The Cursed Wife & God'S Blessed Husband

The Cursed Wife & God'S Blessed Husband
Mengakuinya Sebagai Tunangan


__ADS_3

SHEN YIN akhirnya tertawa ringan dan mengangguk. Dia tidak secanggung atau berhati-hati seperti sebelumnya. Dia mengatakan apa yang ingin Jun Haobei lakukan.


"Jadilah partner supernaturalku," kata gadis itu. Dia tidak menunggu Jun Haobei bertanya dan melanjutkan kata-katanya. "Faktanya, sejak awal kamu adalah tunanganku yang dipilih oleh keluarga melalui ramalan."


Jun Haobei terkejut. Gadis itu tunangannya?


Shen Yin berkata lagi. "Kamu harusnya ingat tentang token giok merah berpola bunga peoni yang diberikan kakekmu waktu itu untuk menemukan pemiliknya bukan?"


"Ya, itu milikmu," jawab Jun Haobei.


Apakah ini ada hubungannya dengan pertunangan rahasia?


Token giok merah itu bukan hanya simbol sebagai langkah terakhir untuk meminta bantuan jika ada sesuatu yang tak bisa dilakukan, tapi juga memiliki arti lain, yaitu pertunangan yang telah ditetapkan.


Di saat Shen Yin menjelaskan secara menyeluruh, Jun Haobei akhirnya mengerti kenapa Shen Yang begitu kurang suka saat tahu keluarganya memiliki token ini. Ternyata karena Shen Yin bertunangan dengannya secara tidak langsung.


Karena itu hanya simbol dari pertunangan dari pihak wanita, Shen Yin tidak terlalu mempermasalahkannya.


"Lebih baik jangan menganggap serius masalah ini. Lagi pula, ini hanya sesuatu yang dibuat oleh para tetua di masa lalu dan hanya ramalan yang tidak pasti. Kamu bebas menikah dengan siapa pun di masa depan tanpa mengkhawatirkan tentang token giok merah," jelas Shen Yin santai dan tidak berniat untuk menjalin hubungan serius dengan Jun Haobei.


Pria itu masih muda tapi Shen Yin juga masih duduk di bangku SMA. Seperti agak kurang pantas jika keduanya berpacaran?


Orang lain akan menduga jika Jun Haobei adalah saudaranya atau mungkin paman nakal yang suka bermain dengan gadis muda di hotel.


Namun Jun Haobei sepertinya memikirkan sesuatu tapi tidak langsung menanggapi. Pada akhirnya, mobil tiba di tujuan dan parkir di halaman apartemen tempat di mana Shen Yin tinggal.


Keduanya segera memasuki apartemen. Karena hari sudah sore, Jun Haobei tidak sopan lagi dan akan malam di tempatnya. Shen Yin tidak bisa berkata apa-apa. Dia tidak langsung berganti pakaian setelah menyimpan tas namun mengeluarkan sebuah gulungan tua yang terbuat dari kulit kayu khusus.


Meski terbuat dari kulit kayu yang diolah secara khusus, gambar atua tulisan di atasnya sangat jelas.


"Apa ini?" Jun Haobei penasaran.


Gadis itu mengeluarkan beberapa gulungan yang semuanya berbeda. Gulungan kulit kayu itu tidak besar, melainkan hanya setinggi tiga sampai empat inci dan panjangnya mungkin kurang lebih sebelas inci. Warnanya seperti putih tulang.


"Karena aku ingin kamu menjadi partner ku, tentu saja kamu harus tahu tentang aku lebih dulu. Selebihnya nanti ... terserah kamu mau bekerja sama denganku atau tidak," jawab Shen Yin lebih berani mengambil risiko.

__ADS_1


Jun Haobei seharusnya bukan tipe orang yang akan membocorkan rahasia seseorang. Ini bisa dilihat dari raut wajahnya yang tenang dan acuh tak acuh.


Di saat Shen Yin membuka gulungan pertama, tiba-tiba saja muncul setumpuk kertas jimat. Gulunagan penyimpanan yang dibukanya khusus untuk menyimpan semua jimat. Ada tulisan di gulungan kulit kayu yang sengaja dia tulis sendiri.


Jun Haobei awalnya terkejut saat melihat fenomena itu namun segera hatinya menjadi tenang. Ini kemampuan supernatural. Gadis itu ternyata mampu melakukan ini.


Lalu gulungan kedua juga dibuka. Isinya merupakan benda-benda spiritual, seperti cambuk yang terbuat dari jalinan benang perak asli, kalung batu giok berbagai warna, berbagai buku keahlian khusus yang harus diolah dengan kemampuan aura dan lain sebagainya. Bahkan belati, pistol perak dan jenis parfum tersedia.


Memang terlihat biasa tapi Jun Haobei telah melihat begitu banyak barang antik atau barang langka di tempat pelelangan. Dibandingkan dengan yang dijual di pelelangan, barang-barang di depannya ini seharusnya lebih langka.


Contohnya saja cambuk perak, terbuat dari perak asli dan kualitas barangnya juga sangat bagus. Tidak mungkin menemukan di pasaran.


"Parfum?" Dia mengambil salah satu botol kaca kecil transparan dan berisi cairan berwarna merah muda.


"Itu bukan parfum biasa, melainkan aroma pengikat cinta yang memabukkan. Digunakan pada makhluk tak kasat mata untuk membuat mereka jinak dan menyukai tuannya agar patuh." Shen Yin memikirkan tentang parfum itu. Dia jarang menggunakannya.


"Bisa digunakan pada manusia juga?" tanya pria itu lagi.


Shen Yin menyipitkan mata. "Bisa, tapi yang pasti tidak mempan untukku atau kamu."


"Karena tubuhmu maupun tubuhku memiliki aura langka. Yaitu seperti yang kusebutkan tadi di mobil," jawabnya lagi.


"Oh." Jun Haobei tidak lagi memikirkannya. "Jangan sampai orang lain mengetahui hal ini, itu akan berbahaya untukmu."


"Jangan khawatir, aku menjualnya di pasar gelap selama ini," kata Shen Yin polos.


"..." Jun Haobei tidak berdaya dan ingin menyentuh pelipisnya. Gadis yang diam-diam menjadi kaya ini sungguh tak mengenal rasa takut.


Gulungan ketiga dibuka, isinya bukan sesuatu yang biasa, hanya air roh dan air pegunungan yang jernih. Memiliki aura spritual, cocok untuk membuat air suci. Bisa diminum juga.


Gulungan keempat, gulungan kelima dan seterusnya terus dibuka dan Jun Haobei memiliki pemahaman baru terhadap dunia supernatural.


Ia akhirnya bisa menyimpulkan jika gadis itu luar biasa.


"Kamu bisa berpikir lebih dulu sebelum membuat keputusan."

__ADS_1


Setelah memperkenalkan semuanya, Shen Yin menyimpan kembali barang-barang itu ke setiap gulungan dan hendak pergi untuk memasak makan malam.


Tapi Jun Haobei segera meraih tangannya hingga gadis itu kehilangan keseimbangan dan jatuh ke pangkuan Jun Haobei.


"Apa yang kamu lakukan?" Shen Yin penuh dengan penjagaan diri dan hendak bangkit dari pangkuannya tapi Jun Haobei mengencangkan tangan di pinggang gadis itu.


Ekspresi Shen Yin berubah kesal dan samar-samar terlihat rona merah muda di kedua pipinya. Dia menggertakkan gigi.


"Jun Haobei—!" Shen Yin tidak melanjutkan apa yang ingin dikatakannya setelah jari telunjuk pria itu menyentuh bibirnya.


"Bagaimana jika aku menganggap serius pertunangan ini?" tanya Jun Haobei dengn suara yang dalam, matanya terpaku pada wajah gadis itu.


Ia akhirnya tahu jika Shen Yin memiliki kulit wajah yang halus dan terlihat terawat. Aroma rambut nya sangat nyaman untuk dihirup berlama-lama.


"Apa maksudmu?"


Jun Haobei masih memiliki ekspresi tenang di wajahnya. "Mungkin kita bisa mencoba untuk memulai hubungan lebih dulu."


"Maksudmu kamu ingin kita pacaran?" tanya Shen Yin langsung ke intinya.


"Ya." Pria itu mengangguk.


"Kenapa kamu tiba-tiba memikirkan hal ini? Berapa banyak kamu berkencan? Bukankah semuanya gagal?" Shen Yin sedikit mengejek. "Tidakkah kamu khawatir kali ini juga akan gagal?"


"Tidak."


"Bagaimana kamu yakin?" Kali ini Shen Yin sedikit canggung.


"Naluri seorang pria. Aku yakin kita cocok. Mari kita pacaran lebih dulu sambil menjalin hubungan partner," usul Jun Haobei sambil tersenyum.


Hei, rencananya sejak awal adalah ini. Dia yakin Shen Yin tidak akan menolaknya. Dia sangat penting untuk gadis itu bukan? Maka bertaruh saja.


Shen Yin menggertakkan giginya diam-diam dan hatinya sangat gatal, ingin menghajar pria licik ini.


Pada akhirnya, dia sendiri yang ditanam oleh pria itu.

__ADS_1


__ADS_2