THE COLDEST SNOW

THE COLDEST SNOW
HASIL KERJA KERAS


__ADS_3

"Tarik nafas perlahan, buang perlahan," Michael terus memberikan arahan pada Alexa, hingga akhirnya terdengar suara tangisan yang memekakkan telinga.


Michael memberikan bayi itu kepada seorang perawat, lalu ia kembali meminta Alexa untuk menarik nafas dan membuangnya perlahan. Alexa hanya terus mengikuti arahan Michael. Tenaganya sudah mulai menipis karena pagi tadi ia hanya makan salad saja.


Michael yang melihat istrinya mulai lemas, berpindah posisi. Kini ia berdiri persis di sebelah Alexa dan membisikkan sesuatu.


"Tinggal sedikit lagi, sayang. Sebentar lagi kamu akan melihat anak anak kita," Michael mencium kening Alexa dalam.


Sakit perut kembali datang dan Michael pun kembali ke posisinya. Ia bersiap untuk menyambut anak keduanya kali ini, meskipun hanya berjarak beberapa menit saja.


Oekkk oekkk ....


Michael tersenyum dan memberikan anaknya yang satu lagi kepada perawat untuk dibersihkan. Ia kemudian melanjutkan proses pembersihan pada Alexa. Setelahnya, ia membuka semua sarung tangan dan perlengkapan lainnya. Ia mendekat pada Alexa sambil menggendong kedua anak mereka.


"Sayang ... Apa kamu tak ingin melihat mereka?" tanya Michael yang melihat Alexa memejamkan matanya.


Alexa mengerjap, rasa lelah seakan membawanya untuk memejamkan mata. Namun, senyum pun langsung terukir di wajahnya ketika melihat kedua buah hatinya. Ia memiliki anak kembar.


"Kembar?" tanya Alexa dan Michael tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


Seorang perawat membantu Michael untuk meletakkan salah satu bayi mereka di tubuh Alexa, bergantian dengan bayi yang satunya lagi.


Setelahnya, Michael meminta perawat untuk membantu Alexa bersih bersih dan memindahkannya ke ruang rawat VIP.


Michael keluar dari ruangan sambil mendorong sebuah stroler box kaca dengan 2 tempat. Kedua orang tuanya dan juga mertuanya tak percaya bahwa Alexa ternyata memiliki bayi kembar, karena mereka tak memiliki keturunan kembar.


"Ini benar benar kejutan, Mic," ucap Mom Jane. Mom Mia pun turut mendekati stroler dan melihat cucu pertamanya.


"Bagaimana putriku?" tanya Dad Azka.


"Ia baik baik saja, Dad. Saat ini sedang pembersihan dan akan segera dibawa ke ruang rawat," jawab Michael. Sangat terlihat bahwa Azka begitu mengkhawatirkan putrinya, meskipun di hadapannya ada kedua cucunya.


*****


"Snow," Dad Azka mendekati putrinya itu dan mendaratkan sebuah kecupan di pucuk kepala.

__ADS_1


"Dad ..."


"Selamat sayang, kamu sudah menjadi Mommy."


"Terima kasih, Dad."


"Apa kamu sudah memberi mereka nama?" tanya Dad Azka.


Alexa menggelengkan kepalanya, "Biar nanti Michael yang melakukannya."


"Tapi Michael mengatakan bahwa ia menyerahkan semuanya padamu. Ia ingin nama putra putri kalian adalah pemberian darimu," ucap Dad Azka.


"Benarkah?" Alexa tak percaya, karena biasanya para suami akan mengambil alih untuk memberi nama anak anak mereka.


"Apa Dad mau membantuku?" tanya Alexa lagi.


"Dad ingin membantumu, tapi sebaiknya kalian berdualah yang menentukannya. Mereka adalah putra putri kalian," ucap Dad Azka.


Michael dan Alexa akhirnya berdiskusi, sementara kedua pasang orang tua mereka memperhatikan kedua cucunya.


Nathan Ares Thomas


"Nama yang bagus, Snow," ucap Dad Azka.


"Ya benar, Nala dan Nathan," ucap Dad Stanley.


Setelah itu, orang tua mereka pun pulang. Kini Michael lah yang menjaga Alexa dan bayi kembar mereka.


"Mengapa kamu tidak mengatakan kalau bayi kita kembar?" tanya Alexa.


"Kamu tidak ingin tahu apa jenis kelamin mereka, maka sekalian saja aku menyembunyikan kalau kamu mengandung anak kembar. Aku menganggap sebagai kejutan untukmu," ucap Michael.


"Pantas saja kamu banyak membeli pakaian bayi, ternyata untuk porsi 2 orang," ucap Alexa, membuat Michael terkekeh.


"Hmm ... Apa aku boleh bertanya sesuatu lagi?" ucap Alexa.

__ADS_1


"Tentu saja, sayang. Tanyalah apapun yang kamu inginkan dan aku akan menjawabnya."


"Mengapa kamu bisa menjadi dokter yang menangani persalinanku? Bukankah kamu bukan dokter di rumah sakit ini?"


"Ya, aku memang bukan dokter di rumah sakit ini, tapi aku adalah pemimpinnya."


"Pemimpinnya? Bagaimana bisa?"


"Tentu saja bisa, karena itulah uang tabunganku habis tak bersisa karena membangunnya. Hasil kerja kerasku sejak kecil hingga dewasa. Aku mengumpulkan uang sedikit demi sedikit, bahkan uang saku yang selalu diberikan Dad, pasti kutabung."


"Lalu ... Bagaimana kamu bisa menjalani hari hari kalau ditabung?" tanya Alexa.


"Tentu saja aku memintanya dari Mommy," ucap Michael sambil tertawa. Namun ia langsung menutup mulutnya karena tak ingin anaknya terbangun.


"What? Jadi ..."


"Ya, aku selalu mendapat jatah uang saku untuk 2 orang dan orang tuaku tak pernah menyadarinya. Jadi sebenarnya kalau mau dibilang, rumah sakit ini adalah milik Daddy, bukan milikku. Aku tak berani mengakuinya di hadapanmu karena ini memang bukan hasil kerja kerasku, tapi uang Dad."


Alexa menangkup wajah Michael, "kamu tahu, sayang ... Kamu hebat dengan caramu sendiri. Apa yang kamu lakukan pasti akan membanggakan kedua orang tuamu."


"Aku ingin kamu dan anak anakku juga bangga memiliki aku."


"Tentu saja kami bangga memiliki pelindung seperti dirimu. Aku sangat bersyukur bertemu denganmu."


Cuppp


Michael mendaratkan sebuah ciuman di bibir Alexa, "Kita akan kembali ke Erskine, bagaimana menurutmu?"


"Aku akan ikut ke mana pun kamu pergi," ucap Alexa.


"Nanti setelah mereka berusia 1 tahun, kita akan membawa mereka ke sana. Kita pergi bersama sama."


"Hmm ..."


Mereka kembali berciuman dan baru berhenti ketika Nathan mulai menangis.

__ADS_1


🧡 🧡 🧡


__ADS_2