THE COLDEST SNOW

THE COLDEST SNOW
SAYANG ...


__ADS_3

Ketika ambisi dan obsesi sudah mulai masuk dalam setiap relung jiwa, maka sulit mengubah pemikiran apa yang benar, apa yang salah. Orang tersebut akan terus mencari pembenaran dalam mencapai semuanya.


Darren yang menginginkan Alexa dan juga kedudukan serta kekuasaan, tak peduli jika ia harus menggunakan cara licik untuk mendapatkan semua itu. Mengambil seorang anak sebagai sandera, terlintas dengan cepat di pikirannya.


"Cepat berikan anak itu!" pinta Michael. Ia tak kuasa melihat bagaimana anak itu terus menangis, apalagi Darren memegangnya dengan kasar.


"Jangan sok pahlawan! Aku tahu, kamu hanya putra pengusaha yang tak bisa apa apa. Kamu mendekati Alexa hanya ingin mendapatkan nama!" teriak Darren.


"Darren!" teriak Alexa.


Michael meminta Alexa tenang dan tidak ikut terbawa emosi. Ia tak ingin kekalutan Darren membuat Alexa terluka.


Setelah berbicara beberapa saat, Darren pun mendorong anak yang ia jadikan sandera, membuat anak itu sedikit berlari hingga hampir terjatuh. Michael yang melihatnya, dengan cepat berjalan ke arahnya untuk menangkap anak itu.


Darren tersenyum karena rencananya berhasil. Ia membuat Michael lengah dan ia segera ikut berlari mendekat, bukan untuk kembali mengambil anak itu, tapi ia akan membuat perhitungan dengan Michael yang telah menghambatnya untuk mendapatkan Alexa.


Setttt ....


"Mic!" teriak Alexa yang berada sedikit jauh dengan Michael karena pria itu tak mengijinkannya mendekat.


Michael langsung menangkap tubuh anak itu dan meminta berlari ke arah Alexa. Michael menyadari taktik yang digunakan oleh Darren ketika ia melihat Darren ikut berlari ke arahnya.


"Aku tak akan membiarkanmu menyentuhku!" gumam Michael yang langsung berbalik dan menendang tangan Darren yang memegang pisau.


"Ahhh ternyata kamu bisa berkelahi?" Darren seakan mengejek pria di hadapannya.


Kedua pria itu saling berhadapan. Alexa sedikit takut karena ia tahu bahwa Darren menguasai bela diri. Dulu mereka pernah berlatih bersama.


Darren yang sudah dikuasai dengan ambisinya langsung mengarahkan pukulannya ke wajah Michael. Namun, Michael langsung menyamping dan mengambil lengan Darren dan memelintirnya ke belakang.


Darren menarik kembali tangannya dan ingin membanting Michael ke depan. Tinggi dan ukuran tubuh mereka yang sama, tentu saja menyulitkan Darren. Pasalnya ternyata ia telah salah menilai Michael.


Michael langsung menendang bagian belakang kedua lutut Darren dan membuat pria itu berlutut, dengan tetap menahan kedua lengan pria itu ke belakang. Wajah Michael mendekati Darren, "Jangan menganggap enteng diriku. Kamu tak mengenalku dengan baik."


Bughh


Darren menggerakkan kepalanya ke belakang, mengadukannya dengan kepala Michael, membuat pegangan Michael padanya terlepas. Ia langsung kembali mengarahkan pukulannya ke perut Michael.


Alexa yang melihat pelipis Michael mengeluarkan darah pun mulai ingin maju dan membantu. Ia tahu bahwa Michael bukanlah lawan Darren, yang memiliki sabuk hitam.

__ADS_1


"Dasar pria lemah!" teriak Darren.


Michael mulai memicingkan matanya. Ia tak terima dibilang lemah. Darren yang telah mengepalkan tangannya tadi dan mengarahkan pukulan ke perutnya pun langsung ia hindari. Michael yang membelakangi Darren langsung menghajar Darren dengan sikutnya, kemudian berbalik dan memukul perut Darren dengan lututnya.


Darren terjatuh dan Michael kini berada di atasnya, mengarahkan sebuah pukulan ke wajahnya. Namun tak ia teruskan karena melihat bahwa Darren sudah tidak berdaya.


"Kami tidak apa apa?" tanya Alexa. Ia melihat pelipis Michael yang mengeluarkan darah.


"Hanya luka kecil saja," jawab Michael tersenyum.


"Sejak kapan kamu bisa bela diri?" tanya Alexa lagi.


"Sejak aku kecil."


Michael terlihat biasa saja, bukan pria yang bisa bela diri. Namun Alexa sangat kagum dengan kemampuan yang barusan ia lihat itu. Pria itu bahkan tak pernah berusaha untuk menunjukkannya. Ia hanya mengeluarkan kemampuannya itu saat benar benar diperlukan.


"Aku tak ingin jadi pria lemah seperti katanya," ucap Michael sambil menunjuk ke arah Darren, "Percayalah, bahwa aku bisa melindungimu, meskipun kamu juga bisa bela diri."


Alexa tersenyum, kemudian mengajak Michael untuk pulang saja. Mereka akan menemui Bu Listy besok lagi. Alexa juga telah meminta manager restoran untuk menghubungi pihak kepolisian, agar Darren segera ditangkap karena telah melakukan tindakan kekerasan dan pengancaman.


*****


Acara pertunangan Alexa dan Michael dilaksanakan di sebuah hotel milik Keluarga Williams. Acara tersebut dihadiri oleh keluarga dan juga rekan bisnis dari kedua keluarga.


"Tak ada acara peluk peluk," ucap Michael.


"Mengesalkan sekali tunanganmu ini, Al. Dulu aku bebas memelukmu, menagapa sekarang nggak boleh?" ungkap Giorgio kesal.


"Halo, Al," sapa Giovan.


"Halo, Kak," Alexa memeluk Giovan, membuat Giorgio yang sedari tadi memperhatikan pun mencebik kesal.


"Kok Kak Giovan boleh? Aku nggak! Nggak adil banget sih," gerutu Giorgio.


"Sebaiknya kamu segera mencari kekasih sendiri, biar bisa kamu peluk peluk," ucap Lynn.


"Ahhh, punya pacar kalau cuma kerjaannya ngelarang ini ngelarang itu, ogah!" ucap Giorgio lagi.


"Selamat, Mic. Aku tak percaya bahwa ternyata pasanganmu adalah Alexa," ucap Giovan.

__ADS_1


"Apa kamu cemburu, hmm? Bukankah dulu kamu menyukai Alexa? Sekarang malah menjadi kakak iparmu," bisik Lynn. Giovan sangat tahu bahwa saat ini Lynn sedang cemburu dari nada suaranya.


"Aku mencintaimu," bisik Giovan di telinga Lynn, agar istrinya itu tidak memulai peperangan dengannya.


"Terima kasih," Mic menjabat tangan Giovan.


Acara pertunangan berlangsung dengan lancar. Semua tamu turut berbahagia melihat keserasian keduanya. Dad Azka sekaligus memgumumkan bahwa acara pernikahan akan diadakan sekitar 3 bulan lagi.


"Selamat, Nona."


Mata Alexa membulat ketika melihat kehadiran James dan juga Claudia di acara pertunangannya.


"Kalian datang?"


"Tentu saja, Nona. Kami tak akan melewatkan hari pertunanganmu."


Berbeda dengan Alexa yang terus tersenyum ketika kedatangan James dan Claudia, Michael justru memasang sikap waspada. Ia menatap James dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.


"Aku ingin mengucapkan selamat atas pertunanganmu, Tuan Michael," ucap James sambil menyodorkan tangannya.


Alexa sedikit mengerti akan tatapan Michael dan ia perlu menjelaskan semuanya, "James dan Claudia adalah sepasang suami istri. Kamu lihat perut Claudia? Mereka sedang menantikan kelahiran buah hati mereka."


"Lalu ...?"


"Aku adalah asisten pribadi Nona Alexa di Alpenze Coorp di Kota London," ucap James.


"Dan aku adalah sekretarisnya," lanjut Claudia.


Michael akhirnya menyadari kesalahpahamannya. Ia pernah sempat menilai buruk Alexa saat mereka masih berada di Kota Erskine.


"Sayang ..."


Alexa langsung menoleh ketika untuk pertama kalinya Michael memanggilnya dengan sebutan sayang.


"Maukah kamu memaafkanku? Aku pernah berpikiran buruk tentangmu. Aku ...," Michael menghentikan ucapannya ketika Alexa meletakkan jari telunjuknya di bibir Michael.


"Jangan lanjutkan. Bukankah kita akan memulai kehidupan baru kita sebentar lagi? Jangan ingat lagi hal hal yang lama, hmm ..."


Michael meraih jari telunjuk Alexa yang ada di bibirnya, kemudian mencium punggung tangan wanita yang kini adalah tunangannya, calon istrinya. Ia meraih pinggang Alexa dengan sebelah tangannya dan mendekatkan tubuh wanita itu padanya.

__ADS_1


"Kamu tahu, setiap hari aku semakin mencintaimu."


🧡 🧡 🧡


__ADS_2