
2 tahun kemudian,
"Nala!" teriak Alexa saat melihat anak perempuannya itu bermain dengan lipstiknya. Setelah ia memakai di bibirnya kecilnya, kini ia mencoret coret sprei tempat tidur Michael dan Alexa. Alexa yang sudah rapi ingin pergi ke Alpenze, sepertinya harus mengurungkan niatnya.
Michael yang baru keluar dari kamar mandi, langsung tersenyum melihat tingkah laku putri kecilnya itu. Nala memang sangat menggemaskan. Ia sangat menyukai berbagai macam kosmetik, tapi semua hanya untuk dihancurkannya. Mulai dari bedak Alexa yang akan dibanting ke lantai, lipstik yang digunakan untuk mencoret semua yang bisa ia coret, juga menekan parfum hingga hampir habis.
Pernah sekali waktu, kamar tidur Michael dan Alexa menjadi sangat wangi dan tidak mau hilang hingga 2 hari 2 malam, membuat mereka harus tidur di kamar tamu.
"Apa yang sedang putri cantik Daddy lakukan, hmm?" tanya Michael sambil tersenyum ke arah Nala.
"Dada!" Nala merentangkan tangannya, meminta Michael menggendongnya.
"Di mana Nathan?" tanya Michael pada Alexa.
"Nathan sedang sarapan di bawah. Nala saja yang meraung raung tidak mau makan. Karena itulah aku membawanya ke sini, tapi dia malah menghancurkan semuanya lagi," ucap Alexa.
Michael mengambil tissue basah dan membersihkan tangan Nala. Ia menggendong putri kecilnya itu, kemudian mencium bibir Alexa.
"Aku menunggumu di bawah, sayang," ucap Michael.
"Hmm, aku akan segera turun."
Michael turun dan melihat Nathan sedang disuapi oleh baby sitter mereka. Putranya itu sangat tenang sekali, berbeda dengan Nala yang sangat ceria.
__ADS_1
"Pagi, sayang," Michael mengecup pipi Nathan yang menggembung karena ada makanan di dalamnya.
"gi, Dad," balas Nathan, yang kemudian melanjutkan makannya.
"Sekarang kamu juga makan ya, cantik," Michael mendudukkan Nala di kursi khusus miliknya. Baby sitter khusus Nala pun langsung menghampiri sambil membawa makanan Nala.
Alexa turun dari kamar tidur mereka. Ia selalu nampak anggun dan membuat Michael jatuh cinta setiap hari.
"Aku antar ya," ucap Michael.
"Kamu tak ada pasien pagi ini?" tanya Alexa. Belakangan Michael berangkat agak pagi karena ia kini menjadwalkan pasien khusus di pagi hari, terutama yang ingin memiliki anak melalui jalur IVF.
"Tidak ada, sayang. Karena itu aku ingin menghabiskan pagiku bersamamu," senyum Michael.
Hoekkk ... Hoekkk ...
Michael berlari ke kamar mandi terdekat. Ia memuntahkan isi perutnya karena mual. Alexa yang melihat keadaan Michael, langsung memijat tengkuk pria itu, kemudian mengusap punggungnya.
"Kamu sakit?"
"Tidak, sayang. Sepertinya kita akan memiliki anggota keluarga baru," ucap Michael yang membuat mata Alexa membulat.
"Maksudmu aku hamil lagi? Kamu yakin?" Alexa memang tak menggunakan KB apapun karena ia memang ingin memiliki anak lagi. Ia pun tersenyum sambil memegang perutnya.
__ADS_1
"Kita periksa ya nanti," Alexa pun menganggukkan kepalanya.
Ketika kembali ke ruang makan, Michael kembali mencium bau sup itu dan kembali mual. Ia kembali muntah, hingga Alexa akhirnya meminta pelayan untuk menyingkirkannya.
Michael dan Alexa akhirnya memutuskan untuk sarapan di luar. Kemudian mereka akan pergi ke klinik yang kini sudah menjadi milik Michael, bahkan sudah diperbesar dan menampung beberapa dokter dengan bidang yang berbeda beda.
Saat melihat tampilan USG di layar, Michael langsung tersenyum dan menganggukkan kepalanya pada Alexa.
"Kita berhasil, sayang," ucap Michael sambil menangkup pipi istrinya dan menciumnya lembut.
"Tapi katakan padaku, ada berapa bayi di sana?" tanya Alexa.
"hanya satu, sayang. Apa kamu ingin lebih? Kita bisa membuatnya lagi setelah ini," goda Michael.
"Tidak, sudah cukup. Kita masih punya Nala dan Nathan. Aku tidak mau perhatian pada mereka kurang kalau kita memiliki terlalu banyak anak.
"Aku mengerti, sayang. Aku hanya bercanda. Aku juga tak ingin mereka kekurangan kasih sayang dari kita."
"Kalau begitu, bagaimana kalau kita berlibur? Aku ingin mengunjungi Kota Erskine."
"Hmm ... Ayo kita ke sana!"
🧡 🧡 🧡
__ADS_1