The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Berubah Menjadi Abu


__ADS_3

TAPI SETELAH beberapa saat, Shen Yin tetap terjaga. Jun Haobei ingin menghampiri, namun teringat dengan Shin Mose yang tak bisa didekati olehnya karena aura naga ungu keemasan di tubuhnya.


Akhirnya, Jun Haobei tetap berada di tempatnya.


Saat ini, benang merah bercahaya yang muncul dari punggung Shen Yin segera menjerat tubuh makhluk entitas tersebut.


"Arrggh! Apa ini?" Makhluk entitas itu berteriak-teriak kesakitan. Rasa panas juga menyebar ke seluruh tubuhnya.


Dia memiliki gerakan yang cepat. Namun bagaimana bisa ditangkap oleh benang merah supernatural yang memiliki aura aneh ini?


Ada sedikit ketakutan pada diri makhluk entitas tersebut. Sepertinya ini sebuah naluri jika ada makhluk yang lebih kuat darinya.


Perlahan, sosok makhluk entitas yang tampak mengerikan itu mengempis sedikit demi sedikit. Tubuhnya menjadi kering, hanya menyisakan beberapa tulang aneh yang tak mungkin ada di dunia ini.


Pada akhirnya, hanya kurang dari satu menit, makhluk entitas yang awalnya terlihat luar biasa itu kini berubah menjadi abu.


"..." Shen Yin melihatnya dengan perasaan aneh. Sosok yang berbicara di alam bawah sadarnya ini tampaknya memiliki kekuatan yang besar.


Bahkan makhluk entitas yang bisa dia selesaikan dengan beberapa cara, justru mati hanya dalam satu kali belitan. Sepertinya, aura kegelapan pada makhluk entitas tadi terisap oleh benang merah bercahaya yang muncul dari punggungnya.


Inikah yang namanya menyerap aura kegelapan untuk dijadikan makanan? Begitu mengerikan?


Setelah makhluk entitas itu dikalahkan, suasana menjadi hening lagi. Angin dingin bertiup.

__ADS_1


Shen Yin berbalik dan melihat dua pria yang saling diam sepanjang waktu.


"Selesai," katanya.


"Selesai?" Li Yugang tidak percaya. Dia melihat ke sekitar lagi dan memastikan jika semuanya memang tidak ada yang aneh. "Lalu, apa yang harus kulakukan?"


"Beri tahu orang-orang tentang adanya binatang buas aneh yang menyerang secara brutal. Suruh mereka untuk berhati-hati," jawabnya.


"..." Li Yugang kebingungan? Binatang buas aneh? Dia tidak yakin apakah mereka akan percaya atau tidak.


Lalu, Li Yugang menanyakan sesuatu lagi. "Apakah binatang seperti itu bisa dilihat oleh manusia biasa? Bukankah itu hantu?"


"Makhluk entitas pada umumnya tidak bisa dilihat oleh manusia. Namun ... jika aku memasang array khusus di atas ibu kota, manusia biasa mampu melihatnya dengan mata telanjang. Jadi itu anggap dianggap monster?" Shen Yin tampak polos saat mengatakannya.


"..." Li Yugang menyeka keringat dingin di dahinya.


Meski masih bingung, Li Yugang tidak banyak bertanya setelah ditatap dingin oleh Jun Haobei. Oh, pria gunung es itu melindungi Shen Yin seperti sapi tua yang makan rumput muda.


Tiba-tiba saja perut Shen Yin berbunyi. Dia tampaknya lapar secara tiba-tiba saja padahal dia baru saja makan sesuatu sebelum meninggalkan sekolah.


Wajahnya agak memerah, tampak malu. Lagi pula perutnya yang keroncongan masih terdengar jelas oleh Jun Haobei dan Li Yugang.


Jun Haobei terkekeh dan menepuk kepala gadis itu. "Yah, Xiao Yin lapar. Mau makan apa?" tanyanya.

__ADS_1


"Uh ... Hot pot?" Shen Yin yang mengerutkan kening karena bingung pun hanya bisa memikirkan makanan pedas.


Di musim dingin seperti ini, makan makanan yang hangat atau pedas sangat cocok. Dia masih tidak tahu bagaimana rasa lapar ini tiba-tiba muncul.


Sampai pada akhirnya, Shin Mose yang kenyang setelah menelan aura jahat makhluk entitas pun menjelaskannya sedikit.


Rasa lapar akan muncul setelah menyerap aura jahat. Semakin banyak aura jahat yang ditelan, maka rasa lapar akan muncul. Hal ini wajar dan bukan sesuatu yang abnormal. Anggap saja tubuh membutuhkan energi dari makanan yang dicerna untuk tetap memenuhi kebutuhan harian.


Akhirnya, mereka bertiga pergi ke sebuah restoran hot pot terkenal di ibu kota. Ada saat ini, hari sudah menjelang malam. Banyak orang yang datang dan pergi dengan pakaian tebal dan payung.


Salju turun cukup lebat. Shen Yin yang masih mengenakan seragam sekolah musim dingin masih terlihat enggan untuk menyentuh salju.


Terlebih lagi rok sekolahnya yang hanya di atas lutut, kaus kakinya tidak panjang sehingga angin dingin masih bisa menyusup ke sela-sela roknya.


Jun Haobei merasa tertekan. Ketika mereka tiba di restoran hot pot, pria itu mengenakan jasnya untuk menutupi paha gadis itu.


"Jas mu bisa kotor jika aku tak sengaja menjatuhkan saus hot pot," kata Shen Yin.


"Tidak apa-apa, bisa dicuci." Jun Haobei acuh tak acuh saat menanggapi kata-katanya. Lagi pula itu hanya sepotong pakaian.


Meski di restoran sudah ada penghangat ruangan, Jun Haobei masih tidak nyaman dengan seragam gadis itu. Khawatir masih kedinginan, jadi gunakan saja jasnya untuk menutupi paha dan betisnya.


Li Yugang merasa masam. Entah kenapa dia tidak menemukan lemon di meja tapi taburan makanan anjing (keromantisan) di depan matanya.

__ADS_1


Pada akhirnya, Li Yugang terbatuk ringan. Dia mulai meletakkan beberapa irisan daging sapi ke atas hot plate khusus untuk memasak daging. Pada saat itu, aroma daging berbumbu mulai tercium.


"Bisakah kita membicarakan sesuatu yang serius? Katakan padaku, makhluk entitas itu seperti apa? Apakah lebih mengerikan dari pada zombie di dalam film?" tanyanya kesal.


__ADS_2