
Alexa sudah tahu apa yang terjadi pada perusahaan milik Darren, tentu saja karena ia yang membuat semua kekacauan itu. Bagi Alexa, kerja keras Darren belum seberapa dalam membangun perusahaan itu karena Darren telah memanfaatkan dirinya.
Alexa ingin Darren hancur, bersama dengan perusahaannya. Kata kata manis yang selalu pria itu keluarkan, tak ada artinya bagi Alexa. Ya, Alexa tak memerlukan pria yang hanya manis di bibir saja, namun menusuknya dari belakang.
Kini, ia akan datang ke Perusahaan Evans dan membuat kekacauan itu bertambah. Salah satu anggota Black Alpha yang ia minta untuk mengawasi Sisca, memberitahukan padanya bahwa gerak gerik wanita itu mulai menunjukkan bahwa akan langsung mendatangi Darren.
"Selamat siang," sapa Alexa pada resepsionis.
"Siang, Nona."
"Apa saya bisa bertemu dengan Tuan Darren? Saya Alexa dari Alpenze Coorp," dengan menyebut Alpenze, Alexa sangat yakin bahwa ia akan diizinkan untuk langsung naik ke ruangan Darren dan benar saja, ia bisa naik ke lantai tempat ruangan Darren berada, tanpa hambatan sama sekali.
"Halo Lala!" sapa Alexa.
"Nona, anda di sini? Mengapa tidak menghubungiku dulu?" tanya Lala.
"Aku ingin memberi kejutan pada atasanmu," ucap Alexa sambil tertawa kecil.
"Dan aku yakin ia akan gila setelah ini," ucap Lala.
"Baiklah, teruskan pekerjaanmu. Aku masih membutuhkan bantuanmu."
"Siap, Nona."
Alexa mengetuk pintu ruang kerja Darren dan membukanya. Darren yang tengah pusing karena masalah perusahaan, langsung tersenyum.
"Al, kamu di sini? Aku senang sekali."
"Ada apa denganmu?" tanya Alexa berbasa basi.
"Bantu aku Al. Hampir semua investor menarik saham mereka karena masalah kecil ini. Mereka merasa tidak yakin aku bisa mengatasinya."
"Masalah kecil?" Alexa tertawa sinis.
"Ya, ini hanya masalah kecil. Pinjami aku uang, Al. Aku harus membeli material dari negara lain, kalau tidak aku akan terkena penalti dari rekan bisnisku karena keterlambatan ini."
__ADS_1
Alexa tersenyum, "Kamu pikir ... Aku akan mau membantumu?"
"Apa maksudmu, Al? Bukankah Alpenze adalah investor di perusahaanku? Jika aku rugi, maka kalian juga akan rugi," ucap Darren.
"Kerugian yang diberikan perusahaanmu pada Alpenze tak lebih dari seujung kukuku ... Dan aku datang ke sini secara khusus sebagai pimpinan Alpenze untuk membatalkan semua kerja sama kita," ucap Alexa dengan menatap tajam ke arah Darren.
"Kamu tak bisa melakukan itu! Aku sudah memulai pekerjaan dan sudah banyak uangku yang keluar."
"Aku bisa melakukannya dan aku berhak melakukannya. Bacalah pasal 5 ayat 2 dalam perjanjian kerja sama kita. Jika perusahaanmu sekali saja terlibat dalam masalah, maka Alpenze Coorp berhak membatalkan kerja sama secara sepihak tanpa harus mengganti biaya apapun yang telah dikeluarkan oleh perusahaanmu."
"Tidak mungkin!" Darren berteriak sambil menarik rambutnya dengan kasar.
Di luar terdengar sedikit suara ribut dan Alexa sangat tahu apa yang terjadi. Pintu ruanh kerja Darren terbuka dan menampakkan sosok Sisca di sana.
"Ahhh jadi karena ini kamu tidak pulang?" tanya Sisca dengan ketus dan memandang Alexa dengan tatapan meremehkan.
"Jangan banyak bicara! Sebaiknya kamu pulang dan jangan menggangguku!" teriak Darren membalas.
Alexa yang melihat keduanya hanya bisa tersenyum miris.
Tangan Sisca melayang di udara ingin menampar Alexa, namun dengan mudahnya ditahan oleh Alexa.
"Jangan pernah membicarakan tentang dirimu sendiri pada suamimu, apa kamu tidak malu?" ucap Alexa.
"Apa maksudnya? Apa kamu berselingkuh? Apa kamu mengkhianatiku?" mata Darren menatap tajam ke arah Sisca. Pikiran Darren yang tengah kacau karena masalah perusahaan, kini ditambah lagi dengan ucapan Alexa yang mengatakan bahwa istrinya itu berselingkuh dan mengkhianatinya.
"Tidak usah bertengkar di hadapanku! Kalian berdua itu sama, sama sama pengkhianat. Sebaiknya kalian selesaikan masalah kalian berdua dan kuharap kalian bisa menghadapinya," Alexa melemparkan isi map yang ia bawa. Wajah Darren dan Sisca berubah ketika melihat foto foto yang bertebaran di hadapan mereka. Alexa pun keluar dari ruangan, membiarkan keduanya menikmati hasil keringat mereka selama ini.
"Lala, aku pulang. Kabari aku ya," ucap Alexa pada Lala sambil membentuk telepon dengan telapak tangan dan jarinya.
"Siap, Nona!" ucap Lala sambil memberi hormat.
*****
Darren mengangkat beberapa foto yang dilemparkan oleh Alexa. Matanya menelisik setiap foto itu. Ada foto saat dirinya berada di club, sedang menari, minum, bahkan saat ia sedang berada di dalam kamar untuk menghabiskan malam malamnya. Ada juga foto Sisca saat berjalan bersama pria lain, mulai dari berbelanja, makan bersama, dan setelahnya menghabiskan waktu di atas tempat tidur.
__ADS_1
"Sialannn!!! Kamu mengkhianatiku!"
Plakkk
Sebuah tamparan dengan mulusnya mendarat di wajah Sisca yang masih terdiam memandangi foto foto yang bertebaran di hadapannya.
"Lalu apa bedanya diriku dengan dirimu? Bukankah kamu juga mengkhianatiku? Lihat! Lihat! Bagaimana kamu menghabiskan malammu bersama para wanita jallang itu!" teriak Sisca sambil memperlihatkan foto Darren bersama dengan seorang wanita berpakaian seksi di dalam sebuah club.
"Diam kau!" Tangan Darren langsung mencengkeram leher Sisca dengan keras, membuat wajah wanita itu mulai memucat dan hampir kehilangan udara.
"Kamu menipuku! Jangan jangan anak yang ada dalam kandunganmu juga bukan anakku!" teriak Darren.
"Ini anakmu!"
"Kamu kira aku akan percaya dengan semua kata katamu setelah melihat semua ini?! Hah!!"
"Kenapa kamu selalu meragukanku dan menyalahkanku? Apa kamu tidak berkaca pada dirimu sendiri?" ucap Sisca dengan keras.
Dari luar, Lala bisa mendengar semua pertengkaran itu. Ia bahkan bisa memonitor semua yang terjadi dari sebuah kamera kecil yang ia pasang di salah satu lemari milik Darren.
"Kamu yang membuatku mengkhianati Alexa. Seharusnya saat ini aku sudah hidip bahagia dan menjadi pengusaha ternama bersamanya. Tidak mengalami hal kacau seperti sekarang ini bersamamu. Dasar wanita murahannn!!!" teriak Darren dengan keras sambil melemparkan foto foto itu ke arah Sisca.
"Bukankah kamu tergoda dengan tubuhku ini? Kamu tidak akan bisa mendapatkannya melalui Alexa. Ia juga akan membuangmu setelah tahu bahwa kamu hanya mengincar harta dan kekuasaan. Kamu bajingannn!!!" ungkap Sisca dengan kesal.
"Aku akan segera menceraikanmu!"
"Kamu tidak bisa menceraikanku. Aku sedang hamil dan kamu haris bertanggung jawab karena ini adalah anakmu," kata Sisca.
"Aku tidak akan percaya lagi setiap kata kata yang keluar dari mulutmu. Aku akan melakukan tes DNA sekarang juga untuk membuktikan bahwa anak yang ada dalam kandunganmu itu bukanlah anakku," teriak Darren.
"Kamu tak perlu melakukannya karena aku sangat yakin ini anakmu. Aku akan meminta bagian dari harta keluarga Evans jika kamu menceraikanku."
"Kamu tak akan mendapatkan sepeserpun!" dengan kasar Darren langsung menarik pergelangan tangan Sisca dan menyeretnya keluar dari ruangan. Ia akan membuktikan pada pengadilan bahwa istrinya itu berselingkuh dan anak yang ada dalam kandungan bukanlah anaknya, sehingga ia dapat segera menceraikannya tanpa memberikan sepeserpun.
🧡 🧡 🧡
__ADS_1