THE COLDEST SNOW

THE COLDEST SNOW
SURAT CERAI


__ADS_3

"Michael?"


"Ya, kakakku. Apa kamu mengenalnya, Al?" tanya Lynn yang kini sudah berdiri di belakang Alexa.


"Hmm ... Hanya saja aku tidak tahu kalau dia adalah kakakmu," jawab Alexa.


Alexa memang tidak pernah mencari tahu mengenai siapa Michael dan dari perusahaan mana. Bahkan belakangan ia sering menghindari pria itu karena telah membuat getaran tak biasa dalam dirinya. Ia tak ingin terjebak kembali dalam cinta yang bisa saja hanya menyakiti hatinya.


"Dia pergi?" tanya Alexa.


"Hmm, apa Giovan sudah menceritakannya?" tanya Lynn.


"Ya," ada sesuatu yang hilang dalam diri Alexa. Melihat bahwa yang ada di hadapannya hanya foto Michael saja, bukan sosok sebenarnya.


"Ini Alexa, Mom," Giovan datang bersama dengan Mom Jane. Dad Stanley masih beristirahat hingga Mom Jane lah yang turun tangan.


Mata Mom Jane seketika berbinar ketika melihat keberadaan Alexa di sana, "K-kamu?"


"Perkenalkan Aunty, nama saya Alexa," dengan sopan Alexa menyodorkan tangannya.


"Aunty pernah melihatmu di tempat Bu Listy."


"Ah iya, saya memang kadang kadang suka pergi ke sana," ucap Alexa.


Mom Jane mendekati Alexa dan tersenyum. Ia mengajaknya untuk duduk. Sejak ia pertama kali melihat Alexa, ia langsung jatuh hati pada wanita itu. Bahkan ia ingin sekali menjadikannya menantu. Namun, apa daya jika Michael memilih wanita lain pun, bagi Mom Jane yang terpenting adalah kenahagiaan Michael. Mom Jane hanya tak ingin Michael seperti Lynn, yang pergi karena takut dinikahkan. (Bisa baca di I Travel, I Love)


"Maaf sebelumnya jika masalah keluarga Aunty jadi merepotkan dirimu. Hanya saja Aunty tidak tahu dengan siapa Aunty bisa meminta tolong. Giovan mengatakan bahwa dirimu sangat pandai dalam menjalankan bisnis. Maukah kamu membantu Perusahaan kami? Atau setidaknya ajari Aunty saja, biar tidak merepotkanmu terus menerus," ujar Mom Jane.


Alexa memegang tangan Mom Jane, kemudian tersenyum, "Aku akan membantumu Aunty. Keluarga Kak Giovan adalah keluargaku juga. Apa salahnya jika kita saling membantu. Aunty tidak perlu khawatir merepotkanku karena aku memiliki banyak orang kepercayaan yang bisa kuandalkan untuk membantu di perusahaan. Bukankah Aunty harus menjaga Uncle dan cucu cucu Aunty nanti?"


"Terima kasih," Mom Jane langsung memeluk Alexa. Betapa ia sangat berterima kasih pada wanita itu. Meskipun baru kali ini ia berbicara secara langsung dengannya, tapi Mom Jane bisa melihat bagaimana kebaikan yang ada dalam diri Alexa.


*****


"Kamu menceraikanku?" Sisca begitu kaget ketika Darren menyerahkan selembar kertas padanya, yang ternyata adalah surat cerai yang sudah sah, padahal ia saja masih berada dalam masa pemulihan setelah mengalami keguguran.

__ADS_1


"Ya, itu adalah hukumanmu karena telah mengkhianatiku," ucap Darren ketus.


"Aku mengkhianatimu karena kamu telah terlebih dulu mengkhianatiku. Apa kamu tidak sadar akan hal itu?"


"Aku tidak perlu menjelaskan apapun padamu. Yang pasti sekarang kita sudah bercerai dan tak ada hubungan apapun lagi."


"Tidak bisa! Kamu tidak bisa menceraikanku begitu saja!"


"Apa kamu menginginkan harta, hmm?"


"Tentu saja! Bukankah aku yang telah membuat perusahaanmu berkembang?" ucap Sisca. Ia tak mau menjadi miskin secara tiba tiba dan berakhir luntang lantung di jalanan.


"Perusahaanku berkembang adalah karena usahaku, bukan karena dirimu. Jadi jangan sombong!"


"Kamu yang jangan sombong!" teriak Sisca.


"Kamu bisa memiliki apartemen yang diberikan oleh Alexa. Aku tidak ingin memiliki kenangan apapun bersama wanita pengkhianat sepertimu," ujar Darren.


"Sialannn kamu!!" Sisca ingin sekali memukul Darren, namun ia merasakan sakit di bagian perutnya yang membuatnya meringis. Pada akhirnya ia menahan diri dan memegang perutnya.


"Aku juga akan membayar biaya perawatanmu hingga hari ini saja. Jadi jika kamu masih berada di sini, maka itu semua adalah tanggung jawab dan bebanmu," ucap Darren tertawa sinis.


"Arghhhhh!!!" Sisca kembali berteriak sekeras mungkin untuk menyalurkan emosinya.


*****


"Hmm, aku sudah melihat semuanya, Kak," ucap Alexa saat Giovan melakukan panggilan melalui video.


"Bagaimana menurutmu?"


"Tidak ada masalah yang terlalu besar, Kak. Aku akan langsung ke perusahaan, tapi apa bisa Lynn menemaniku? Aku tidak mengenal siapapun di sana dan aku tak ingin dianggap yang tidak tidak," ujar Alexa.


"Aku akan menemanimu, Al," Lynn kini duduk di samping Giovan.


"Thank you, Lynn."

__ADS_1


"Aku dan keluargaku yang justru harus berterima kasih padamu. Kamu sangat membantu kami. Aku berjanji akan mencari Kak Michael dan memintanya untuk pulang," ucap Lynn.


"Okay," Alexa juga berharap Lynn bisa menemukan Michael. Sebenarnya ia bisa saja memberi perintah pada Black Alpha untuk mencari keberadaan Michael. Namun, apa hak nya dan siapa dirinya untuk melakukan itu.


Keesokan harinya, Giovan menjemput Alexa ke kediaman Williams bersama dengan Lynn, lalu mereka pun menuju ke Perusahaan Thomas.


Sesampainya mereka di sana, semua mata pun tertuju ke arah Alexa. Ia terlihat begitu anggun dan menimbulkan tanda tanya pada seluruh pegawai di sana.


"Neo, kumpulkan para direksi di ruang meeting sekarang," perintah Lynn.


Neo melihat ke arah wanita yang membuat matanya membulat.


Yaaa Tuan, keputusan anda untuk pergi meninggalkan perusahaan adalah keputusan yang salah. Anda lihat, wanita itu datang. Lalu, di mana Kee? - batin Neo saat melihat kehadiran Alexa di sana. Namun, ia tak menemukan Keekan, wanita yang dikatakan Zero sebagai sekretaris dari Alexa.


Sementara Neo mengumpulkan para direksi dan para pegawai dengan jabatan yang agak tinggi di ruang meeting, Lynn mengajak Alexa untuk masuk ke dalam ruang kerja yang biasa digunakan oleh kakaknya.


Alexa melihat sekeliling ruangan itu, "Mengapa kamu berada di sini jika memang kamu tidak menyukainya?" gumam Alexa sambil melihat ke arah jendela besar di ruangan itu, "Di mana kamu dan apa yang sedang kamu lakukan?"


Sementara itu, di sebuah rumah sakit di Kota New York, Michael mengajukan lamarannya. Namun, ia tak diterima karena jumlah dokter yang sudah begitu banyak.


Dengan menarik sebuah koper dan sebuah tas ransel, ia berjalan menyusuri kota New York. Ia tersenyum melihat bagaimana dirinya berada di Kota yang ia ketahui adalah tempat di mana Alexa berada.


"Bahkan aku seakan tak bisa lepas dari bayang bayangmu. Aku pergi pun ke tempat di mana dirimu berada," gumam Michael.


Ia memanggil sebuah taksi setelah melakukan pencarian di situs pencarian, "Pawling."


"Anda ingin ke sana?"


"Ya."


"Tapi itu memakan waktu sekitar satu setengah jam."


"Antarkan saya saja ke terminal bus terdekat. Saya akan ke sana dengan menggunakan bus," ucap Michael.


"Tidak, Tuan. Saya akan mengantarkan anda ke sana, kebetulan saya berasal dari sana," ucap sang sopir taksi.

__ADS_1


"Kita berangkat."


🧡 🧡 🧡


__ADS_2