
"Nona, sepertinya Tuan Darren sedang merencakan sesuatu yang tidak baik pada Alpenze Coorp," ucap Keekan yang membuat Alexa mengangkat kepalanya.
"Ia tak akan bisa melakukannya. Aku akan membuatnya hancur sekali lagi jika ia berani melakukan itu," ucap Alexa dengan wajah yang terlihat dingin setiap kali membicarakan tentang Darren.
"Ia memasukkan beberapa orang ke pabrik kosmetik milik Alpenze dan mengganti campuran nya, hingga beberapa orang yang biasa melakukan uji coba, terkena alergi yang lumayan parah," Keekan kembali menjelaskan.
"Ternyata dia bermain sejauh itu. Kamu tahu bukan Kee apa yang harus dilakukan untuk membuatnya merasakan apa yang telah ia perbuat."
"Mengerti, Nona."
*****
Mama Dara yang tengah bersiap untuk pergi mengunjungi teman teman sosialitanya, sedang merias wajahnya di depan cermin. Ia terpaksa menjual beberapa tas bermerk miliknya melalui online dengan menyuruh salah seorang pelayan di rumahnya.
"Untuk hari ini, aku sudah mempunyai uang. Setidaknya aku tidak perlu malu jika berada di tengah tengah teman teman," gumam Mama Dara.
Tokk tokk tokkk
Sebuah ketukan di pintu kamar Mama Dara membuyarkan lamunannya yang sedang berpikir apa lagi yang akan ia jual untuk jalan jalannya selanjutnya.
"Nyonya."
"Masuklah," ucap Mama Dara.
Seorang pelayan masuk ke dalam kamar tidur milik Mama Dara sambil membawa sebuah kotak berwarna gold dengan pita gold juga diatasnya.
"Ada paket untuk anda, Nyonya."
"Paket?"
"Iya, Nyonya."
Melihat tampilan paket yang begitu mewah, membuat Mama Dara yang ingin pergi menemui teman teman sosialitanya pun menjadi tertarik untuk lebih dulu membuka paket.
"Letakkan di sana," perintah Mama Dara.
__ADS_1
Setelahnya, pelayan itu keluar dan Mama Dara langsung membuka paket itu. Matanya membulat ketika melihat kosmetik dengan merk yang tidak ia kenal dan juga sebuah amplop berisikan uang yang sangat banyak.
Mama Dara melihat kosmetik tersebut dan langsung tersenyum karena melihat tampilannya yang terlihat begitu mewah dan elegan. Matanya menyipit ketika melihat sebuah kertas terselip di antara kosmetik itu.
Untuk Mama,
Maaf atas sikapku belakangan ini, itu semua karena aku sangat sibuk di perusahaan.
Sebagai permintaan maafku, aku berikan hadiah ini untuk Mama sebagai permintaan maafku. Ini adalah hasil kerjaku beberapa minggu belakangan ini.
Darren.
Mama Dara tersenyum saat melihat kertas itu, "Mama yakin kamu sangat menyayangi Mama. Mama memaafkanmu, Darren."
Mama Dara melihat kembali amplop yang berisikan uang yang begitu tebal. Ia juga melihat lagi kosmetik yang diberikan oleh Darren untuknya. Ia pun melanjutkan rencananya untuk bertemu dengan teman temannya, sementara kosmetik itu akan ia gunakan nanti. Ia pun meletakkannya di atas meja rias.
*****
"Apa istrimu tak akan curiga?" tanya Millie saat ia tengah berada dalam kungkungan Nando, mantan suaminya.
"Lalu, kamu juga selalu tidur dengannya? Ahhh ... Ahh ...."
"Itu bukan urusanmu, yang terpenting aku selalu memberikanmu uang yang kamu inginkan bukan? Dan aku memerlukan tubuhmu," Nando kembali menghentakkan miliknya ke dalam inti Millie hingga membuat wanita itu menger rang dan mendes sah di dalam studio kerjanya.
Millie yang memang menaruh rasa pada Nando, meskipun pria itu telah menceraikannya, selalu memberikan tubuhnya untuk kepuasan Nando. Ia menyukai setiap sentuhan yang diberikan Nando padanya.
"Ahhh ... Ahh ... Ahh ...," keduanya terus berbagi peluh dan merasakan kenikmatan duniawi yang membuat mereka tak peduli dengan hal yang lain.
*****
"Ahhhhh!!!!" teriak Mama Dara saat pagi hari melihat wajahnya di cermin. Sudah 3 hari sejak kosmetik yang diberikan Darren tiba dan setiap hari ia selalu menggunakannya, baik siang maupun malam.
Namun, ketika bangun pagi ini, ia melihat wajahnya yang memerah dan timbul bintik bintik seperti jerawat. Ia bercermin dan tak percaya. Rasa sakit juga ia rasakan ketika menyentuh salah satu bintik itu.
"Aduhhh!!!" Mama Dara meringis saat memegangnya.
__ADS_1
Ia segera berlari ke kamar mandi dan membersihkan wajahnya. Ia menahan sakit yang semakin lama terasa semakin perih dan panas di wajahnya.
"Aku harus ke dokter. Tidak mungkin aku akan pergi menemui teman teman dengan wajah seperti ini," gumam Mama Dara.
Ia segera berganti pakaian dan mengambil tas. Tak lupa ia memasukkan uang yang diberikan Darren kemarin. Ia juga mengambil kacamata hitam, masker, dan syal untuk menutupi wajahnya.
Dengan perlahan, Mama Dara menuruni tangga. Ia berpapasan dengan seorang pelayan yang menatap aneh dirinya.
"Apa yang kamu lihat? Pergi sana!" perintah Mama Dara.
Pelayan itu pun langsung berlalu dan masuk ke dapur. Para pekerja di kediaman keluarga Evans sudah sangat hafal dengan sikap dan sifat Mama Dara. Mereka tak ingin melakukan kesalahan atau menyinggung perasaan wanita itu yang akan berujung pemecatan pada mereka.
*****
Mama Dara sampai di sebuah klinik kecantikan ternama yang biasa digunakan perawatan oleh para artis ternama. Ia diantar oleh supir karena dengan menggunakan kacamata, masker dan syal, ia tak bisa melihat jalanan dengan jelas.
Mama Dara tak ingin terjadi kecelakaan, apalagi ia masih ingin hidup untuk menikmati uang yang akan putranya miliki jika ia berhasil menjodohkannya dengan salah satu putri dari teman sosialitanya.
Ia masuk ke dalam klinik tersebut sambil melihat ke kiri dan ke kanan. Ia tak ingin ada yang melihat penampilannya yang sedang tidak enak untuk dilihat. Bahkan dirinya sendiri saja merasa jijik melihat wajahnya.
Kondisi dalam klinik tak terlalu ramai, namun ada beberapa wanita yang tengah menunggu. Mereka semua terlihat sangat cantik dan memiliki kulit yang sangat halus. Mama Dara yakin jika kulit wajahnya akan kembali seperti itu ketika keluar dari ruang praktek dokter nanti.
Hampir 1 jam ia menunggu dan ia sudah merasa pengap dengan masker yang ia kenakan. Ia pun beranjak menuju ke toilet untuk sekedar merapikan penampilannya.
Mama Dara membuka syal, kacamata san maskernya, setelah melihat kondisi toilet yang sepi. Ia menggerakkan tangannya seakan mengipasi wajahnya yang sudah terasa lengket. Bintik bintik kemerahan di wajahnya terasa semakin membesar dan membuatnya risih. Bukan hanya ada 1, tapi ada beberapa hingga wajahnya benar benar terlihat menjijikkan.
"Ahhhh setannn!!!" seorang wanita yang baru saja keluar dari salah satu bilik toilet langsung kaget dan syok saat membuka pintu dan melihat wajah Mama Dara. Ia pun langsung berlari keluar dari toilet.
Mama Dara yang melihat itu pun langsung kembali menggunakan perlengkapannya. Ia menyusul wanita yang berteriak tadi.
"Ada apa Nyonya Roslina?" tanya salah seorang perawat yang tengah berjaga di meja administrasi.
"Ada setan!!! Ada setan di toilet," ucap Nyonya Roslina dengan wajah yang masih sedikit memucat.
"Hei! Berani sekali kamu mengatakan aku setan!"
__ADS_1
🧡 🧡 🧡