
5 bulan berlalu, usia kandungan Alexa kini sudah mencapai 7 bulan. Perutnya yang sudah membuncit, membuat Michael semakin dan semakin overprotektif. Mereka bahkan kembali ke Indonesia dan menyerahkan semua urusan Alpenze Coorp kepada Earl.
Ya, Alexa memanggil Earl ke New York dan menjadikannya Wakil CEO. Sementara di London akan tetap dipegang oleh James dan Claudia. Saat Edith lulus nanti, Alexa akan menariknya ke New York untuk menemani Earl.
"Kamu senang?"
"Tentu saja aku senang," jawab Alexa.
"Kita langsung pulang ke rumah kedua orang tuamu dulu. Kita akan menginap 1 minggu di sana. Setelahnya kita akan tinggal di rumah orang tuaku sampai saatnya kamu melahirkan," ucap Michael.
"Terserah padamu saja, sayang. Aku akan mengikutinya."
"Baiklah, ayo! Neo sudah menunggu kita di sana," Michael menunjuk pada seseorang yang berdiri sambil melambaikan tangan.
Alexa melihat Neo dan tersenyum tipis. Kembalinya Neo ke Perusahaan Thomas, sangat membantunya. Ia bukan baru kali ini mengenal Neo, tapi sudah sejak ia mempekerjakan Keekan.
Bukan Alexa jika tak menyelidiki latar belakang setiap orang yang bekerja bersamanya. Ia tahu persis apa yang terjadi antara Neo dan juga Keekan. Oleh karena itu juga ia meminta Keekan tetap berada di Jakarta untuk membantu Perusahaan Thomas.
"Halo, Kak," sapa Alexa.
"Halo, Al. Perutmu sudah besar sekali," Neo yang menyapa Alexa, melayangkan tangannya ingin menyentuh perut Alexa.
Plakkk
"Jangan sentuh sentuh! Kamu cari istri sendiri sana, lalu buat, baru kamu sentuh sentuh perutnya," ujar Michael yang tidak terima jika Neo ingin menyentuh istrinya.
"Pelit sekali!" ujar Neo.
"Pelit?! Kalau gitu nanti kalau istrimu hamil, aku juga akan menyentuh perutnya," ucap Michael.
Settt.
__ADS_1
"Au, au, au ... Tidak sayang, tidak ... Aku hanya mengancamnya saja," ucap Michael yang memegang telinganya karena mendapat jeweran dari Alexa.
"Kamu sih," gumam Michael sambil mencebik dan menatap Neo dengan kesal.
Neo terkekeh, kemudian mengambil alih koper dari tangan Michael. Ia langsung mengajak mereka ke mobil yang ia parkirkan tak jauh dari sana.
Setelah memasukkan koper ke dalam bagasi dan kedua atasannya sudah berada di dalam mobil, Neo pun mengemudikannya menuju kediaman Keluarga Williams.
"Bagaimana keadaan Keekan, Kak?" tanya Alexa tiba tiba, membuat Neo agak kaget dan menginjak rem. Michael yang melihat itu langsung menahan tubuh Alexa agar tidak tersentak ke depan.
"Neo! Apa kamu tidak bisa menyetir dengan benar?!" tanya Michael dengan marah.
"Ma-maaf, maaf. Aku tidak sengaja. Aku hanya kaget saja."
Michael menghela nafasnya. Jantungnya juga berdetak dengan cepat. Yang terpenting baginya adalah keselamatan Alexa dan anaknya.
"Aku tidak apa apa, sayang," ucap Alexa.
*****
"Sayang," Mom Mia menyambut kedatangan Alexa dengan senyum di wajahnya. Selama ini mereka hanya bertukar kabar melalui video call saja.
"Snow, kamu sudah tiba?"
"Halo, Dad, Mom," Alexa memeluk keduanya.
"Perutmu sudah sangat besar, sayang," ucap Mom Mia sambil mengelus perut putrinya.
"Ayo duduk dulu," ajak Dad Azka pada keduanya.
"Apa kamu masih tak ingin memberitahu Mom jenis kelamin anakmu?" tanya Mom Mia.
__ADS_1
"Aku memang tak mengetahuinya, Mom. Aku ingin itu menjadi surprise untukku. Hanya Michael saja yang tahu," ucap Alexa.
"Mic, beritahu Mommy," ujar Mom Mia.
Michael tersenyum, "Alexa tak mengijinkan siapapun tahu, Mom. Aku harus menurutinya, kalau tidak ... Bisa bisa aku tidak dapat ...."
"Sayang ....," Alexa melihat ke arah Michael seakan ingin membungkam bibir Michael dengan bibirnya.
"Baiklah, baiklah. Mom tidak akan bertanya lagi dan tak ingin tahu lagi. Mom akan membelikan sesuatu yang netral saja untuknya," ucap Mom Mia.
"Kalian akan menginap di sini kan?" tanya Dad Azka.
"Ya Dad. Kami akan menginap 1 minggu di sini," jawab Michael.
"Tidak apa, 1 minggu itu cukup. Setelahnya pun, Mommy akan sering mengunjungimu di rumah mertuamu," ucap Mom Mia.
Mereka berbincang sebentar, kemudian mereka masuk ke dalam kamar tidur di lantai bawah yang telah disiapkan oleh Dad Azka. Secara khusus Dad Azka mendesain kamar untuk keduanya karena ia ingin putri dan menantunya merasa nyaman di sana.
*****
"Kamu sudah mengantar mereka?" tanya Keekan.
"Sudah. Besok aku akan ke sana lagi untuk menemui Nona Alexa."
Keekan menautkan kedua alisnya seakan bertanya tanya.
"Untuk apa Nona Alexa ingin menemuimu?"
"Aku tidak tahu. Tadi ia hanya mengatakan ingin berbicara denganku. Mungkin masalah Perusahaan Thomas," jawab Neo.
Keekan pun menganggukkan kepalanya. Ia kini sudah bisa bekerja bersama dengan Neo. Kehadiran pria itu sudah tak lagi memberikan rasa sakit di hatinya. Memang benar apa yang dikatan Alexa saat itu padanya. Ia pun mengingat kembali semua pembicaraannya dengan Alexa.
__ADS_1
🧡 🧡 🧡