THE COLDEST SNOW

THE COLDEST SNOW
PERSEDIAANMU BANYAK


__ADS_3

"Apa?" Michael tidak percaya apa yang baru saja dikatakan oleh istrinya, Neo mengajukan pengunduran diri. Bahkan pria itu sudah pergi meninggalkan Perusahaan Thomas tanpa bertemu dengan dirinya ataupun Dad Stanley.


"Sepertinya ia sedang ada masalah," ucap Alexa.


"Maksudmu?"


"Dari raut wajahnya, aku tahu ada sesuatu yang ia sembunyikan. Mungkin ia memiliki masalah tapi ia tak menceritakannya pada kita."


Michael menghela nafas pelan, ia kini dihadapkan kembali pada dilema. Jika Neo tidak berada di sana lalu bagaimana ia bisa pergi Ke New York bersama dengan Alexa.


"Menurutmu, apa yang harus kita lakukan?" tanya Michael sambil memangku Alexa dan mengusap punggung wanitanya itu.


"Sepertinya kita harus menidurkan adikmu yang sedang tegang itu," jawab Alexa. Ntah mengapa setiap kali Michael menciumnya, mengelusnya, pasti adiknya langsung berubah tegang. Alexa seakan mulai lebih mengenal adik Michael daripada Michael sendiri.


Michael terkekeh. Ia sendiri pun tidak tahu mengapa adiknya itu sering sekali tegang belakangan ini. Michael meminta Alexa duduk di sampingnya, kemudian ia berdiri kemudian mengunci pintu ruangan tersebut.


Mata Alexa membulat. Ia tak menyangka bahwa Michael akan melakukan itu. Michael tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke wajah Alexa.


"Kita lakukan di sini saja," Michael mulai mencium dan melum mat bibir pink milik Alexa. Adiknya seakan sulit untui dikontrol lagi. Dengan cepat ia membuka pakaian yang dikenakan Alexa, begitu juga dengan pakaiannya. Kini pakaian mereka bertebaran di lantai sementara mereka berdua dalam keadaan polos.


Michael membaringkan tubuh Alexa di atas sofa. Ia mulai memainkan aset kembar milik wanitanya itu hingga bibir Alexa mengeluarkan des sahan.


"Suaramu indah sekali, sayang," bisik Michael di telinga Alexa, membuat tubuh Alexa langsung merasakan gelenyar aneh.


"Lakukan sekarang, sayang," ujar Alexa.


Michael membuka pah ha Alexa sedikit lebih lebar, kemudian memasukkan mobil yang sudah panas itu ke dalam garasi pribadinya.


"Ahhh sayang, kamu benar benar membuatku gila," ucap Michael di tengah pergulatan mereka. Hentakan demi hentakan dilakukan oleh Michael hingga keduanya mengalami pelepasan bersama sama.


Setelah selesai di sofa, Michael menggendong tubuh Alexa, dan membawanya ke dalam kamar mandi pribadi yang ada di ruangan itu. Di dalan, mereka kembali mengulangi pergulatan panas mereka.


Cuppp


"Terima kasih, sayang," Michael mencium bibir Alexa setelah ia selesai melakukan yang kedua. Ia mengajak Alexa berdiri di bawah shower dan membersihkan tubuh istrinya itu. Ingin rasanya Michael mengulanginya lagi di sana namun ia tahu bahwa Alexa pasti sangat lelah.


"Persediaanmu banyak sekali, sayang," ucap Alexa.

__ADS_1


"Hmm, mereka sangat cepat memproduksi. Aku yakin eksporku akan segera sukses dan mendapatkan hasil yang nyata," goda Michael.


"Kamu benar benar mes sum, Dokter Lee."


"Ya, aku memang mes sum, tapi hanya padamu."


Keduanya membersihkan diri. Setelahnya Michael keluar sambil menggunakan handuk. Ia memunguti pakaian mereka yang berceceran di lantai.


"Sayang, pakaian kita terlihat kusut," ucap Michael pada Alexa yang masih berada di kamar mandi.


"Tidak apa, tidak terlalu kusut juga kok."


"Aku akan meminta Sabrina untuk membelikan pakaian yang baru."


"Jangan!" teriak Alexa.


"Mereka akan berpikiran apa jika kita meminta pakaian. Tidak! Tidak! Kita akan memeriksa laporan sebentar saja, setelahnya kita bisa pulang. Tidak perlu membeli pakaian baru," Alexa sedikit panik. Ia tak mau jika Sabrina atau Keekan mengetahui bahwa ia dan Michael melakukannya di dalam ruang kerja.


*****


Keekan yang batu datang setelah jam makan siang, berjalan mendekati Sabrina.


"Bri, apa Nona Alexa ada di dalam?"


"Sepertinya iya. Soalnya aku belum melihat mereka keluar sedari tadi."


"Baiklah."


Keekan mengetuk pintu ruangan Alexa dan terdengar suara jawaban dari dalam. Keekan pun masuk. Ia sedikit menautkan kedua alisnya ketika melihat Alexa dan Michael, yang sedikit berbeda dari biasanya.


Michael dan Alexa tentu saja menyadari tatapan Keekan, namun mereka diam tak banyak bicara.


"Kee, ini laporan terakhir yang dibuat oleh Neo. Bantu aku untuk memeriksanya," ucap Alexa.


"Laporan terakhir?" Keekan seakan bertanya maksud dari ucapan Alexa.


"Ya. Oya, panggilkan Sabrina masuk."

__ADS_1


Keekan membuka pintu dan memanggil Sabrina. Keduanya kini duduk berhadapan dengan Alexa dan Michael.


"Ada hal yang perlu kusampaikan. Kee, sepertinya aku membutuhkanmu di sini untuk membantu kelangsungan Perusahaan Thomas. Kinerjamu sangat baik dan cara kerjamu cocok dengan Sabrina."


"T-tapi ...," Keekan jelas tak ingin berada di sana. Ia ingin kembali ke New York, jauh dari Neo.


"Aku akan ke New York bersama suamiku. Sesekali nanti aku akan pulang untuk memantau semuanya," ucap Alexa.


"Tapi Nona, bukankah di sini sudah ada ..."


"Kak Neo?" ucap Alexa, "Tidak lagi. Ia sudah mengajukan surat pengunduran diri dan yang kamu pegang itu adalah laporan terakhirnya."


"Mengundurkan diri?" tanya Sabrina tak percaya.


"Ya. Jadi kuharap kalian berdua bisa bekerja sama untuk membantuku."


Keekan terdiam. Ia mulai berpikir, jangan jangan Neo mengundurkan diri karenanya.


Ia benar benar tak akan muncul lagi di hadapanku. Itulah yang kuinginkan, bukan? - Keekan mulai bermonolog sendiri di dalam batinnya.


*****


1 minggu berlalu, kini Neo telah mendapatkan pekerjaan di sebuah Kota yang sangat sejuk menurutnya. Meskipun kota ini tak sebesar Jakarta, tapi kini ia merasa jauh lebih tenang.


Neo bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang keuangan. Ia memang ahli di sana dan hal itu juga yang membuatnya diterima di perusahaan tersebut.


Meskipun gaji yang ia dapatkan sangat jauh berbeda dari saat ia berada di Perusahaan Thomas, setidaknya hatinya tak terlalu tertekan lagi. Meskipun masih ada rasa bersalah dalam dirinya, tapi ia sudah mendengar bahwa Keekan memaafkannya. Hal itu cukup baginya untuk merasa sedikit lebih baik.


Kuharap kamu akan baik baik saja. Ya, kamu akan baik baik saja jika tak pernah ada aku. Aku menepati janjiku bukan? Aku berjanji tak akan muncul di hadapanmu lagi dan mengganggumu. - batin Neo.


Setelah pulang bekerja di Perusahaan Jasa keuangan itu, Neo akan langsung pergi ke sebuah cafe. Di sana ia bekerja sampingan sebagai seorang koki. Ia bisa memasak karena ia dulu sering memasak untuk adik adiknya di panti. Meskipun masakan sederhana, tapi ia terus belajar san akhirnya ia semakin mahir berbagai jenis masakan.


Ia terpaksa bekerja sampingan karena ia harus mengirimkan uang untuk panti. Ia tak mungkin mengurangi uang yang biasa ia kirimkan, karena pasti Ibu panti akan curiga padanya.


Tak mengapa hidupku susah, akan kuanggap sebagai jalan yang harus kulalui karena kesalahanku di masa lalu. Setidaknya adik adikku akan hidup lebih baik dariku. - Neo terus memasak pesanan makanan. Ia bekerja dari jam 6 sore hingga jam 11 malam setiap hari, tanpa libur.


🧡 🧡 🧡

__ADS_1


__ADS_2