The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Menarik Semua Makhluk Entitas Dari Dunia Manusia


__ADS_3

LI YUGANG sudah mempertahankan posisi berdiri sambil memegang tubuh ular yang panjang selama seperempat jam. Tangannya sudah pegal. Ular sanca itu tidak melilitnya karena ada Shen Yang. Jika tidak ada, dia mungkin sudah menjadi santapan ular itu untuk untuk cadangan makanan bulan ini.


Shen Yang mengerutkan kening. Alasan kenapa hutan di bukit ini tidak bersalju salah satunya karena siluman ular sanca lah yang memasang array di kaki bukit.


Ular suka hibernasi seperti beruang ketika musim dingin tiba. Tapi terkadang siluman ular berbeda dengan ular sungguhan.


"Semua jejak aura adikku sudah dibersihkan sehingga tidak akan ada makhluk tak kasat mata lainnya yang datang untuk mencari tahu. Tapi ular jadi-jadian ini sengaja ingin menyebarkan aura adikku sebagai umpan menarik mangsa lain. Ini jelas melanggar apa yang kuinginkan," jelas Shen Yang serius. Dia sudah mengeluarkan jimat penangkal siluman.


"..."


Ular sanca yang kepalanya kini bersandar di kepala Li Yugang pun langsung terkejut. Tubuhnya menegang sedikit hingga hampir membuat bobotnya lebih berat di tubuh Li Yugang.


"Jangan, jangan, manusia! Aku tahu ini salah. Aku tidak memiliki niat jahat. Hanya saja manusia memasuki wilayahku dan memakai wilayahku untuk membuka gerbang neraka. Siapa yang tidak marah?! Aku hanya memanfaatkan aura gadis itu yang tertinggal di bukit ini untuk menjerat mangsa. Aku juga butuh makan!" Ular sanca jadi-jadian itu menjelaskannya dengan lantai maksud dan tujuannya.


Suaranya juga didengar oleh Li Yugang. Awalnya pria itu takut dan hampir pingsan. Tapi setelah mengalami beberapa kejutan yang diberikannya Shen Yin selama ini, Li Yugang mulai kebal.


Jadi saat ular sanca jadi-jadian itu bicara, Li Yugang tidak merinding seperti sebelumnya. Hanya saja dia agak takut memegang ular besar seperti ini. Apa lagi tubuhnya yang bersisik penuh dengan daging empuk. Li Yugang mulai ketagihan menyentuh daging empuk ular.


"Manusia, jangan meremas tubuhku. Kenapa kamu begitu cabul pada ular jantan ini?" Si ular sanca melihat bagian tubuhnya yang diremas Li Yugang, sedikit geli.

__ADS_1


"..." Li Yugang menegang. Siapa yang cabul?! Teriaknya dalam hati.


Negosiasi antara ular sanca jadi-jadian dengan Shen Yang pun masih berlangsung.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di dunia paralel tempat di mana kuda merah menyala berada, sekelompok makhluk entitas berlutut. Mereka memiliki berbagai rupa dan bentuk, dari yang kecil hingga besar serta dari yang paling mengerikan hingga lucu.


Di saat melihat kuda merah menyala berdiri di tengah-tengah kerumunan dengan postur agungnya, mereka menggigil. Sayang sekali tidak bisa berbicara karena level mereka yang terlalu rendah.


Namun beberapa makhluk entitas raksasa yang energinya sudah besar, mereka mampu berbicara dan memiliki pola pikirnya sendiri.


"Memberi hormat pada rajaku," ujar salah satu makhluk entitas raksasa.


Matanya bulat penuh darah, kurus serta memiliki lengan dan kaki panjang namun tidak memiliki daging selain warna menjijikkan.


Makhluk entitas juga memiliki gigi runcing berdarah dan berbau busuk.


Kuda merah menyala perlahan tenang. Lalu menyemburkan api dari mulutnya ke beberapa makhluk entitas. Banyak dari mereka yang menjerit kepanasan namun tidak berani melawan.

__ADS_1


Setelah makhluk neraka muncul ketika dipanggil Shen Yin, ikatan pada makhluk entitas sebelumnya juga terputus. Dengan begitu, dia memanfaatkan hal tersebut untuk membawa kembali semua anak buahnya yang telah membuat kekacauan di dunia manusia.


"Rajaku!" Makhluk entitas raksasa melihat para budak makhluk entitas rendah dibakar, merasa sangat disayangkan. Tapi juga ketakutan.


Kuda merah menyala mendengus, "Kamu masih tahu aku adalah rajamu! Lalu kenapa tidak patuh?!" Makhluk entitas raksasa merendahkan tinggi tubuhnya di depan kuda merah menyala.


"Ampun rajaku. Semua ini di bawah kendali makhluk neraka. Kami hanya bisa mematuhinya jika tidak, sesuatu akan terjadi pada dunia paralel." Makhluk entitas raksasa itu tahu jika pemimpinnya marah.


Saat kuda merah menyala mendengarnya, masih ada semacam kemarahan. Namun tidak lagi berpikiran buruk seperti sebelumnya. Dia tahu betapa kuatnya makhluk neraka. Bukan dia tidak bisa melawan, hanya saja dunia mereka berbeda.


Dia kembali mendengus sebelum akhirnya berbicara pada mereka. "Pergi ke dunia manusia dan tarik semua makhluk entitas yang ada di sana. Aku tidak ingin kalian menyakitimu manusia tanpa perintah yang di atas. Kesalahan kali ini pasti akan mendapatkan hukuman!" titahnya.


Semua makhluk entitas segera mendapat perintah dan pergi untuk melaksanakannya. Jika pemimpin berkata tidak boleh menyakiti mereka, maka jangan menentangnya.


Segera, mereka pun membubarkan diri.


Kuda merah menyala kembali duduk di tempatnya, mulai memejamkan mata untuk berkultivasi.


"Gadis manusia, hanya ini yang bisa kulakukan untuk duniamu," gumamnya.

__ADS_1


__ADS_2