakin terlihat cantik dan dewasa, tidak seperti Keekan yang ia kenal saat masih kuliah dulu.
"Kamu belum selesai?" tanya Alexa.
"Bagaimana mau selesai kalau sedari tadi ia terus saja menggerutu dan menolak untuk membantu kita," jawab Michael.
"Eh, kata siapa, Tuan? Aku bersedia, tapi Tuan mendadak sekali memberitahuku. Pekerjaanku kan banyak, apalagi sejak Tuan meninggalkan perusahaan begitu saja," Neo langsung menimpali. Ia tak ingin Keekan menilai buruk dirinya.
"Kee, kamu bisa mencoba gaun itu," ucap Alexa sambil menunjuk sebuah gaun berwarna putih yang memang sudah Alexa pilihkan.
"Baik, Nona," tanpa banyak bicara, Keekan langsung mengambil gaun tersebut dan masuk ke dalam ruang ganti. Setelah beberapa saat, ia keluar dengan sudah memakai gaun itu.
Cantik ...
Pletakkk
"Jangan melamun, pakai menganga segala lagi. Lap ilermu itu," ucap Michael yang melihat Neo memperhatikan Keekan tanpa berkedip sekalipun.
"Aduhh, Tuan!"
Alexa menghampiri Keekan dan bersama sama melihat gaun yang ia gunakan di sebuah cermin besar.
"Kamu cantik sekali, Kee. Gaun ini sangat cocok untukmu," ucap Alexa.
"Pilihan Nona lah yang tak pernah salah," ucap Keekan memuji.
"Baiklah, kamu tunggu sebentar di sini," Alexa pun turun dan menghampiri Michael serta Neo.
"Kak, naiklah. Aku akan mengambil gambar kalian berdua," ucap Alexa pada Neo.
Neo dengan senang hati langsung naik ke area cermin besar yang berbeda 2 undakan itu. Ia tak membantah sama sekali.
"Ishh, tadi denganku membantah terus. Mengapa denganmu dia langsung menurut," gerutu Michael, membuat Alexa tertawa.
Neo kini sudah berdiri bersebelahan dengan Keekan. Ia menoleh melihat ke arah Keekan yang terlihat sangat cantik dengan gaun putih yang ia kenakan.
"Kamu cantik sekali, Kee," puji Neo.
"Terima kasih, Tuan," ucap Keekan tanpa menoleh.
"Kee ...," ucapa Neo terpotong karena Alexa memanggil mereka untuk berfoto berdua.
"Ayo lebih dekat lagi," Alexa mengambil beberapa gambar, kemudia tersenyum.
__ADS_1
"Sudah, kalian bisa berganti pakaian sekarang," lanjut Alexa.
Keekan langsung kembali masuk ke dalam ruang ganti. Ia tak ingin berlama lama berada dekat dengan Neo. Meski kejadian itu sudah lama berlalu, tapi sakitnya masih terasa hingga saat ini.
Keluar dari ruang ganti, Keekan tak mendapati Alexa maupun Michael. Hanya tersisa Neo di sana. Ia pun segera memeriksa ponselnya karena ia yakin Alexa pasti mengiriminya pesan.
📩 Kee, pulanglah bersama Kak Neo. Aku sudah memintanya untuk mengantarmu pulang. Aku harus pergi ke toko perhiasan untuk mengambil pesanan cincinku.
Bagi Keekan, tak ada Alexa tak masalah karena ia masih bisa menggunakan taksi online. Tapi jika disuruh untuk pulang bersama Neo, ia terpaksa membantah.
"Kee, Alexa memintaku untuk mengantarmu pulang."
"Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri," ucap Keekan.
"Ayolah Kee. Aku tidak ingin dimarahi Alexa."
"Nona Alexa tak akan memarahimu. Aku sendiri yang akan mengirimkam pesan singkat untuknya bahwa aku yang menolak."
Keekan berjalan keluar dari butik untuk menghindari Neo. Berlama lama dengan Neo membuatnya semakin sesak.
"Kee!" Neo meraih pergelangan tangan Keekan, hingga Keekan berhenti kemudian menghempaskan tangannya.
"Jangan menyentuhku! Dan jangan mendekatiku lagi."
"Aku tidak akan pernah memaafkanmu," Keekan pun segera berlalu dari hadapan Neo.
"Arghhh!!!"
* Flashback on
"ke mana kamu akan mengajakku?" tanya Keekan pada Neo. Malam ini adalah malam di mana tepat 1 bulan mereka menjalin kasih. Keekan sudah kenal dengan Neo kurang lebih 2 bulan yang lalu dengan pendekatan Neo yang cukup intens padanya.
"Kita akan merayakan keberhasilanmu melewati ujian tengah semester di semester 4 ini," ucap Neo.
Hati Keekan tentu saja senang karena kekasihnya ini begitu romantis. Ia tak pernah tahu bahwa sebenarnya apa yang dilakukan oleh Neo, bukan semata mata keinginannya.
Mereka turun dari sebuah taksi dan menuju ke sebuah club malam. Keekan yang tak pernah pergi ke tenpat seperti itu pun langsung mulai bertanya.
"Apa yang akan kita lakukan di sini, Neo? Sebaiknya kita pulang saja, aku tak mau ke tempat ini," ujar Keekan.
"Ayolah, sebentar saja," Neo terus menarik tangan Keekan dan membawanya masuk ke dalam club.
Di dalam club, telah menunggu teman teman kuliah Neo. Mereka berbeda 1 tingkat dengan Keekan. Mata Keekan membulat ketika melihat para pria di sana yang tak lain adalah pria pria yang pernah ia tolak cintanya.
__ADS_1
"Apa mereka teman temanmu?" tanya Keekan.
"Ya, mereka teman temanku."
"Aku mau pulang!"
"Kamu tak akan ke mana mana sebelum bertemu dengan mereka," ucap Neo.
"Apa maksudmu?"
Neo terus menarik Keekan masuk hingga kini mereka sudah ada di hadapan teman teman Neo.
"Wow, akhirnya berhasil juga lo bawa dia ke sini. Gue nggak nyangka ternyata lo jago juga naklukin dia," ucap salah seorang pria.
"Pasti lha gue bisa. Sekarang mana duitnya? Gue udah pacarin dia 1 bulan dan gue berhasil bawa dia ke sini, mana duit gue?" tanya Neo.
Seorang pria menulis sebuah cek kemudian memberikannya pada Neo, "Gue nggak akan pernah bohong. Nih duit lo! Dan sekarang lo boleh pergi."
Neo mencium cek yang diberikan oleh temannya itu dan mulai berjalan meninggalkan mereka.
"Kamu mau ke mana, Neo. Kamu mau ninggalin aku di sini?" tanya Keekan.
"Mulai detik ini, kita putus! Aku nggak ada hubungan apapun lagi sama kamu! Jangan sok ke geer an."
Degg
Hati Keekan seakan ditusuk pisau ketika mendengar ucapan Neo. Seorang pria pun mendekati Keekan dan menariknya.
"Lepaskan aku! Neo, tolong aku!" teriak Keekan.
"Neo tak akan membantumi. Ia sudah melakukan taruhannya dan ia berhasil. Ia sudah mendapatian bayarannya. Kamu harus berada di sini. Aku ingin melihat, apa kamu masih bisa menolak kami," pria itu mulai menarik Keekan dan membawanya ke sebuah kamar yang terletak di lantai atas club tersebut.
"Lepaskan aku! Sialannn!!" teriak Keekan.
* Flashback off
Neo masih ingat dengan jelas bagaimana ia meninggalkan Keekan saat itu. Namun, ada rasa penyesalan di dalam hatinya yang akhirnya membuat ia menghubungi pihak kepolisian sesaat setelah ia menyerahkan Keekan pada teman temannya.
Ia langsung pergi dari sana setelah itu. Keesokan harinya, ia mendengar bahwa teman temannya ditangkap pihak kepolisian karena tertangkap tangan sedang menggunakan narkoba dan melakukan pesta sekks di salah satu kamar di club.
Ia sempat mengurung dirinya selama 1 minggu dan tidak pergi ke kampus karena malu bertemu dengan Keekan. Setelah 1 minggu, ia kembali ke kampus, namin ia tak pernah lagi melihat Keekan berada di kampus, hal itu membuat Neo merasa semakin bersalah.
🧡 🧡 🧡
__ADS_1