
"Kamu tak perlu mencariku. Aku sudah ada di sini. Hanya saja aku heran dengan keberanianmu berada di sini dan mengatakan bahwa kamu sedang hamil anakku. Bahkan selama kita menjalin hubungan pun, tak pernah sekalipun aku berbuat tak baik padamu. Aku tak pernah menciummu, apalagi melakukan sesuatu lebih dari itu.
Sebaiknya kamu pergi dan cari Ayah kandung dari anakmu, sebelum aku benar benar membuatmu malu di sini. Dan dengarkanlah 1 hal, sudah lama aku tak mencintaimu. Aku hanya mencintai Alexa dan hanya dia yang akan kunikahi dan menjadi ibu dari anak anakku."
"Michael, k-kamu!! Aku tahu kamu mencintaiku. Apa kamu tidak ingat malam saat pesta ulang tahun perusahaan Williams? Bukankah kita menghabiskan waktu bersama? Jangan katakan padaku bahwa kamu sudah melupakan semuanya," Millie yang tidak tahu malu masih berusaha mencari pembenaran.
"Dan kamu kira aku bodoh! Berapa usia kandunganmu dan sudah berapa lama acara ulang tahun Perusahaan Williams?!" tanya Michael sekaligus memberikan pernyataan tersirat.
Deggg
Bodoh kamu, Mil. Seharusnya kamu tidak menyebutkan 1 event. Bilang aja malam kita, haduhhh ... Bodoh ... Bodoh! - Millie mulai merutuki dirinya yang salah berbicara.
"Sekarang pergi dari sini atau aku akan semakin mempermalukan dirimu yang memang sudah tidak tahu malu lagi," ucap Michael menatap tajam ke arah Millie.
Michael tahu ucapan Millie akan mengganggu kesehatan jantung Dad Stanley. Itu akan semakin membuat dirinya merasa bersalah sebagai seorang anak. Millie akhirnya memilih pergi dari sana karena sudah secara nyata terlihat kebohongannya.
Setelah kepergian Millie, Michael melihat ke arah kedua orang tuanya yang menatap ke arahnya. Michael bisa melihat tatapan kerinduan di mata mereka, hanya saja belum mereka perlihatkan dalam tindakan.
Michael dulu berkuliah di luar negeri, namun perpisahan mereka kali ini terasa lebih berat karena tak ada komunikasi di antara mereka. Michael segera menghampiri Mom Jane.
"Mom ..."
"Ke mana saja kamu, hah?! Kita bisa bicarakan baik baik semuanya. Apa kamu tahu, Mom merindukanmu ...," Hubungan Michael dan Mom Jane terbilang cukup dekat meskipun tak terlalu terbuka satu sama lain. Namun tak akan ada yang bisa menggantikan hubungan antara seorang ibu dengan anaknya.
"Aku juga merindukanmu, Mom," Michael memeluk Mom Jane dengan erat.
"Kamu masih berani pulang?!" ucapan Dad Stanley yang cukup keras membuat semua yang berada di ruangan itu terkejut, begitu pula Alexa yang berada persis di samping Dad Stanley.
"Dad ..."
"Jangan panggil aku Dad lagi, karena aku tak memiliki anak sepertimu. Putraku sudah mati!!" teriak Dad Stanley.
"Dad!" Michael menghampiri Dad Stanley dan berlutut di hadapannya.
"Pergi sana! Bukankah saat kamu pergi, itu tanda bahwa kamu sudah tak menganggapku sebagai Dad mu lagi," ucap Dad Stanley.
"Apa Dad benar benar tidak akan memaafkanku?" tanya Michael.
"Ya!!"
__ADS_1
"Meskipun aku sudah membawa calon menantu untukmu?"
Dad Stanley terdiam sesaat, ia baru tersadar akan perkataan Michael tadi pada Millie. Wajahnya yang menunjukkan amarah, tiba tiba saja berubah penuh senyuman.
"Kamu akan menikah dengan Alexa?" tanya Dad Stanley.
"Ya. Aku akan menikahinya," jawab Michael dengan tegas.
"Ahhhh!!! Kalau begitu Dad akan memaafkanmu!! Sayanggg!!! Lihat, putra kita akan menikah dengan menantu idaman kita!!" teriak Dad Stanley sambil memeluk Mom Jane yang juga melompat bahagia.
"Dad!! Alexa akan menjadi menantu kita, menjadi putri kita!" teriak Mom Jane senang.
Keduanya tak menyadari bahwa Michael dan Alexa sedang memperhatikan. Namun keduanya tersenyum melihat kebahagiaan orang tua mereka.
*****
"Aku akan menikahmu, Al. Apa kamu mau menerimaku yang belum memiliki apa apa?" tanya Michael.
"Kamu seorang pria dengan profesi sebagai seorang dokter. Kamu memiliki pekerjaan dan kamu bekerja keras untuk mencapainya. Kata siapa kamu tidak memiliki apa apa?"
"Kamu menerimaku?"
"Al?"
Alexa dan Michael pamit dari Kediaman Keluarga Thomas. Mereka meninggalkan Dad Stanley dan Mom Jane yang tengah berbahagia. Michael melajukan mobilnya menuju ke suatu tempat yang ditunjuk oleh Alexa. Sebuah rumah 2 lantai di lokasi yang memiliki view luar biasa.
Keduanya keluar dari dalam mobil, "Ini ....?"
"Kemarilah," Alexa meraih tangan Michael dan mengajaknya masuk."
Alexa membuka pintu rumah itu. Tak terlihat penjagaan di area depan, namun semua akses hanya bisa dilalui dengan sidik jari.
"Nona," One yang tengah berada di ruang depan langsung menyapa atasannya itu.
"One, apa Kak Ax ada di sini?" tanya Alexa setengah berbisik.
"Tidak ada, Nona. Ia sedang pergi bersama Zero."
Alexa mengusap dadanya, ia merasa aman sekarang karena tak akan ada yang mengganggu atau menggodanya.
__ADS_1
"Baiklah. Aku akan masuk ke dalam dulu," Alexa mengajak Michael dan membawanya ke sebuah ruangan khusus miliknya di dalam markas Black Alpha itu. Meskipun dari luar terlihat bangunan 2 lantai, namun di bagian dalam, bangunan itu memiliki basement dan sangat luas seperti kediaman Keluarga Williams.
"Ini?"
"Ini adalah Markas Black Alpha. Seperti kamu ketahui, aku adalah Alexa Snowy Williams, putri Azka Abraham Williams, pemilik Perusahaan Williams dan Organisasi Black Alpha."
"Ya, Aku tahu itu," jawab Michael. Ia memang mengetahui semuanya dari informasi yang diberikan oleh Neo.
Alexa menekan sebuah tombol, sebuah layar persis di hadapannya terbuka dan menampilkan video CCTV di beberapa titik di beberapa gedung perkantoran.
"Dokter Michael Lee Thomas, sekali lagi aku memperkenalkan diriku padamu. Aku, Alexa Snowy Williams, pemilik Alpenze Coorp yang menaungi rumah sakit tempatmu bekerja selama ini."
Michael kini terdiam. Wanita yang ia cintai bukan hanya putri keluarga Williams tapi juga pemilik Alpenze Coorp?
"K-kamu sedang mengujiku, Al?"
"Aku tidak mengujimu, aku mengatakan yang sesungguhnya. Dan saat ini, di tempat ini, aku mengatakan padamu, bahwa aku bersedia menjadi istrimu. Apakah tawaranmu tadi masih berlaku?"
Tak habis keterkejutan Michael. Mengapa semakin lama rasanya jarak yang harus ia tempuh untuk mendekati Alexa semakin jauh. Tadi ia kira ia tinggal sedikit lagi, jadi ia memberanikan diri untuk melamar wanita itu, tapi kini ...
Michael menarik nafas kemudian membuangnya perlahan,
"Melihatmu begitu tinggi, membuatku merasa semakin sulit menggapaimu. Namun, hatiku menginginkan sebuah cinta ... Cinta yang sederhana, tak ingin menambahnya dengan terlalu banyak keinginan yang sulit ataupun perasaan ragu yang membuat rumit.
Aku mencintai Alexa, Alexa yang berada di Kota Erskine, tempat di mana pertama kali aku melihatnya. Wanita galak yang melihatku dengan cara pandang yang berbeda, namun membuatnya terlihat istimewa.
Kamu tahu, Al ... Akan sangat menyedihkan jika tidak dicintai, tapi akan jauh lebih menyedihkan tidak bisa bersama ketika saling mencintai. Aku mencintaimu, sangat ... Dan aku tak akan melepaskan kesempatan di mana cinta itu berbalas menyapaku.
I love you. Will You marry me?"
🧡 🧡 🧡
Loh loh, kok Alexa yang dilamar sih? Cherry udah demam loh Mas Mic, 3 hari 3 malem, mendaki gunung melewati lembah, untuk nyamperin ke tempat praktek dan minta pertanggungjawaban .... Masa tega nyuruh balik kanan grak?
Alexa masih punya Darren, Zero, Mas Mic sama aku aja, kasian loh aku sendiri ... Tak ada yang menemani ... Aku terdampar di sini ... Tersudut menunggu .... (bus patas)
Aku pulang ... Dengan dendam
tak terima .... Kekalahanku ....
__ADS_1