THE COLDEST SNOW

THE COLDEST SNOW
JANGAN MENILAI SEMBARANGAN


__ADS_3

Oleh warga sekitar, Sisca dibawa ke sebuah klinik kecil yang berada tak jauh dari sana.


"Anda harus bertanggung jawab, Tuan."


"Ini aku sudah bertanggung jawab dengan meminta tolong kalian membawanya ke sini," ucap Darren dengan ketus.


Seorang dokter keluar dari ruang periksa dan menghampiri Darren beserta para warga, "sebaiknya anda membawanya ke rumah sakit besar. Sakit yang dideritanya cukup mengkhawatirkan, di luar luka di kepalanya."


"Apa maksudnya, Dok?"


"Saya tidak bisa melakukan diagnosa jika belum melihat hasil laboratorium," jawab sang dokter.


"Tapi luka di kepalanya bagaimana?" tanya Darren.


"Lukanya tidak terlalu dalam dan kami sudah mengobatinya."


"Tuh kalian lihat, aku sudah bertanggung jawab. Kalau penyakit lain yang dideritanya, itu bukan urusanku," ucap Darren. Para warga sekitar saling pandang dan menganggukkan kepala. Mereka pun akhirnya meninggalkan Sisca di klinik itu, begitu juga dengan Darren.


*****


"Kembalilah bersamaku," ucap Alexa.


"T-tapi ..."


"Aku yakin kedua orang tuamu sangat merindukanmu."


"Bukankah kamu bilang Dad akan membunuhku? Kalau aku pulang dan Dad benar benar membunuhku, lalu kamu dengan siapa?" tanya Michael.


"Masih banyak pria di bumi ini," jawab Alexa menggoda Michael.


Michael langsung menarik Alexa ke dalam pelukannya, hingga wajah mereka sangat dekat, "Kamu berani?"


"Tentu saja. Aku tak takut apapun."


Cupp


"Katakan lagi," ucap Michael.


"Tentu saja!"


Cuppp


Kali ini Michael melum mat bibir Alexa. Wanita itu yang menggodanya bukan, jadi jangan salahkan dirinya.


"Kamu suka sekali menggodaku, hmm," ucap Michael.

__ADS_1


"Ikut pulang denganku," pinta Alexa sekali lagi.


"Jika aku tidak mau?"


"Kalau begitu aku akan mencari pria lain saja, yang mau menuruti keinginanku," jawab Alexa.


Michael mengeratkan pelukannya di pinggang Alexa dan mengecup kening Alexa yang sebatas bibirnya.


"Aku akan melakukan apa saja untukmu, tapi berjanjilah jangan pernah mengatakan kalau kamu akan mencari pria lain selain diriku."


Alexa menengadahkan wajahnya ke arah Michael kemudian dirinyalah kini yang mencuri sebuah ciuman dari Michael.


*****


"Aku tak pernah menyangka bahwa kamu memiliki hubungan khusus dengan Alexa, putri Keluarga Williams, Dokter Lee," ucap Dokter Gemma.


"Oleh karena selama bekerja di sini pun kamu tidak pernah meminta hari libur ataupun cuti, maka aku akan mengijinkanmu," Dokter Gemma kembali tersenyum sambil menatap keduanya.


"Terima kasih, Dok."


"Dan jangan lupa untuk segera memberiku undangan. Sudah lama sekali rasanya aku tidak mengenakan gaun gaunku. Kedua putriku sepertinya akan sulit kalau diminta menikah."


"Mereka akan menikah jika memang sudah waktunya, Aunty. Begitu juga dengan kami," ucap Alexa, membuat Michael langsung menoleh ke samping dan tersenyum. Dengan mengatakan itu secara tidak langsung Alexa telah membuka sedikit jalan untuk Michael mengetahui bahwa tujuannya kini sangat jelas di depan mata.


Saat keluar dari ruangan Dokter Gemma, Michael terus memeluk Alexa di pinggang. Satu hal yang tak pernah dilihat oleh para perawat dan dokter di sana. Tatapan Michael yang hangat dan senyum yang selalu tercipta di wajahnya.


"Itu karena kamu sangat cantik dan aura kebaikan terpancar di wajahnmu."


"Kamu selalu menggodaku."


"Itu kenyataan. Apa aku perlu bertanya langsung pasa mereka?" tanya Michael.


"Eh jangannn ...," Alexa mulai salah tingkah.


Dokter Holly yang sangat kesal melihat kedekatan keduanya, langsung berjalan mendekat. Ia menatap lembut ke arah Michael sementara ke atah Alexa, matanya seakan ingin keluar dari tempatnya.


"Dokter Lee," sapa Dokter Holly dengan lembut.


"Ada apa, Dokter Holly?"


"Makan siang?"


"Sudah kukatakan aku tidak bisa. Silakan anda mencari partner makan siang lainnya. Masih banyak pegawai di rumah sakit ini."


"Apa hebatnya dia? Cantik? Aku juga cantik! Berpendidikan? Aku juga, aku seorang dokter spesialis. Kaya? Aku juga kaya, punya uang banyak. Mengapa anda memilihnya, bukan memilihku. Atau jangan jangan dia menggunakan cara licik untuk mendapatkanmu, Dokter Lee?"

__ADS_1


Tangan Dokter Holly sudah melayang di udara, seakan ingin membuat keributan dengan menjambak rambut milik Alexa.


"Itulah beda dirinya denganmu. Ia tak pernah menggunakan cara kasat untuk membalas. Bukankah anda dokter spesialis kecantikan? Gunakanlah kelebihan anda itu untuk mempercantik hati anda terlebih dahulu. Jangan menilai seseorang sembarangan dan menginginkan semua menuruti kemauan anda," ucap Michael.


"Saya bukan pengadu, tapi jika sikap anda terus seperti ini, jangan salahkan saya jika anda harus bersiap berurusan dengan pihak rumah sakit," Michael mengajak Alexa untuk pergi dari sana, meninggalkan Dokter Holly yang masih terdiam.


*****


Sebelum mereka kembali esok ke tanah air, Michael, Alexa, dan bersama Dad Azka serta Mom Mia, mengadakan acara makan malam.


Michael tak ingin hubungannya secara diam diam, ia ingin kedua orang tua Alexa mengetahuinya. Lagipula ia sangat yakin bahwa Dad Azka dan Mom Mia tak akan mengijinkan putrinya berhubungan dengan pria yang tidak sesuai kriteria mereka.


Bukan apa apa, Michael hanya tak ingin hubungannya terasa sulit. Jika memang ada hambatan, misalkan kedua orang tua Alexa tak menyetujui, makan ia akan melakukan apapun agar mereka bisa membuka hatinya untuk dirinya.


"Hallo Michael, senang berkenalan denganmu," ucap Dad Azka saat Michael menjabat tangannya, padahal ia belum mengatakan siapa namanya.


Alexa yang mengerti keterkejutan Michael pun berkata, "Jangan heran, semua hal tentang anak anaknya dan semua yang berhubungan dengan itu, Dad tahu."


"Snow ..."


"Iya, Dad. Aku mengerti. Semua yang kamu lakukan hanya untuk melindungi kami."


"Aku berjanji akan melindunginya, Tuan," kata Michael.


"Duduklah, dan jangan memanggilku Tuan. Panggil aku Dad seperti Snow memanggilku. Ku rasa tidak lama lagi akan ada rencana pernikahan yang mendahului Brave."


Mom Mia yang mendengar ucapan Dad Azka pun terkekeh. Sementara Alexa mencebik dan bibirnya mengerucut.


"Jangan seperti itu, Al. Akan sulit bagiku menahan untuk tidak menciummu," bisik Michael, membuat Alexa kini menoleh ke arah Michael, dan membulatkan matanya.


Belakangan ini, pria itu sering sekali mencuri ciuman darinya. Namun, dari gelagatnya Alexa tahu bahwa Michael bukan tipe pria yang akan mengambil kesempatan pada seorang wanita.


Acara makan malam itu diisi dengan perbincangan dan canda tawa. Michael baru menyadari bahwa Keluarga Williams adalah keluarga yang hangat, tidak sombong ataupun dingin seperti yang terdengar di luar.


*****


Setelah meminta izin cuti dari Dokter Gemma, di sinilah Michael berada, di depan kediaman Keluarga Thomas. Ada rasa rindu yang tak bisa ia jabarkan, namun kakinya seakan terpaku untuk melangkah masuk.


"Aku akan menemanimu," Alexa mengusap punggung belakang Michael, menguatkan pria itu.


Saat melangkah ke depan pintu, terdengar kedua orang tuanya sedang berbicara dengan seseorang.


"Aku hamil, Michael telah menghamiliku. Aku ingin dia bertanggung jawab."


🧡 🧡 🧡

__ADS_1


Cherry minta maaf kalau up nya cuma sedikit dan cuma 1. Maklum Cherry lagi demam, jadi bawaanya lemes pengen rebahan, biar pipinya bulat dan memerah.


Terima kasih atas pengertiannya.


__ADS_2