
Millie terus mengalami pendarahan. Ia langsung dibawa ke unit gawat darurat untuk mendapatkan penanganan. Janin yang berada di perutnya sudah dkeluarkan dan ia pun kini sudah berada di dalam kamar rawat.
Kehilangan banyak darah membuat Millie akhirnya tak sadarkan diri saat di UGD. Ia seakan pasrah dengan apa yang terjadi.
Hampir 3 jam sejak operasi pengangkatan janin dilakukan, Millie akhirnya tersadar. Ia kini berada di sebuah bangsal besar dengar 8 tempat tidur di dalamnya dan semuanya penuh.
Ruangan itu terasa begitu ramai karena memang sedang jam besuk. Millie yang baru sadar, mengerjapkan matanya. Kepalanya terasa sedikit pusing, apalagi ditambah dengan suara suara yang terasa begitu banyak bersliweran di kepalanya.
"Berisik!!" teriaknya dengan kencang, hingga semua mata kini tertuju padanya. Ia menatap nyalang ke arah semua pasien dan keluarga yang berkunjung di sana.
Namun, setelah itu suasana kembali seperti tadi. Jam besuk bagi kamar sekelas itu memang sangat ditunggu, karena itulah waktu mereka bisa mendapatkan kunjungan dari keluarga. Mereka sama sekali tak mempedulikan Millie.
Millie merasakan sakit di bagian perutnya setelah ia berteriak cukup kencang tadi, hingga akhirnya ia menekan sebuah tombol yang ada di bagian atas tempat tidurnya.
Seorang perawat pun datang menghampiri Millie dan menanyakan keperluannya.
"Perutku sakit sekali. Aku ingin bertemu dengan dokter."
"Dokter akan menemui anda saat jam pemeriksaan nanti, Bu. Saat ini dokter sedang ada jam praktek."
"Panggil dokternya!! Perutku sakit dan kalian menyuruhku menunggu!" teriak Millie untuk kesekian kalinya.
"Anda baru selesai melakukan operasi, Bu. Sebaiknya anda beristirahat terlebih dahulu sebelum waktunya dokter berkeliling nanti."
Perawat itu akhirnya meninggalkan Millie. Ia juga harus segera kembali ke mejanya untuk mengawasi beberapa hal. Di area itu memang jumlah perawat lebih sedikit.
Setelah 2 jam menunggu dengan rasa ngilu di area perut, dokter pun datang menghampiri Millie. Ia mengambil sebuah catatan kesehatan yang dipegang oleh seorang perawat yang menemaninya.
"Nyonya Millie Finla."
"Bisakah anda memindahkan saya dari ruangan ini, Dok? Kepala saya pusing sekali mendengar suara bising," ucap Millie dengan ketus dan penuh gerutu.
__ADS_1
"Kami akan memindahkan anda ke ruangan yang lebih baik, asalkan anda menyelesaikan semua administrasi, juga membayar biaya operasi."
Mendengar kata administrasi dan biaya operasi, tiba tiba membuat nyali Millie menjadi ciut, "Memang berapa yang harus saya bayar?"
"Saya kurang tahu, Nyonya. Anda bisa langsung menanyakannya di bagian administrasi. Saya akan memeriksa anda terlebih dahulu," dokter pun mulai mengeluarkan stetoskopnya dan memeriksa. Ia juga memeriksa bekas jahitan yang ada di tubuh Millie.
"Apakah ini masih sakit?" tanya Dokter.
"Ya, masih terasa ngilu. Begitu pula dengan bagian ini," tunjuk Millie.
"Itu hal yang biasa. Anda baru saja melalui operasi pengangkatan rahim, jadi memang akan ....," belum selesai Dokter berbicara, Millie langsung menatapnya dengan tajam.
"Apa maksud anda, Dok? Pengangkatan rahim? Saya tidak pernah melakukanya. Saya hanya melakukan aborsi!" ucap Millie dengan keras hingga para pasien lain kembali melihat ke arahnya.
"Anda melakukan aborsi di sebuah klinik dan ternyata hal itu melukai bahkan merobek dinding rahim anda, hingga terjadi infeksi. Kami terpaksa melakukan pengangkatan, kalau tidak makan pendarahan akan terus terjadi dan tentu saja akan mengancam nyawa anda."
Sang dokter telah selesai memeriksa Millie. Ia pun meninggalkan Millie yang masih terdiam dan hanyut dalam pikirannya sendiri.
Aku tidak punya rahim lagi? Aku tidak akan bisa memiliki anak lagi? Tidak! Tidak mungkin! Ini semua hanya kesalahan. Aku ... Ahhh tidak, tidak!! - Millie memegang kepalanya dan mulai menggelengkannya. Ia seakan tak percaya dengan semua ini.
3 bulan seakan terlewati dengan begitu cepat. 1 minggu lagi adalah hari pernikahan antara Alexa dengan Michael. James berbagi tugas dengan Claudia, ia akan menggantikan Alexa di New York, sementara Claudia bersama Earl di London. Kehamilan Claudian yang sudah mencapai trimester ketiga, sudah tak terlalu merepotkan seperti awal kehamilan, malah ia harus bekerja karena bawaan bayi.
Keekan secara khusus ditarik kembali ke Jakarta karena ia membantu semua persiapan pernikahan antara Alexa dengan Michael.
"Semua sudah 100%, Nona," ucap Keekan.
"Thank you, Kee. Oya, maukah kamu membantuku 1 hal lagi?" tanya Alexa.
"Katakan saja, Nona. Aku akan selalu siap membantumu."
"Ehmm ... Kamu mau kan Kee jadi bridesmaidku?"
__ADS_1
"Tentu saja, Nona."
"Ahhh terima kasih banyak, Kee. Aku sudah menyiapkan gaun untukmu. Sekarang kamu ikut aku ya, Michael sudah menunggu kita di butik bersama dengan pasanganmu nanti."
Sementara itu di butik,
"Aku tidak mau," ujar Neo.
"Kamu susah sekali membantuku. Apa karena aku bukan lagi atasanmu, jadi kamu tak mau mengikuti perintahku?" tanya Michael yang terus memaksa Neo untuk menjadi bestman (pasangan bridesmaid).
"Bukan begitu, Tuan. Tapi aku tidak bisa melakukannya. Lebih baik anda menyuruhku mengerjakan hal yang lain, memeriksa berkas, membuat proposal, atau pergi perjalanan bisnis."
"Ishh, bisakah kamu diam. Aku akan meminta Dad memecatmu kalau kamu tidak mengikuti perintahku. Kamu tahu, Dad sangat menyayangi Alexa. Kalau sampai gara gara kamu, pernikahan ini berantakan, siap siaplah berhadapan dengan Dad," ujar Michael.
Neo menelan salivanya. Kalau sudah berhubungan dengan Tuan Stanley, ia pasti akan langsung diam dan menurut.
Pada akhirnya, ia mencoba setelan jas yang disiapkan oleh pihak butik. Michael melihat saat Neo mencobanya, "Tampan juga kamu, Neo."
"Tentu saja, Tuan. Masa baru tahu ...," Neo berdiri di depan cermin sambil sedikit memutar tubuhnya ke kiri dan ke kanan.
"Ishhh tadi nggak mau, sekarang narsis!" gerutu Michael.
"Sayang," Alexa yang baru saja datang pun menghampiri Michael.
"Halo, sayang," Michael langsung memeluk pinggang Alexa dan mencium pipinya.
"Halo, Kee," sapa Michael.
"Selamat siang, Tuan," balas Keekan.
Neo yang mendengar suara seorang wanita yang ia kenal dan nama yang tidak akan pernah asing di telinganya pun langsung menoleh.
__ADS_1
Keekan?
🧡 🧡 🧡