The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Melakukan Ritual Membuka Gerbang Neraka


__ADS_3

JUN HAOBEI yang memimpin akhirnya berhenti di sebuah tanah lapang yang tampaknya baru saja dibersihkan hari ini. Lokasinya cocok untuk melakukan ritual pembuka gerbang neraka sehingga makhluk neraka yang pernah memberikan kutukan mata unik pada Shen Yin menampakkan diri.


Ternyata sudah dipasang empat obor di setiap sisi. Jun Haobei mengira itu akan berguna karena malam yang gelap tidak memungkinkan mereka untuk melihat terlalu jelas.


Shen Yin tidak mempermasalahkan hal itu. Dia segera menyalakan semua obor yang terpasang sehingga cahaya mulai menyinari sekitarnya.


Para makhluk entitas juga tampaknya tidak suka api dan sedikit menjauh.


Shen Yin mengeluarkan semua perlengkapan yang dibawanya. Jun Ye dan Li Yugang menyaksikan dari samping. Karena tidak tahu apa yang harus dibantu.


Gadis itu menaburkan garam, membentuk pola segi enam. Kemudian membentuk lingkaran di tengahnya. Dia meminta Jun Ye dan Li Yugang untuk meletakkan lilin di setiap sisi pola segi enam tersebut.


Mereka juga menyalakan lilin sehingga suasana di sana terlihat lebih spiritual.


"Lalu, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?" tanya Li Yugang.


"Kalian bisa berdiri di samping Haobei," jawab Shen Yin.


Dia sudah tidak membutuhkan mereka lagi. Meski tengah malam sudah berlalu, tapi waktunya masih cukup.


Shen Yin menyiapkan wadah untuk membakar uang kertas, membakar dupa serta wadah untuk air suci yang secara khusus dia buat sendiri.


Setelah semuanya selesai, dia bersiap untuk melakukan ritual membuka gerbang neraka dan melihat secara langsung makhluk neraka yang telah melemparkan kutukan padanya.


Di alam bawah sadar, Shin Mose sedikit khawatir. Lagi pula dia berada di tubuh Shen Yin. Jika terjadi sesuatu pada gadis itu, dia juga terpengaruh.

__ADS_1


Oleh karena itu, Shen Yin merasakan sedikit panas di punggungnya. Tato bunga peoni merah mungkin sedikit bercahaya lagi saat ini.


Shen Yin langsung duduk sopan di depan dupa kematian yang kini telah dibakar. Aroma dupa yang sedikit membawa hawa dingin itu membuat Jun Ye dan Li Yugang merinding.


Tapi Jun Haobei mengkhawatirkan keselamatan Shen Yin.


"Xiao Yin, apakah aku perlu berada di sampingmu?" tanyanya.


"Tidak perlu. Jika kamu di sampingku, bukankah makhluk neraka itu tidak mau muncul?" Shen Yin yang sedang membakar uang kertas itu berkata dengan sedikit candaan.


Jun Haobei tahu jika dirinya bisa dikatakan sebagai penangkal makhluk jahat. Baik iblis, hantu atau pun makhluk gaib lainnya takut. Jadi Jun Haobei hanya berada di sekitar pola segi enam.


Segera, Jun Haobei, Jun Ye serta Li Yugang berada di tiga titik yang berbeda. Ketiganya harus memastikan tidak makhluk lain yang mengganggunya.


Ketika Jun Ye dan Li Yugang tahu apa tugas mereka, rasa dingin mengalir di punggung.


"Bukan binatang buas saja, tapi segala makhluk yang kamu lihat." Shen Yin tidak terlalu memedulikan ratapan mereka.


Jun Ye menelan salivanya dengan susah payah. "Termasuk ... termasuk makhluk entitas?"


"Ya."


"..." Li Yugang dan Jun Ye sepertinya baru saja memasukinya mimpi buruk.


"Diamlah dan perhatikan saja," tegur Jun Haobei yang tidak sabar dengan pertanyaan mereka. Dia tidak ingin dua orang itu mengganggu aktivitas Shen Yin yang tengah serius.

__ADS_1


"Tapi ... di mana saudara Ye? Kenapa dia belum kembali?" Jun Ye ingat jika Ye Zhuan yang mengantar hantu nenek ke suatu tempat itu belum juga kembali.


Mungkinkah Ye Zhuan mengalami kecelakaan?


"Saudara Ye?" Jun Haobei menyipitkan mata saat sepupunya itu memanggil Ye Zhuan dengan begitu dekat. "Sejak kapan kamu akrab dengannya?"


"Sepupu, akhir-akhir ini Ye Zhuan dan sepupu Haoran sedang dekat kembali. Sepupu Haoran memintaku untuk memanggilnya saudara Ye. Sepupu, mungkinkah keduanya akan kembali berbaikan dan menikah?" tanyanya penasaran.


Jun Haobei tidak menjawab. Dia sibuk akhir-akhir ini jadi tidak memperhatikan keseharian saudara perempuannya. Sepertinya ketika pulang nanti, dia harus menginterogasi saudarinya.


Tidak perlu! Karena Ye Zhuan akan kembali, dia akan menginterogasi pria itu lebih dulu. Mungkinkah Ye Zhuan memiliki rencana buruk lainnya untuk menghancurkan keluarga Jun?


"Baiklah, jangan berisik. Aku akan memulai ritualnya." Shen Yin menyela pembicaraan Jun Ye.


Jun Ye patuh. Dia, Jun Haobei serta Li Yugang tampak serius.


Saat Shen Yin menyayat salah satu jarinya sedikit, setetes darah menetes ke air suci yang dia sedikit di cawan perak.


Pada awalnya, tidak ada yang terjadi. Namun saat darah Shen Yin larut di dalam air suci, embusan angin tiba-tiba saja menerpa tempat tersebut.


Para makhluk entitas yang ada di kegelapan sepertinya ketakutan dan melarikan diri begitu saja. Mereka tidak lagi peduli dengan manusia yang melakukan sesuatu di hutan bukit tersebut.


Jun Ye dan Li Yugang memeluk tubuh sendiri sambil melirik ke sekitar. Kenapa angin yang cukup kencang tiba-tiba saja muncul?


Awalnya, embusan angin terasa dingin. Tapi semakin lama, menjadi hangat seperti angin musim panas.

__ADS_1


Semua lilin merah bergoyang tertiup angin, namun tidak padam sekali. Tak lama setelah itu, terdengar banyak bunyi geraman binatang buas di dalam kegelapan.


"Bunyi, bunyi apa itu?" Jun Ye merasa keringat dingin mengucur di punggungnya.


__ADS_2