
Di sinilah kini Michael berada, panti jompo di pinggir Kota Berlin. Pengurus panti terpaksa menghubunginya karena Nyonya Madeleine terus berteriak histeris karena ingin bertemu dengan putranya
"Grandma, tenanglah. Ada aku di sini," Michael memeluk Nyonya Madeleine.
Hal itu tak luput dari pandangan Alexa. Ya, akhirnya Michael menceritakan siapa yang menghubunginya. Alexa malah memarahainya karena Michael terlalu lama berpikir. Baginya, keselamatan seseorang jauh lebih penting dari makan malam mereka berdua, jadi ia tak akan marah pada Michael jikalau acara makan malam itu gagal.
"Dokter ....," Nyonya Madeleine terlihat lebih tenang. Michael bahkan menemani Nyonya Madeleine beristirahat, sambil memegang tangan wanita itu.
"Aku di sini, Grandma. Tidurlah. Bukankah aku pernah mengatakan bahwa Grandma tidak boleh tidur terlalu malam lagi? Itu akan mempengaruhi tekanan darahmu."
"Aku ingin bertemu dengan putraku, kenapa mereka meninggalkanku di sini," ucap Nyonya Madeleine.
"Grandma, anggaplah aku sebagai putramu. Aku akan rajin mengunjungimu. Kita bisa minum teh bersama sama di taman belakang, bahkan saling bertukar cerita, bagaimana?"
"Kamu mau? Mereka saja membuangku, tidak menganggapku lagi."
"Mereka pasti menyesal tidak menemuimu di sini. Mereka tidak tahu bahwa Grandma adalah orang tua terbaik. Sekarang tidurlah, kita akan berbincang lagi besok, hmm ...," Michael mengelus punggung tangan Nyonya Madeleine, hingga akhirnya wanita tua tersebut tertidur.
Michael menghampiri Alexa, "Aku akan mengantarmu kembali ke hotel. Maaf karena rencana makan malam kita gagal. Aku akan mencari waktu lagi jika kamu tidak keberatan."
"Tentu saja aku tidak keberatan, Dokter. Aku justru berbangga hati bisa makan malam dengan seorang dokter yang luar biasa," ucap Alexa sambil tersenyum.
"Terima kasih, Al."
"Aku yang berterima kasih padamu. Selama ini aku hanya memperhatikan nasib anak anak yang ditinggalkan orang tua mereka. Tapi aku lupa kalau banyak orang tua juga yang kesepian karena ditinggalkan oleh putra putri mereka. Terima kasih, Mic ... Kamu menyayangi mereka dengan tulus," Alexa memberi pelukan pada Michael, membuat Michael membalasnya dengan wajah yang tersenyum dan hati yang bahagia.
Sebenarnya hal inilah yang menjadi salah satu daya tarik Alexa di mata Michael. Ia tak seperti kebanyakan wanita yang selalu berdandan mentereng, menuntut ini itu dari pasangannya, dan mudah marah jika janji dengan mereka diingkari, meskipun dengan alasan yang penting.
"I love you," bisik Michael di telinga Alexa. Alexa tak membalas perkataan Michael, namun ia memeluk Michael lebih erat, merasakan kenyamanan dan kehangatan pelukan pria itu.
*****
Keesokan harinya, Michael kembali melakukan aktivitasnya. Setelah ini ia akan kembali ke panti jompo karena ia sudah berjanji pada Nyonya Madeleine akan menemuinya lagi.
Alexa yang bersemangat untuk ikut ke panti jompo pun sampai menolak ajakan Dad Azka untuk pergi berjalan jalan. Dengan sebuah taksi, ia sampai di rumah sakit.
__ADS_1
Dokter Holly yang melihat kedatangan Alexa, langsung menajamkan penglihatannya dan mulai menyusun rencana yang seharusnya sudah ia lakukan kemarin.
Saat Alexa berjalan menuju ruangan Michael, tiba tiba saja Dokter Holly berdiri di hadapannya. Dokter Wanita itu menatap Alexa dengan tatapan merendahkan, karena hari ini Alexa hanya tampil menggunakan celana jeans dan T-shirt, serta sebuah tas yang menyilang di tubuhnya.
"Hallo, perkenalkan namaku Dokter Holly. Aku dokter ahli bedah plastik nomor satu di sini," ucap Dokter Holly memperkenalkan diri.
Alexa tersenyum, "Alexa. Senang berkenalan dengan anda, Dokter."
Alexa yang merasa tidak memiliki urusan dengan Dokter Holly pun ingin melanjutkan jalannya, namun Dokter Holly kembali menahannya.
"Jangan mendekati Dokter Lee. Ia adalah kekasihku!"
Alexa menoleh menatap Dokter Holly dengan tatapan yang tidak dimengerti oleh Dokter Holly.
"Apa anda sudah selesai berbicara, Dokter?"
Dokter Holly menarik pergelangan tangan Alexa, namun dengan cepat Alexa langsung menghempaskannya.
"Sudah kukatakan padamu, jangan mendekati Dokter Lee. Ia adalah milikku, ia adalah kekasihku! Jangan sampai aku membuatmu menyesal."
"Aku tidak main main!" teriak Dokter Holly. Untung saja saat ini mereka tidak berada di area yang ramai pengunjung.
*****
"Selamat siang, apa Dokter Lee masih praktek?" tanya Alexa pada Suster Franda yang sedang berjaga di depan karena saat ini Dokter Lee sedang tidak ada pasien.
"Masih, Miss. Apa anda ingin melakukan pemeriksaan?" tanya Suster Franda.
"Aku hanya akan berkonsultasi saja. Apa aku boleh masuk?"
"Sebentar, Miss," Suster Franda mengeluarkan sebuah form yang harus diisi terlebih dahulu oleh Alexa, namun Alexa menggelengkan kepalanya.
Suster Franda pun berdiri kemudian mengetuk pintu, "Dokter, ada pasien lagi. Katanya hanya ingin berkonsultasi."
Michael melihat jam di pergelangan tangannya, masih ada 15 menit dan ia akan menerima pasien itu, "Persilakan dia masuk."
__ADS_1
"Selamat siang, Dok."
Michael menengadahkan wajahnya melihat ke arah pintu, matanya langsung berbinar. Ia berdiri dan langsung menarik Alexa masuk dan mengunci pintu ruang prakteknya itu.
"Kenapa kamu mengunci pintunya?" tanya Alexa.
"Tentu saja aku tak ingin ada yang mengganggu saat aku memeriksa pasienku yang satu ini," bisik Michael.
"Apa kamu jadi pergi ke panti jompo?"
"Hmm ... Aku sudah berjanji pada Nyonya Madeleine. Aku tak ingin stres karena tekanan darahnya mudah sekali naik. Kamu mau ikut bersamaku?" tanya Michael sambil menyampirkan anak rambut Alexa di kening wanita itu.
"Bolehkah?"
"Tentu saja. Aku sangat senang jika kamu mau ikut bersamaku. Tunggulah sebentar, jam praktekku belum habis, kecuali pasien yang satu ini mau menghabiskannya bersamaku," goda Michael.
Alexa tersenyum. Ia tak akan mengatakan pada Mochael tentang Dokter Holly yang mengganggunya tadi. Ia masih bisa mengatasi wanita itu tanpa harus ada campur tangan dari Michael.
Tokkk tokk tokk
Michael yang sedang menghabiskan waktu dengan Alexa pun terhenti sesaat. Ia mendekati pintu dan membuka kuncinya. Pintu pun terbuka dan menampakkan sosok Dokter Holly di sana.
"Dokter Lee, ayo kita makan siang. Bukankah kamu sudah berjanji akan makan siang denganku?" Dokter Holly tak peduli dengan keberadaan Alexa. Malah kalau bisa ia ingin membuat Alexa bertengkar dengan Dokter Lee.
"Ini masih jam praktekku, bisakah kamu keluar?"
"Tapi berjanjilah padaku kalau kita akan makan siang bersama. Bukankah kita sudah lama merencanakannya?"
"Jangan pernah mengatakan yang tidak pernah kukatakan. Keluarlah, kamu bukan pasienku."
"Dia juga bukan pasienmu," ucap Dokter Holly tak mau mengalah.
"Dia memang bukan pasienku, tapi dia istriku."
🧡 🧡 🧡
__ADS_1